Ketika Dakwah Ditinggalkan


Oleh : Mohammad Fauzil Adhim

Apakah peristiwa yang menakutkan itu? Jika majelis-majelis ceramah masih ada, tetapi dakwah telah menghilang. Inilah masa yang mendebarkan. Inilah masa yang amat mengkhawatirkan. Jika pengajian ada dimana-mana, tetapi tidaklah seseorang berdiri menyampaikan kecuali apa yang menyenangkan pendengar saja, itulah musibah.

Apakah hal terpenting dari dakwah? Memberi kabar gembira dan peringatan; menyeru kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar. Seruan tersebut beriring dengan mengajarkan ilmu sehingga semangat beragama itu berlandaskan tuntunan yang jelas, berpijak pada dasar yang kokoh. Jadi bukan asal bersemangat belaka. Dan inilah yang mengantarkan musliimin terdahulu sebagai ummat terbaik. Ini pula yang akan dapat mengantarkan muslimin untuk jadi terbaik.

Allah Ta’ala berfirman:

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” (QS. Ali Imron, 3: 110).

Apa syarat untuk menjadi ummat terbaik itu? Berkumpulnya tiga perkara: tegaknya amru bil ma'ruf, kokohnya nahy munkar dan iman kepada Allah 'Azza wa Jalla. Semua itu berlandaskan ilmu di atas dasar yang shahih.

Sesungguhnya jatuhnya Islam bukan ketika jumlahnya sedikit. Runtuhnya kejayaan juga bukan ketika muslimin miskin. Tapi ketika dakwah ini terhenti.

Tengoklah sejarah apa sebabnya ahlus sunnah runtuh di Persia? Bukan karena jumlah kita sedikit saat itu. Bukan. Tetapi bermula dari terhentinya dakwah sehingga besar jumlah tak menjadikan kita berdaya. Mudah runtuh oleh pukulan yang kecil. Sedangkan tanpa itu pun kita telah lemah.

Berapa jumlah kita di negeri ini? Sangat banyak. Terbanyak, bahkan. Tetapi apakah dengan jumlah kita yang mayoritas menjadikan diam kita disegani dan suara kita didengarkan? Tidak. Apa sebabnya? Renungilah dalam-dalam. Renungi dengan hati bersih dan pikiran jernih.

Sungguh, jika ceramah agama telah berubah menjadi hanya sejenis hiburan, majelis ilmu ditinggalkan, maka umat ini hanya menjadi bilangan angka tanpa 'izzah. Tanpa kehormatan, tanpa wibawa.

Jadi, apa yang membuat kita lemah dan runtuh? Sekali lagi, terhentinya dakwah. Sementara peringatan kita sampaikan dengan tajam hanya untuk membela kelompok. Lisan tajam kepada sesama muslim bukan karena menegakkan dakwah, tetapi menyuburkan perselisihan disebabkan ashabiyah (fanatisme golongan).

Ada masa ketika do'a tak dikabulkan bukan karena tak khusyu, tapi karena dakwah ditinggalkan. Ada saat ketika munajat kita tak berjawab. Inilah masa yang mendebarkan. Inilah masa ketika azab dapat sewaktu-waktu ditimpakan, berupa bencana alam yang mendera atau berupa sulitnya kehidupan yang merebak.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

وَالَّذِيْ نَفْسِي بِيَدِهِ، لَتَأْمُرُنَّ بِالْمَعْرُوْفِ، وَلَتَنْهَوُنَّ عَنِ الْمُنْكَرِ، أَوْ لَيُوْشِكُنَّ اللهُ يَبْعَثُ عَلَيْكُمْ عِقَابًا مِنْهُ، ثُمَّ تَدْعُوْنَهُ فَلاَ يَسْتَجِيْبُ لَكُمْ

"Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya. Kamu harus melakukan amar ma'ruf dan nahi munkar. Atau jika tidak, Allah bisa segera menimpakan azab dari sisi-Nya dan ketika kamu berdo'a tidak dikabulkan-Nya." (HR. Ahmad dan Tirmidzi).

Ambillah mushhafmu. Bacalah Al-Qur'an surat Ali Imran ayat 102 hingga ayat-ayat berikutnya. Pelajari tafsirnya. Ada pelajaran besar di sana jika mau berpikir.

Mohammad Fauzil Adhim, Motivator dan Penulis Buku

Apa yang Bertambah?

Oleh : Imam Nawawi

Saat seseorang telah memandang indah keburukan, maka berpikir negatif, bertindak salah, arogan, sewenang-wenang, culas, dan semaunya sendiri akan menjadi perbuatan yang harus dalam pandangan hidupnya.
Demikianlah perilaku-perilaku orang yang menutup diri dari cahaya Islam. Mereka akan sangat terganggu dengan kehangatan cahaya iman, kaki dan tangan mereka ‘gatal’ setiap kali mendapati kebenaran terus-menerus ditebarkan di muka bumi.
Tipe manusia demikian tidak bisa hidup senang kecuali dengan menumpas kebenaran, membungkam pengusung kebenaran, dan menjelek-jelekkan kebenaran itu sendiri.
Akan tetapi, benarkah mereka akan sampai pada kebahagiaan dengan terus memperturutkan kegelapan hatinya itu?
“Dialah yang menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah di bumi. Barangsiapa kafir, maka (akibat) kekafirannya akan menimpa dirinya sendiri. Dan kekafiran orang-orang kafir itu hanya akan menambah kemurkaan dari sisi Tuhan mereka. Dan kekafiran orang-orang kafir itu hanya akan menambah kerugian mereka belaka.” (QS. Fathir [35]: 39).
Ibn Katsir menjelaskan, “Dialah yang menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah di bumi” bermakna bahwa Allah suatu kaum menggantikan kaum lain yang sebelumnya, dan suatu generasi menggantikan generasi yang sebelumnya.
Dan, setiap manusia yang memilih kafir, maka akibat dari kekafirannya hanya akan menimpa mereka sendiri, bahkan setiap kali mereka melakukan kekufuran, maka itu mengundang murka Allah, kemudian mereka tidak menambah-nambah dalam hidup mereka selain kerugian demi kerugian.
Ayat ini menghendaki kita semua untuk berhenti, hijrah, bergerak dari kekafiran menuju iman dan amal sholeh plus taubat. Sebab hanya itulah yang dapat menjadikan harapan hidup kita semakin baik bahwa dalam setiap bertambahnya umur, bertambah pula kebaikan, manfaat, maslahat, dan derajat kita di hadapan Allah Ta’ala.
Semoga Allah mampukan dan selamatkan kita semua dari kekafiran yang merugikan. Aamiin.
Bogor, 10 Sya’ban 1440 H
Imam Nawawi

Sakit yang Sebenar-benarnya

Oleh: Mohammad Fauzil Adhim

Sesakit-sakit yang engkau rasakan, ada yang lebih sakit. Seperih-perih yang engkau tanggungkan. Sakitmu tak ada apa-apanya.

Tak ada yang meminta musibah bagi dirinya sendiri. Tetapi takdir bukan kita yang menggenggam. Jikalau musibah itu datang menerpa kita, maka sungguh kita harus mengingat bahwa Allah Ta'ala Maha Bijaksana lagi Maha Mulia. Tidaklah Allah 'Azza wa Jalla menzalimi hamba-hamba-Nya dengan segala takdir-Nya.

Seberat-berat sakitmu di dunia, Allah 'Azza wa Jalla masih berikan waktu untuk istirahat. Nyerinya luka yang kita rasakan, tetap ada saatnya untuk berhenti sejenak, semisal dengan tertidur beberapa saat. Mungkin saja kita gusar karena tidur yang cuma sebentar atau tidak bisa nyenyak, tapi ia tetaplah kesempatan untuk lepas dari rasa sakit yang mendera.

Apakah ada sakit yang tidak pernah berkurang, meskipun hanya sekejap? Ada. Inilah sakit yang mendera penduduk neraka jahannam. Mereka tidak pernah istirahat, tidak ada sedikit pun kesempatan untuk mengurangi beratnya siksa.

Ini sakit sesungguhnya yang semoga tidak ada satu pun dari kita mengalaminya. Ini yang kita perjuangkan agar Allah Ta'ala selamatkan kita darinya.

Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ الْمُجْرِمِينَ فِي عَذَابِ جَهَنَّمَ خَالِدُونَ

"Sesungguhnya orang-orang yang berdosa kekal di dalam azab neraka Jahannam." (QS. Az-Zukhruf, 43: 74).

Inilah sakit yang sesakit-sakitnya. Inilah kenyerihan yang tidak obatnya, kecelakaan besar yang tidak ada obat biusnya. Kekal bukan hanya menunjukkan bahwa mereka berada di sana untuk masa yang tidak berujung, lebih dari itu Allah Ta'ala berikan kekhususan bagi penduduk jahannam, yakni siksa yang tanpa jedah sedikit pun. Tak ada kelonggaran, meski hanya sekejap.

Allah Ta’ala berfirman:

لَا يُفَتَّرُ عَنْهُمْ وَهُمْ فِيهِ مُبْلِسُونَ

"Tidak diringankan azab itu dari mereka dan mereka di dalamnya berputus asa." (QS. Az-Zukhruf, 43: 75).

Makna لَا يُفَتَّر (tidak diringankan [azab]) adalah siksa itu berlangsung terus-menerus, tidak berhenti walaupun hanya untuk beberapa detik saja. Sedemikian pedih dan terus-menerus siksa itu sehingga membuat penduduk neraka jahannam berputus asa dan meminta malaikat Malik agar mematikan mereka. Tetapi ini adalah permintaan yang sia-sia. Tidak pernah dikabulkan.

Senyeri apa pun luka yang kita derita akibat kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan remuknya tulang, masih ada dokter orthopedi yang dapat membantu mengurangi dan memulihkan. Itu prosesnya tetap memerlukan rasa sakit. Tetapi kecelakaan akhirat yang menghempaskan manusia ke dalam neraka jahannam, tak ada obat bius yang mampu mengurangi rasa sakitnya. Maka, kita amat perlu memohon kepada Allah Ta'ala dengan sepenuh harap semoga Allah Ta'ala selamatkan kita dari kecelakaan akhirat.

Kalaulah kita mengalami musibah, semoga Allah Ta'ala cukupkan sebagai musibah dunia belaka. Tidak menjadi penyebab datangnya musibah akhirat kelak. Kita berusaha melapangkan hati menerima takdir yang Allah Ta’ala berikan kepada kita dan mengharap ampunan serta ridha-Nya atas setiap musibah yang menimpa. Kita juga memohon kepada Allah 'Azza wa Jalla semoga mengaruniakan kepada kita rasa takut kepada-Nya yang menghalangi kita dari api neraka.

Kepada Allah 'Azza wa Jalla kita memohon sepenuh kesungguhan:

اَللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَاتَحُوْلُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعْصِيَتِكَ وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَابِهِ جَنَّتَكَ وَمِنَ الْيَقِيْنِ مَاتُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا. اَللَّهُمَّ مَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا وَاجْعَلْهُ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ عَاداَنَا وَلاَ تَجْعَلْ مُصِيْبَتَنَا فِى دِيْنِنَاوَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا وَلاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ يَرْحَمُنَا

“Ya Allah, anugerahkanlah untuk kami rasa takut kepada-Mu, yang dapat menghalangi antara kami dan perbuatan maksiat kepada-Mu, dan (anugerahkanlah kepada kami) ketaatan kepada-Mu yang akan menyampaikan Kami ke surga-Mu dan (anugerahkanlah pula) keyakinan yang akan menyebabkan ringannya bagi kami segala musibah dunia ini. Ya Allah, anugerahkanlah kenikmatan kepada kami melalui pendengaran kami, penglihatan kami dan dalam kekuatan kami selama kami masih hidup, dan jadikanlah ia warisan dari kami. Jadikanlah balasan kami atas orang-orang yang menganiaya kami, dan tolonglah kami terhadap orang yang memusuhi kami, dan janganlah Engkau jadikan musibah kami dalam urusan agama kami, dan janganlah Engkau jadikan dunia ini sebagai cita-cita terbesar kami dan puncak dari ilmu kami, dan jangan Engkau jadikan orang-orang yang tidak menyayangi kami berkuasa atas kami.” (HR Tirmidzi dan Hakim).

Semoga Allah Ta'ala selamatkan kita dari api neraka.

Pagi yang cerah di Tanah Jogja,
7 Mei 2019

Mohammad Fauzil Adhim, Motivator dan Penulis Buku

Nak, dalam Tawadhu, Ada Kebaikan Dunia dan Akhirat!


Oleh: Irwan Nuryana Kurniawan, S.Psi., M.Psi.

Nak, Allah Subhanahu wa Taala  memerintahkan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan orang-orang yang beriman untuk tawadhu—tunduk patuh menerima kebenaran dari siapa pun dan dari mana pun sumbernya dan tidak menganggap rendah orang lain (QS Al-Hijr: 88; As-Syuara:215), Allah memerintahkan aku agar tawadhu, agar jangan sampai ada salah seorang yang menyombongkan diri pada orang lain dan jangan sampai ada yang congkak pada orang lain. (HR Muslim, Abu Dawud, Ibnu Majah).

Sebaliknya, Allah Azza wa Jalla sangat membenci orang-orang yang takabur/sombong—tidak boleh ada satu makhluk pun yang berhak menyandang sifat takabur karena Allah Taala berfirman dalam hadits Qudsi, Kemuliaan adalah sarung-Ku, dan sombong adalah jubah-Ku. Siapa yang menyaingiku, maka Aku akan mengazabnya. Allah mengharamkan orang yang takabur/sombong dari mendapatkan nikmat hidayah dan nikmatnya mentadaburi ayat-ayat-Nya (QS Al-Araf:146), dan orang yang takabur/sombong termasuk dalam tiga golongan yang tidak akan diajak bicara oleh Allah Taala pada hari Kiamat, tidak disucikan oleh Allah Taala, tidak dilihat oleh Allah Taala, dan mendapatkan azab yang pedih (HR Muslim dan An-Nasai).

Siapa yang di dalam hatinya ada satu dzarrah rasa takabur, maka Allah akan memasukan wajahnya ke dalam neraka. (HR Ahmad).

Nak, tawadhu akan membuat pemiliknya mulia dan tinggi derajatnya di mata Allah Azza wa Jalla dan di mata manusia. Allah Taala memuji orang-orang yang tawadhu, Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, bersikap lemah-lembut terhadap orang-orang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Alah Maha Luas Pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui. (QS Al-Maidah:54)

Sedekah tidaklah mengurangi harta. Allah tidak menambahi seseorang yang memberi maaf kecuali kemuliaan dan seseorang yang tawadhu pasti diangkat oleh Allah (HR Muslim dan At-Tirmidzi)—diangkat kemuliaan dan kehormatannya; Negeri akhirat itu Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di muka bumi. Dan kesudahan yang baik itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa. (QS Al-Qashash:83).

Orang yang tawadhu akan terbebas dari lelahnya persaingan materi dan kompetisi membanggakan diri.
Nak, orang yang tawadhu selalu bisa membaur secara baik dengan orang banyak karena orang tawadhu menganggap mereka adalah teman dan seorang teman biasanya bersikap rendah hati terhadap teman yang lainnya—persinggungan, konflik di antara mereka tidak akan atau jarang terjadi.

Orang yang tawadhu mau mengajak berbicara dengan anak, berbaur dengan mereka, memberi salam kepada mereka, dan bermain bersama-sama mereka.

Orang yang tawadhu tidak keberatan untuk berbaur satu majelis dengan orang-orang fakir miskin, para budak,  dan para pembantu.

Orang yang tawadhu memenuhi permintaan kaum fakir miskin, manusia biasa, serta memberikan bantuan kepada mereka.

Orang yang tawadhu memenuhi undangan siapa saja yang mengundangnya, baik miskin atau kaya, menyertai mereka dalam suka dan duka, bahkan tetap bersemangat memenuhi undangan orang miskin meskipun makanan mereka sedikit dan tidak menggerakan nafsu makan.

Nak, orang yang tawadhu membantu keluarganya, termasuk membantu mengerjakan urusan pekerjaan rumah tangga karena Allah Taala memerintahkan membangun  dan melanggengkan rumah tangga di atas dasar rasa mawaddah, cinta kasih, dan ketenteraman—Tidak akan terjadi kecuali kedua orang suami istri berlapang dada  satu sama lain, tidak boleh ada yang menangnya sendiri.

Orang yang tawadhu menunjukkan kemauan untuk membantu, melayani, dan berbuat baik kepada orang lain tanpa disertai dengan perasaan tidak enak dan mengganjal.

Nak, orang yang tawadhu memakan makanan jika jatuh dan masih mungkin dimakan. Jika ada makanan yang jatuh Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam tidak membiarkannya, tetapi mengambilnya dan membersihkannya dengan membuang kotoran seperti debu yang menempel padanya, lantas memakannya.

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam selalu menjilati jari-jarinya tiga kali setelah makan. Jika makanan kalian jatuh, maka buanglah kotorannya dan makanlah, dan jangan meninggalkannya untuk setan.

Penulis: Irwan Nuryana Kurniawan, S.Psi., M.Psi.Dosen Psikologi Universitas Islam Indonesia

Susu Kedelai


Oleh: Ana Noorina 

Susu kedelai merupakan minuman yang sering dikonsumsi banyak orang. Selain harganya yang lebih terjangkau, ternyata susu kedelai juga memiliki berbagai manfaat.

Susu kedelai mengandung protein yang hampir sama banyaknya dengan susu sapi, tapi dengan kalori yang lebih rendah. Vitamin D penting untuk kesehatan tulang. Banyak susu kedelai yang dijual telah ditambahkan dengan vitamin D.

Vitamin B12 membantu memproduksi sel darah merah sehingga mencegah anemia. Sumber vitamin B12 antara lain adalah telur dan produk susu. Namun, bagi kaum vegetarian atau mereka yang alergi terhadap susu sapi, konsumsi susu kedelai dapat membantu melengkapi kebutuhan vitamin B12.

Susu kedelai juga mengandung seng (zinc) yang penting untuk sistem kekebalan tubuh. Kedelai tinggi akan kandungan asam lemak, seperti omega-3, yang dapat membantu mengurangi kadar lemak darah (kolesterol total dan trigliserida), sehingga mengurangi risiko penyakit jantung koroner dan serangan jantung.

Berbeda dengan susu sapi atau kambing yang tinggi lemak jenuh dan kolesterol, susu kedelai justru rendah lemak jenuh dan kolesterol. Susu kedelai memiliki nutrisi yang lebih sehat dan ramah untuk kesehatan tubuh. Beberapa ahli bahkan percaya jika susu kedelai bisa bantu menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh lalu meningkatkan kadar kolesterol baik.

Nutrisi dan vitamin yang terkandung di dalam susu kedelai sangat baik dalam membantu menstabilkan tekanan darah. Susu kedelai juga mengandung senyawa dan antioksidan tertentu yang efektif melindungi pembuluh darah dari berbagai masalah.

Konsumsi susu kedelai secara rutin bahkan dipercaya bisa bantu mengurangi risiko tekanan darah tinggi.
Sebenarnya kedelai seperti juga makanan lainnya, tidak menimbulkan masalah selama dikonsumsi dengan tidak berlebihan. Konsumsi susu kedelai dalam jumlah yang cukup dapat bermanfaat bagi tubuh.

Konsumsi sebanyak 10 mg kedelai per hari dapat menurunkan risiko kambuhnya kanker payudara hingga 25%. Hal ini karena kedelai mengandung antioksidan berupa zat genistein yang dapat menghambat pertumbuhan sel kanker bila dikonsumsi dalam jumlah yang seimbang.

Konsumsi kedelai dalam bentuk apa pun, perlu diimbangi dengan sejumlah buah dan sayuran, biji-bijian utuh, dan produk protein lainnya. Hal ini karena tubuh membutuhkan beragam jenis makanan, jadi jangan hanya terpaku pada manfaat susu kedelai untuk tubuh, tapi konsumsi juga berbagai jenis makanan dan minuman lain agar kebutuhan nutrisi Anda terpenuhi.||

Penulis: Ana Noorina. Pemerhati gizi anak

Tawadhu dalam Mendidik


Oleh: Galih Setiawan

Tawadhu merupakan bagian dari sifat mulia, yang dapat mengantarkan pelakunya pada nilai-nilai kemuliaan dan keagungan.

Sifat tawadhu juga merupakan sifat mutlak bagi setiap hamba kepada Tuhannya.

Sikap tawadhu dapat menumbuhkan sikap saling menghormati dan menghargai di antara sesama. Sifat tawadhu itu sangat dibutuhkan dalam seluruh aspek kehidupan, termasuk aspek pendidikan.

Setiap orangtua juga dituntut harus bisa bersikap tawadhu karena aktivitas sehari-harinya pasti selalu berinteraksi dengan anak-anaknya. Orangtua yang tawadhu tidak akan menganggap remeh setiap ucapan anak. Mereka akan menganggap anak-anak mereka yang usianya lebih muda pasti akan lebih suci dan terjaga dari dosa ketimbang mereka yang sudah hidup di dunia berpuluh tahun lamanya.

Seperti yang pernah disampaikan oleh Imam Al Ghazali, ”Jika engkau melihat anak kecil, katakanlah dalam hatimu, Ia belum pernah bermaksiat kepada Allah. Sedangkan aku telah bermaksiat. Tidak diragukan lagi bahwa ia lebih baik dariku. Jika engkau melihat orang yang lebih tua katakanlah, Orang ini telah beribadah sebelum aku melakukannya. Tidak diragukan lagi bahwa ia lebih baik dariku.

Sifat tawadhu yang dimiliki oleh orangtua akan memberi dampak positif bagi orangtua maupun anak. Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah telah mewahyukan kepadaku agar kalian bersikap tawadhu sehingga seseorang tidak bersikap sombong pada yang lainnya dan tidak mendzalimi satu sama lainnya” [HR. Muslim].

Tawadhu dapat mengikis sifat sombong. Kesombongan bisa mengakibatkan anak menjauhi orang. Mereka juga akan menolak ilmu dan nasehat yang diberikan orangtua. Padahal, anak akan mampu menyerap nasehat dengan baik saat anak dekat dengan orangtuanya. Dan salah satu faktor yang dapat memicu kedekatan tersebut adalah sifat tawadhu.

Nabi Musa alaihissalam pernah ditegur oleh Allah ketika beliau menyangka bahwa tak ada seorang pun dari manusia yang lebih pandai darinya. Bentuk teguran Allah adalah dengan mempertemukan beliau dengan Nabi Khidir. Nabi Musa pun banyak belajar ilmu dari Nabi Khidir yang tidak diketahui olehnya sebelumnya. Kisah ini tertuang dalam Al-Quran surat AL-Kahfi ayat 60-82.

Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam merupakan gambaran praktik hidup tawadhu yang diperintahkan oleh Allah. Beliau bersikap tawadhu terhadap para sahabatnya.

Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari, Ahmad, At-Tirmidzi dan Adh-Dhiya Al-Maqdisi dari Anas bin Malik, ia berkata, “Tidak ada orang yang paling dicintai oleh para sahabat melebihi Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam. Walau demikian ketika melihat Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam mereka tidak berdiri, karena mengetahui bahwa Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam tidak menyukai hal itu.

Al-Mulla Ali Al-Qaary dalam menjelaskan hadits ini berkata, “Karena mereka (para sahabat) mengetahui Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam membenci mereka berdiri (untuk memberikan penghormatan), sebagai bentuk tawadhu Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam kepada Tuhannya dan menyelisihi kebiasaan orang-orang yang sombong dan orang-orang yang durhaka.

Dalam hadits yang lain, diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abdullah, ia berkata, “Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam bersabda,
“Bacalah kepadaku Al-Quran.” Saya berkata, “Ya Rasulullah! Apakah saya membacakan untuk Anda, padahal kitab ini diturunkan pada Anda?” Beliau bersabda, “Saya rindu untuk mendengarkannya dari selainku.” Saya membaca surat An-Nisa, dan ketika sampai pada ayat, 
Artinya : “Maka Bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (Rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu).”[QS. An-Nisa (04) : 41]
Saya mengangkat kepala atau salah seorang di samping saya mengerling saya, dan saya melihat air mata beliau bercucuran.

Termasuk yang paling berat bagi para penuntut ilmu dan ulama adalah mendengar dari orang yang lebih rendah darinya dalam keutamaan dan keilmuan. Pun demikian bagi orangtua. Salah satu hal yang berat adalah mendengar dari anak yang tentunya usianya jauh lebih muda.

Namun Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam, orang yang paling mulia dan paling tinggi kedudukan dan tempatnya meminta kepada Abdullah bin Masud, salah seorang muridnya, untuk memperdengarkan kepada beliau bacaannya. Alangkah tinggi ke-tawadhu-an beliau. Semoga kita bisa menjadi orangtua yang tawadhu. Aamiin...||


Negeri Edan, Sebuah Catatan Iklan Game Online


Oleh : Rina Maruti

Baru tadi subuh pas sahur iseng nyetel tipi. Lalu, ada sebuah iklan yang bikin kening saya berkerut dan pengen marah rasanya. Sebuah iklan yang gak pantes banget, pengen tau iklan apa? Iklan game online.

Baru aja kemarin saya ngeshare postingan tentang wacana menpora yang akan memasukan e-sport ke kurikulum, ehhh sahur tadi langsung ada iklannya yang berkaitan dengan dunia pendidikan. Begini iklannya:

Di sebuah kelas, terdapatlah seorang bapak guru yang digambarkan sebagai guru killer sedang menulis materi pelajaran di papan tulis. Semua siswa dengan terkantuk-kantuk terpaksa mengikutinya, sambil takut jika si guru marah kalau tidak diikuti mencatat materi tersebut. Tiba-tiba datanglah seorang siswa yang terlambat. Si guru killer tersebut langsung berubah ekspresinya, yang tadinya pasang tampang sok galak, tiba-tiba melunak. Lalu, segera menghampiri anak yang terlambat tersebut dengan sikap seperti seorang pembantu. Badannya dibungkukkan, tanda sangat menghormati murid tersebut, lalu tasnya ia bawakan. Dan si anak dipersilakan duduk di kursinya sambil dengan posisi membungkuk-bungkukkan badan seperti seorang jongos pada tuan mudanya.

Si anak dengan santainya duduk dengan "songong"nya, karena dagunya ia angkat, tanpa berkata apa-apa. Semua teman-temannya langsung melihat ke arahnya dengan mulut ternganga-nganga karena takjub, kok si guru killer bisa tunduk padanya. Pengen tau kenapa? Karena si anak itu jago maen games online dan si bapak guru itu lawan mainnya.

Ending iklannya: si anak songong itu main games online dengan guru sangar tersebut di taman sekolah.

Buat saya ini pelecehan banget untuk kami yang berprofesi sebagai pendidik.

Jadi, itukah yang diinginkan oleh pemerintah kita dalam pembentukan karakter anak-anak kita di sekolah? Sudah di rumahnya sulit dikontrol oleh orangtuanya, ehh ... di sekolah sekarang malah didukung bermain games online dan akan masuk kurikulum.

Trus nanti guru-gurunya bakal ada diklat games online dong? Apa guru-guru import itu yang akan ngajarin cara bermain games online yang baik dan benar supaya anak-anak kita sukses jadi pecandu gadget?

Beginilah caranya menghancurkan bangsa ini dengan mudahnya. Hancurkan melalui anak-anak mudanya...

~ Rina Maruti, Pemerhati Sosial ~

Terpadunya Keyakinan dan Perbuatan




Oleh : Prof. Dr. Ir. Indarto, D.E.A.

Pada suatu hari Ahad, saya mengantar istri ke pasar yang paling dekat dengan rumah, meskipun jaraknya masih lebih dari 3 km.

Setelah selesai belanja sayur mayur dan bahan lauk pauk, kami membeli buah duku karena saat itu sedang musimnya, sehingga harganya murah.

Pada saat kami membeli duku, ada seorang perempuan di samping istri saya, yang membeli duku dan telur ayam. Saat proses penimbangan telur, saya melihat dia melakukan tindakan yang tidak terpuji, dia makan beberapa duku yang masih ada di meja penjual, bukan yang ada di dalam tas plastik yang sudah dia beli. Melihat hal ini saya merasa tidak nyaman.

Ketika saya mau memberitahu istri, niat itu saya urungkan karena tiba-tiba datang pembeli lain di dekat kami. Setelah semua yang direncanakan sudah terbeli kami pulang.

Dalam perjalanan pulang kami ngobrol, ternyata tadi istri juga memperhatikan apa yang dilakukan perempuan tersebut. Bahkan komentar istri lebih tajam “Jadi orang kok seenaknya sendiri”. “Sebagai muslimah seharusnya memperlihatkan perilaku terpuji”.

Memang perempuan tadi badan serta rambutnya tertutup rapat dengan jilbab yang lebar dan panjang, sehingga orang yang melihatnya pasti akan menilai dia seseorang yang taat beragama. Tetapi kenyataanya dengan mudahnya dia melakukan hal yang tercela, dengan seenaknya dia makan duku yang bukan miliknya secara sembunyi-sembunyi.

Sangat menyedihkan memang, satu sisi dia memperlihatkan penampilan seorang muslimah yang taat. Namun di sisi lain dia melakukan tindakan yang jauh dari ajaran yang diyakininya. Saat ini tampaknya memang tidak mudah menemukan anggota masyarakat di lingkungan kita yang secara sadar selalu ingin mempertahankan terpadunya keyakinan, perbuatan dan ucapan. Kami berdua juga heran, seberapa mahalnyakah harga duku yang dia makan, sampai dia menodai keyakinannya.

Saya bilang pada istri, dia melakukan itu karena belum tahu kisah tentang Ibrahim bin Adham rahimahullah yang tertolak doanya hanya gara-gara makan satu biji kurma yang dikira kepunyaannya yang terjatuh.

Waktu itu, usai menunaikan ibadah haji, beliau berniat ziarah ke Masjid Al Aqsa. Sebagai bekal di perjalanan, ia membeli satu kilogram kurma dari pedagang tua di dekat masjidil Haram. Setelah kurma ditimbang dan dibungkus, Ibrahim melihat sebutir kurma tergeletak di dekat timbangan. Beliau menyangka kurma itu bagian dari yang ia beli, lalu dipungut dan dimakan kemudian berangkat ke Al Aqsa.

Beberapa waktu kemudian atau mungkin beberapa bulan kemudian, karena waktu itu hanya berkendaraan unta, beliau tiba di Al Aqsa. Seperti yang biasa beliau lakukan, beliau selalu memilih tempat dalam rangka beribadah dalam sebuah ruangan di bawah kubah Sakhra.

Ketika beliau sudah selesai menjalankan shalat, lalu beliau berdoa. Kebiasaan beliau adalah melakukan doa dengan sangat khusuk. Saat itu beliau seolah-olah mendengar percakapan dua malaikat tentang dirinya.

“Itu, Ibrahim bin Adham, ahli ibadah yang zuhud dan wara yang doanya selalu dikabulkan Allah Taala,” kata malaikat yang satu.“Tetapi sekarang tidak lagi” jawab malaikat yang satu lagi. “Doanya ditolak karena empat bulan yang lalu ia telah memakan sebutir kurma yang jatuh dari meja seorang pedagang tua di dekat Masjidil Haram,”

Belajar dari cerita tersebut, Ibrahim bin Adham yang telah berani mengambil karena merasa kepunyaannya yang jatuh, Allah Taala telah memberikan sanksi dengan tidak mengabulkan doanya, apalagi yang dilakukan dengan sengaja, seperti yang dilakukan perempuan itu. Selain itu, sanksi berat yang Allah Taala berikan ini pun hanya untuk sebutir kurma, apalagi koruptor yang telah mengambil harta bukan miliknya dengan sadar, yang nilainya lebih besar dan bermilyar-milyar atau bahkan trilyun kali dari nilai sebiji kurma. Kita tidak bisa membayangkan sanksi seperti apa yang akan Allah berikan.

Ketika kami hampir sampai di rumah, istri bergumam sendiri, “Apakah perempuan tadi termasuk seseorang yang menjalankan Islam secara tidak kaffah ya.., karena tidak terpadunya antara keyakinan, perkataan, dan perbuatan.” Saya hanya senyum, sambil bergumam juga, biar yang berkompeten yang menjelaskannya.

Wallahu alam bishawab.||

Prof. Dr. Ir. Indarto, D.E.A, Guru Besar  Teknik Mesin UGM, Pemimpin Umum Majalah Fahma

Hubungan Alquran dan Ketakwaan


Oleh : Prihatiningsih, S.Si.

Bulan Ramadhan merupakan bulan diturunkannya Al Quran dan kitab lainnya. Allah menetapkan syariat puasa dalam Q.S Al Baqarah ayat 185. Orang yang berpuasa belum tentu menjadi orang yang bertaqwa. Allah menyebut orang yang bertaqwa menjadi orang yang memperoleh kemenangan (terdapat dalam surat An-naba). Balasan bagi para pemenang adalah surga. Allah memberikan malam yang lebih baik dari 1000 bulan yaitu malam Lailatul Qadar.

Al Quran diturunkan di 2 kota yaitu Kota Mekah dan Kota Madinah. Kedua kota itu sampai sekarang menjadi kota yang diberkahi oleh Allah. Al Quran diturunkan kepada Rasulullah Muhammad Shalallahualaihi Wasallam yang menjadi sebaik-baik ciptaan Allah dan diutus untuk semua manusia sebagai pembawa berita gembira dan sebagai peringatan.

Salah satu keistimewaan Al Quran adalah rumah yang dibacakan Al Quran setiap hari memiliki perumpamaan seperti manusia melihat bintang di langit yang sinarnya membawa kesejukan dan nampak terang walau dilihat dari kejauhan. Sebaliknya, rumah yang tidak pernah dibacakan Al quran seperti perumpamaan kuburan yang sepi, gelap, dan mencekam.

Al Quran, perintah puasa dan hubungan dengan ketakwaan memang tidak dapat dipisahkan. Agar orang yang berpuasa menjadi orang yang bertakwa, maka kita perlu memahami, Apa itu takwa?

Ada 3 makna takwa dalan Al-Quran :
Takut kepada Allah dan pengakuan superioritas Allah. Hal ini seperti kalam-Nya yang artinya, Dan hanya kepada-Ku lah kamu harus bertakwa. (Al-Baqarah: 41)
Bermakna taat dan beribadah, sebagaimana kalamnya yang berarti, Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah denan sebenar-benar takwa. (Ali-Imran: 102)

Dengan makna pembersihan hati dari noda dan dosa. Maka inilah hakikat dari makna takwa, selain pertama dan kedua. Sebagaimana termaktub dalam firman-Nya; Dan barangsiapa yang menaati Allah dan Rasul-Nya, takut kepada Allah dan bertakwa, maka itulah orang-orang yang beruntung. (An-Nur: 52)

Ciri orang yang bertakwa :
1. Menjadikan Al quran sebagai petunjuk. Allah akan memuliakan apapun dengan Al quran. Rugi orang yang bertemu dengan ramadhan jika tidak mendapat apa-apa.

2. Mereka orang yang beriman kepada yang ghaib.

3. Mereka yang mendirikan shalat. Shalat adalah ibadah yang paling penting, amal yang pertama kali dihisab di hari kiamat nanti. Apabila shalatnya baik maka baik semua amalnya, shalatnya tidak baik maka tidak baik pula amalannya. Ulama mengumpamakan Shalat itu seperti bejana dan ibadah yang lain adalah airnya.

4. Dermawan. Sebaik baik sedekah adalah di bulan ramadhan. Tidak ada sejarahnya orang yang sedekah itu menjadi miskin.

5. Orang Yang beriman kepada apa yang diturunkan kepada nabi Muhammad dan sebelumnya.

6. Orang yang bersedekah diwaktu lapang dan sempit.

7 Orang yang paling kuat menahan amarah.

8. Orang yang mampu memaafkan orang lain.

9. Ketika melakukan Hal yang keji maka langsung mengingat Allah. Dan berhenti melakukan dosanya. (Bertaubat kepada Allah. Berpuasa ramadhan dengan iman maka akan diampuni dosa yang terdahulu).

Prihatiningsih, S.Si., Pendidik Al Quran

Mohammed Salah, Pemain Besar Nan Bersahaja

Menggambarkan Mohamed Salah sebagai pemain besar yang bergaya hidup baik dan rendah hati. Ia tak pernah sekali pun nongkrong di bar-bar melewatkan malam dengan bercinta dengan foto model-foto model setempat. Di dalam pesawat, di setiap perjalanan pulang ke Inggris setelah laga kemenangan ia tak berulah seperti rekan-rekannya yang mabuk-mabukan. Di dalam pesawat, ia membaca kitab suci Al-Qur'an sambil ditemani secangkir kopi susu panas.

Demikian juga setiap acara kunjungan dari para istri atau teman wanita ("sex bomb" ) di hotel, Mohamed Salah selalu dikunjungi istrinya Magi yang selalu tampil cantik berhijab dan anaknya Makka (4 tahun). Maka para fans Liverpool tidak hanya memuji Mohamed Salah sebagai penyerang hebat. Tapi mereka juga menyatakan diri bakal menjadi memeluk agama Islam dan ikut aktif bersama Mohamed Salah di masjid (TEMPO, 4/3/2018). Bahkan pelatihnya sekarang, Juergen Klopp, mengatakan bahwa Mohamed Salah adalah pemain bintang,  yang membaca kitab suci agamanya dan konsisten mengamalkan tuntunannya.

Di Mesir, Mohamed Salah menjadi idola anak-anak muda. "Aku ingin seperti Mohamed Salah ketika besar nanti," ujar Mohamed Abdel, bocah berusia 12 tahun dari desa Nagrig. Dan berkat bola, Mohamed Salah mampu membangun rumah sakit modern di desanya Nagrig serta memberikan bantuan untuk pendidikan kaum papa di desa asalnya Nagrig dan Mesir.

Di Inggris, para fans Liverpool dengan riang berteriak bersama-sama: Assalamu'allaikum, Salah, we need you!

Sebuah dakwah riil, nyata, konkrit, membumi.

Manakala dakwah dengan sikap dan tindakan lebih dibutuhkan dari pada dengan lisan dan tulisan, maka, dakwah dengan ahlak dan adab yang luhur bisa mengalahkan 1.000 majelis ilmu (teori) tentang ahlak; Orang menyebutnya sebagai keteladanan.

Satu teladan, bisa jadi akan lebih efektif dari seribu penataran. Membangun citra Islam dengan prestasi dan reputasi. Mari .... !!! (LH, 28 April 2018)

Lagunya di supporter liverpool “Salah salah a gift from Allah” 🎵🎶 aku merinding baca ini.

#akhlaqislam #mohamedsalah #teladan

Sumber : WhatsApp

Kisah Raja dan Benih Kejujuran [Fiktif]

Tersebutlah seorang raja yang arif dan bijaksana yang memiliki kerajaan luas nan subur makmur, namun sayang sang raja tidak memiliki putra sebagai penerus tahtanya. Sang raja memiliki ide bagaimana ia mencari penerus kerajaannya. Suatu saat sang raja mengumpulkan para pemuda dikerajaan tersebut untuk melakukan sayembara guna memilih siapa yang terbaik diantara mereka guna menggantikan raja ketika belaiau mangkat. Sang raja kemudian berkata kepada para hadirin bahwa setiap peserta yang mengikuti sayembara ini masing-masing akan diberikan bibit kacang tanah yang siap tanam. Peserta bertugas menanam dan memelihara bibit tersebut dengan baik. Barangsiapa yang bibitnya tumbuh paling baik, maka ia yang akan menjadi pemenangnya.
Semua peserta pulang penuh antusias dengan harapan yang besar untuk menjadi pemenang. Semua pemuda langsung menanam bibit tersebut dengan didalam wadah pot menggunakan tanah tersubur dan pupuk terbaik serta benar-benar menjaga tanaman mereka. Hampir semua pemuda diantara mereka merasa suatu keanehan dengan bibit kacang yang mereka tanam, namun masing-masing diantara mereka hanya diam tidak saling bercerita satu sama lain dan terus melanjutkan memelihara tanaman mereka. Hari demi hari mereka terus membicarakan tanaman mereka yang terus tumbuh subur dan tinggi. Hanya ada satu pemuda yang sangat malu untuk menceritakan tanamannya, karena jangankan tumbuh tinggi, tunas kecilpun tak pernah tumbuh dari bibit yang ia tanam padahal ia sudah melakukan yang terbaik untuk menanam bibit itu.
Waktu yang ditunggupun tiba, tepat satu bulan dari waktu sayembara semua peserta membawa tanaman kacang mereka yang mana sang raja akan memeriksa setiap pohon kacang peserta. Hampir semua peserta membawa tanaman dalam pot besar, kecuali si pemuda yang bibit kacangnya tidak tumbuh, ia hanya membawa pot kecil berisi tanah yang subur. Setelah dengan seksama sang raja memeriksa semua pohon kacang peserta, tiba-tiba sang raja memilih pemuda tersebut sebagai pemenangnya. Semua pesertapun terkejut, bagaimana pemuda yang tanamannya tidak tumbuh malah terpilih menjadi pemenang.
Sang rajapun memberikan penjelasan bahwa semua bibit kacang tanah yang ia berikan telah ia rebus, jadi ditanam dengan tanah sesubur apapun dan dipupuk dengan pupuk yang terbaikpun bibit itu tidak akan pernah tumbuh menjadi tanaman kacang. Sang raja lanjut menjelaskan, bahwa sayembara ini diadakan bukan semata hanya untuk mencari penggantinya, tapi juga untuk mencari orang yang jujur. Kerajaannya hanya akan makmur bila dipimpin oleh orang yang jujur, sedangkan hampir dari kalian semua tidak jujur dan hanya pemuda inilah yang jujur dan pantas menjadi pewaris kerajaanku.

Hebat dengan Al-Qur’an

Oleh : Imam Nawawi

“Dan sungguh, Kami telah menurunkan kepada kamu ayat-ayat yang memberi penjelasan, dan contoh-contoh dari orang-orang yang terdahulu sebelum kamu dan sebagai pelajaran bagi orang-orang yang bertaqwa.” (QS. 24: 34).
Sahabat, sekali waktu tengoklah kitab sucimu dengan penghayatan.
Ayat di atas misalnya, menegaskan kepada kita bahwa Al-Qur’an itu berisi ayat-ayat yang jelas. Artinya tak sukar dipahami, bahkan dalam beberapa hal, ayat itu tinggal dijalankan dengan penuh keimanan.
Misalnya, ayat “Bacalah dengan nama Tuhanmu yang telah Menciptakan.”
Apa yang sukar dari ayat tersebut untuk dipahami dan dijalankan. Tinggal pandai-pandai dan semangat menggunakan indera dan akal serta hati untuk membaca segala keadaan, tentu saja semua diarahkan untuk semakin teguhnya keimanan.
Dan, dalam Al-Qur’an itu disampaikan kisah-kisah, contoh-contoh perbuatan dan akibat yang mereka terima di masa lampau, semua itu sejatinya adalah bahan untuk kita terbiasa berpikir.
Mau curang, silakan pelajari Surah Al-Muthoffifin, di sana kita akan dapati betapa Allah murka terhadap pelaku kecurangan.
Mau sombong, silakan simak kisah Fir’aun, yang merupakan sosok raja diraja, dimana tidak ada manusia yang berlaku melampaui batas seperti dirinya. Itu juga pelajaran.
Jadi, pelajaran contoh, sekaligus peringatan sepenuhnya termaktub di dalam Al-Qur’an.
Maka, bagaimana mungkin kita tidak mau bertaqwa kepada Allah Ta’ala.
Terkait hal ini, Ali bin Abi Thalib karamallahu wajhah memberikan penjelasan gamblang dan menarik.
“Di dalamnya terdapat hukum di antara kalian, kabar-kabar ummat-ummat sebelum kalian, dan berita ummat-ummat setelah kalian. Al-Qur’an benar-benar firman yang memisahkan antara yang haq dan yang bathil dan sekali-kali bukanlah senda gurau. Barang siapa meninggalkannya karena takabbur, maka Allah akan menghancurkannya, barang siapa mencari petunjuk pada selainnya, maka Allah akan menyesatkannya.”
Alhamdulillah, besok insya Allah kita akan bertemu Ramadhan 1440 H. Semoga Al-Qur’an terus menjadi panduan hidup, cahaya yang menerangi hati, dengan ikhtiar dan pertolongan-Nya, senantiasa membimbing perjalanan hidup kita.
Seperti Nabi dan para sahabat yang hebat dengan Al-Qur’an, semoga kita pun bisa mnejadi manusia hebat, yakni manusia yang hidupnya bermanfaat bagi maslahat ummat dunia-akhirat. Aamiin.


Imam Nawawi, Pemimpin Redaksi Majalah Mulia

Selada



Daun selada adalah sumber vitamin A dan vitamin K yang sangat tinggi. Secangkir daun selada bahkan bisa memenuhi 82 persen kebutuhan vitamin A harian serta 60 persen kebutuhan vitamin K harian Anda.

Selain itu, daun selada juga mengandung berbagai nutrisi penting seperti zat besi, kalium, kalsium, folat, dan serat.
Meski kaya akan gizi, Anda tak perlu khawatir dengan kandungan kalori dan lemaknya. Secangkir selada hanya mengandung delapan kalori dan nol lemak. Jadi, makan selada justru akan membuat Anda kenyang lebih lama tanpa takut bikin gemuk.

Daun selada kaya akan folat. Di dalam tubuh Anda, folat berfungsi untuk mengolah asam amino bernama homosistein dalam darah. Sedangkan kadar homosistein dalam darah yang terlalu tinggi bisa menimbulkan berbagai masalah pada jantung. Misalnya peyumbatan pembuluh darah. Hal tersebut dapat meningkatkan risiko stroke, penyakit arteri koroner, dan emboli paru.

Di samping itu, selada juga mengandung vitamin A dan C. Keduanya berfungsi sebagai antioksidan yang ampuh melawan radikal bebas sekaligus mencegah kerusakan sel-sel yang bisa berujung pada penyakit jantung.

Kekurangan asupan vitamin A dapat membuat warna kulit jadi tidak rata atau belang. Sedangkan kekurangan vitamin C bisa membuat kulit cepat keriput, kendur, dan kusam. Nah, rutin mengonsumsi daun selada yang kaya akan vitamin A dan C bisa membantu merawat kulit Anda agar tampak lebih sehat, kencang, dan lembut. Kandungan air yang tinggi dalam daun selada juga bisa menjaga kelembapan kulit Anda secara alami sehingga tidak kering atau bersisik.

Berbagai vitamin dalam daun selada berfungsi untuk menjaga sel-sel imun dalam melawan virus dan bakteri penyebab penyakit. Kandungan vitamin A juga mampu meredakan infeksi, peradangan, serta kerusakan sel. Maka, rutin makan selada bisa membantu Anda mencegah penyakit umum yang disebabkan oleh virus dan bakteri. Misalnya influenza dan diare.

Khasiat baik vitamin A bagi kesehatan mata tentu sudah tidak asing lagi buat Anda. Kekurangan vitamin A bisa meningkatkan risiko glaukoma, katarak, dan menurunnya penglihatan karena proses penuaan.

Selada yang tinggi akan vitamin A bisa membantu Anda menjaga agar mata senantiasa sehat dan tajam meskipun usia terus bertambah.

Pembentukan dan kepadatan tulang Anda sangat bergantung pada vitamin K serta kalsium. Jadi mengonsumsi sayuran hijau seperti selada yang kaya akan vitamin K dan kalsium bisa mencegah pengeroposan tulang, osteopenia, atau osteoporosis.||

Laki-laki Butuh Kepercayaan


Oleh : Cahyadi Takawiawan

Di masa terdahulu, ada seorang lelaki yang tidak lulus ujian masuk universitas, kemudian dinikahkan oleh orang tuanya.

Untuk mendapat penghasilan, ia pun melamar menjadi guru madrasah dan mulai mengajar. Karena tidak punya pengetahuan mengajar, belum sampai satu minggu mengajar ia sudah dikeluarkan.

Setiba di rumah, sang istri menghiburnya. "Banyak ilmu dalam otak, ada orang yang bisa menuangkannya, ada pula yang tidak bisa. Tidak perlu bersedih karena hal ini. Pasti ada pekerjaan lain yang lebih cocok untukmu."

Kemudian ia melamar dan melakukan pekerjaan lain, namun dipecat juga karena kerjanya lambat.

Saat itu sang istri berkata, "Kegesitan kaki dan tangan setiap orang berbeda. Orang lain sudah bekerja beberapa tahun, kamu baru saja mulai, bagaimana bisa cepat?"

Ia pun bekerja lagi di banyak tempat kerja, namun tidak ada satu pun yang berhasil, semua gagal di tengah jalan.

Setiap kali ia pulang dengan patah semangat, sang istri selalu menghiburnya.

Ketika sudah berumur 30 tahun, mulai ada tanda sukses sedikit demi sedikit. Melalui bakat berbahasanya, ia diterima menjadi pembimbing di sekolah tuna rungu wicara.

Ia pun mulai membuka sekolah sendiri, dan membuka banyak toko yang menjual alat-alat bantu orang cacat di berbagai kota.

Akhirnya ia berhasil menjadi bos yang memiliki banyak kekayaan.

Suatu hari, ia bertanya kepada sang istri, "Kenapa dulu ketika aku belum memiliki masa depan yang jelas, engkau tetap begitu percaya kepadaku?"

Sang istri tersenyum.

"Sebidang tanah yang tidak cocok ditanami gandum, bisa dicoba untuk ditanami kacang. Jika kacang tidak bisa tumbuh, coba tanami buah-buahan; jika buah-buahan pun tidak bisa tumbuh, semaikan bibit gandum hitam, pasti bisa berbunga. Pada sebidang tanah, pasti ada bibit yang cocok untuknya, dan pasti bisa menghasilkan panen darinya," jawab sang istri.

Mendengar jawaban itu, sang suami merasa sangat terharu.

KEPERCAYAAN yang kuat, ketabahan serta kasih sayang sang istri, bagaikan sebutir bibit unggul yang mampu memotivasi suami untuk bangkit meraih sukses.

Cahyadi Takariawan, Penulis Buku dan Motivator
Sumber : IG Cahyadi_Takariawan