» » Agar Otak Anak tetap Terawat

Agar Otak Anak tetap Terawat

Penulis By on Thursday, January 24, 2013 | No comments



Sebuah penelitian menunjukkan, jika 10 informasi dimasukkan ke dalam otak manusia kita setiap detik sepanjang hidup, maka otak manusia belum terisi sepenuhnya. Jangan kita menyangka bahwa anak yang masih bayi belum bisa menerima informasi. Mereka tetap bisa menerima informasi. Hal ini terbukti dengan kemampuan mereka mengingat orang-orang yang ada di sekitarnya, mengenali nama-nama benda, suara dan sebagainya.
Otak merupakan salah satu organ tubuh manusia yang memiliki kedahsyatan luar biasa. Daya ingat otak manusia akan tetap optimal sampai tua. Jadi sebenarnya tidak ada istilah pikun, yang ada hanyalah ketidakmampuan orang tersebut untuk menjaga daya ingat otak. Kedahsyatan daya ingat otak ini sudah tentu dimiliki semua orang. Termasuk anak-anak. Oleh karena itu, sejak dini otak anak harus dirawat, terutama oleh kita sebagai orang tua.
Perlu diketahui, otak memiliki 1 triliyun sel yang memiliki aktifitas dan ingatan tanpa batas. Sebagai bahan perbandingan, lebah, hewan cerdas pemroduksi madu yang disebutkan di dalam Al Qur’an memiliki 7.000 sel otak, sementara lalalt buah memiliki sel otak sebanyak 200 ribu buah. Sedangkan tikus mempunyai 5 juta sel otak, dan monyet memiliki 10 milyar sel otak. Jumlah ini tentu jauh di bawah sel otak manusia, yakni 1 trilyun sel otak yang terdiri dari 100 milyar sel aktif dan 900 milyar sel pendukung.
Otak kiri manusia berfungsi untuk menangkap logika, tulisan, angka, hitungan, urutan, analisa dan mengatur otak kanan. Sedangkan fungsi otak kanan adalah untuk imajinasi, menangkap musik, warna, kreatifitas, emosi dan mengatur otak kiri.
Bayangkan jika otak anak mampu kita maksimalkan. Apalagi otak anak lebih mudah diasah dan tentunya masih dalam taraf golden moment. Dahsyatnya kemampuan otak anak inilah yang mesti kita jaga sejak dini. Lalu, apa saja cara untuk merawat kinerja otak anak?
Pertama, biasakan anak bangun pagi. Sejak dini kita harus membiasakan anak untuk bangun pagi. Sebab saat pagi hari, terutama ketika subuh, katup otak sedang terbuka, sehingga bila anak terbiasa bangun pagi, anak akan lebih mudah mengingat pelajaran dan tidak mudah menyerah ketika mengerjakan suatu soal.
Kedua, minum madu. Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk mengkonsumsi madu ternyata bukan sembarang perintah. Terdapat banyak rahasia dan manfaat di balik madu. Selain sebagai obat berbagai penyakit, ternyata madu juga bisa berfungsi menjaga kebugaran otak. Maka dari itu, tidak salah rasanya jika anak diberi konsumsi madu sejak dini.
Ketiga, minum air putih, minimal delapan gelas per hari. Banyaknya aktifitas anak sehari-hari tentu berbanding lurus dengan cairan tubuh yang dikeluarkan. Setelah pulang sekolah, mereka pasti akan langsung bermain, entah di rumah maupun di halaman atau di rumah temannya. Karena itu, biasakan anak untuk minum air putih minimal delapan gelas per hari.
Keempat, mandi. Kebiasaan ini tentu sudah sering dipraktekkan. Meski banyak dari orang tua yang belum mengerti fungsi mandi tidak hanya sebagai pembersih badan saja. Mandi juga bisa me-refresh kinerja otak.  Coba kita cek, berikan sebuah soal atau perintah kepada anak yang sudah mandi dan yang belum mandi, pasti anak yang sudah mandi bisa lebih cepat dan cekatan dalam mengerjakannya.
Kelima, menggosok gigi. Tidak hanya menyegarkan nafas, menggosok gigi ternyata juga mampu menjaga kedahsyatan otak. Apalagi bila menggunakan siwak. Jika kita bangun pagi, lalu belum menggosok gigi, otak kita akan terasa berat untuk berpikir. Akan tetapi jika kita telah menggosok gigi, maka kinerja otak kita pun akan terasa lebih lancar dan tidak terasa berat untuk berpikir.
Subhanallah, inilah kedahsyatan otak. Coba bayangkan, jika setiap orang tua mampu menjaga otak buah hatinya, pasti suatu saat ketika si anak dewasa, dia akan menjadi anak yang cerdas dan intelek. Bahkan mampu menyumbangkan pemikirannhya kepada kemajuan Islam. Mari kita jaga otak anak-anak kita sejak dini sebab merekalah aset kita di masa yang akan datang.

Dwi Lestari, ibu rumah tangga, tinggal di Yogyakarta
sumber gambar : edyervano.blogspot.com
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya