» » Kedekatan Guru dengan Anak Didik

Kedekatan Guru dengan Anak Didik

Penulis By on Sunday, January 27, 2013 | No comments



Modal utama agar menjadi guru favorit atau dicintai oleh anak didik adalah dekat dengan mereka. Membangun kedekatan dengan anak didik ini bisa dilakukan dengan kedekatan secara lahir, namun yang tidak kalah pentingnya adalah juga membangun kedekatan secara batin.
Kedekatan antara guru dan murid diperlukan agar murid dapat belajar dengan baik, terutama pada saat menghadapi materi yang sulit dimengerti, maka murid dapat bertanya tanpa sungkan kepada sang guru. Tidak adanya murid yang bertanya pada saat pelajaran berlangsung bukan selalu berarti semua murid sudah memahami pelajaran yang dimaksud. Bisa jadi mereka enggan untuk bertanya karena tidak adanya kedekatan dengan sang guru. Demikian pula dengan adanya masalah-masalah lain yang dihadapi oleh para siswa, dengan adanya kedekatan seorang guru dapat membantu masalah yang dihadapi oleh muridnya, sehingga proses belajar mengajar pun tetap dapat berjalan dengan lancar.
Sudah tentu, kedekatan yang harus dibangun tidak hanya kedekatan secara lahir, akan tetapi juga secara batin. Mengenai kedekatan secara lahir dan batin ini, semoga di lain kesempatan saya dapat menuliskannya.
Agar anak didik dapat belajar dengan nyaman dan menyenangkan, seorang guru harus dapat membangun kedekatan dengan anak didik atau murid-muridnya. Membangun kedekatan dengan anak didik ini bisa dilakukan dengan kedekatan secara lahir, namun yang tidak kalah pentingnya adalah juga membangun kedekatan secara batin.
(1)  Kedekatan secara lahir. Kedekatan secara lahir dapat dibangun dengan bentuk perhatian yang diperlihatkan kepada anak didik. Meski diperlihatkan, hal penting yang tidak boleh diabaikan adalah hendaknya dilakukan dengan hati yang tulus. Bentuk perhatian secara lahir, misalnya, menyapa dengan ramah ketika bertemu atau setidaknya tersenyum.
Menyapa dengan ramah atau setidaknya tersenyum adalah ungkapan yang paling nyata dari seseorang bahwa dirinya adalah pribadi yang terbuka. Di samping itu, menyapa dengan ramah atau setidaknya tersenyum adalah bentuk pengakuan seseorang terhadap eksistensi pribadi yang disapa atau diberi senyuman tersebut. Sungguh, ini adalah modal penting agar seseorang bisa membangun komunikasi yang baik dengan orang lain.
Seorang guru yang ingin membangun kedekatan dengan anak didiknya juga harus segera bertanya apabila mendapati anak didiknya tampak “berbeda” dari biasanya, misalnya tampak muram, menyendiri, atau bahkan ketika menyiratkan kegembiraan yang terlihat dari wajahnya yang berbinar.
Termasuk cara agar bisa membangun kedekatan secara lahir adalah menunjukkan perhatian dan bisa mendengarkan dengan baik apabila anak didiknya sedang berbicara. Seberapa pun usia mereka, misalnya menjadi guru bagi anak-anak TK, hendaknya kita menunjukkan perhatian apabila mereka berbicara. Menunjukkan perhatian tidak hanya mendengarkan dengan baik, melainkan juga memberikan tanggapan yang positif.
(2)Kedekatan secara batin; di samping membangun kedekatan secara lahir kepada anak didik, seorang guru juga perlu membangun kedekatan secara batin. Kedekatan ini bisa dilakukan dengan mendoakan secara khusus kepada anak didiknya agar diberi kemudahan dalam belajar dan mencapai kesuksesan.
Mendoakan anak didik ini bisa dilakukan secara umum atau mendoakan anak didiknya secara keseluruhan. Namun, untuk anak didik tertentu yang sering mendapatkan nilai rendah dibanding teman-temannya, anak didik yang sering dinilai ‘super’ oleh teman-temannya atau para guru, atau anak didik yang tampaknya sedang menghadapi masalah dalam keluarganya, sangat perlu untuk disebutkan namanya secara khusus dalam doa-doa kita.||

Budiman, Pendidik, tinggal di Yogya
sumber gambar : belajar.indonesiamengajar.org

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya