» » Mengajarkan Keterampilan Membaca

Mengajarkan Keterampilan Membaca

Penulis By on Thursday, January 10, 2013 | No comments




Salah satu keterampilan belajar yang perlu dipelajari anak adalah keterampilan membaca dan membudayakannya. Budaya membaca yang baik, sebagaimana ditunjukkan oleh umat Islam terdahulu, menjadi pintu bagi tumbuhnya kejayaan umat Islam.
Terdapat beberapa metode untuk mengembangkan keterampilan membaca, salah satunya adalah SQ3R atau SQRRR yang terdiri atas lima strategi penting, yaitu Survey (survei), Question (bertanya), Read (membaca), Recite atau Recall (mengingat kembali), dan Review (meninjau ulang).
Survei digunakan untuk memperoleh gambaran umum mengenai isi bacaan. Hal itu dapat diperoleh dengan cara membaca judul, kata pengantar, judul tiap bab, gambar, diagram, dan rangkuman tiap bab. Pada kasus tertentu,
setelah melakukan survei, kecuali untuk membaca buku pelajaran, pembaca dapat memutuskan apakah akan terus membaca, membatalkannya, atau menundanya di lain waktu.
Strategi berikutnya, bertanya. Untuk itu, pembaca dapat menggunakan selembar kertas yang dilipat menjadi dua bagian. Bagian kiri digunakan untuk menuliskan pertanyaan-pertanyaan yang hendak dijawab melalui aktivitas membaca dan bagian bagian kanan dibiarkan kosong yang akan digunakan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Pertanyaan-pertanyaan itu dapat berkaitan dengan jawaban tugas dari guru atau terkait dengan tujuan belajar tertentu, misalnya dengan menjawab pertanyaan tersebut akan dapat menstrukturkan pengetahuan atau informasi dalam pikiran pembaca.
Setelah bertanya, maka strategi selanjutnya yakni membaca. Pada kasus tertentu, tahap ini mungkin sangat lambat, terutama apabila tercapat informasi yang kompleks. Pertanyaan-pertanyana yang telah dibuat pada tahap sebelumnya digunakan sebagai panduan untuk memperoleh informasi yang relevan. Apabila jawaban itu belum diperoleh, anak perlu membaca ulang pada bagian-bagian tertentu, termasuk keterangan di bawah gambar, grafik, dan sebagainya. Dalam membaca, pembaca perlu mencatat kata-kata bergaris bawah, dicetak miring, atau dicetak tebal serta membaca ilustrasi gambar. Untuk lebih memahami bacaan, pembaca dapat mengurangi kecepatan membaca pada bagian yang penting dan berhenti sejenak agar lebih memahami ide penting dan informasi yang belum jelas.
Strategi keempat, mengingat kembali. Segera setelah selesai membaca, pembaca perlu mengisolasi atau mengingat kembali ide-ide penting, proses esensial, atau jawaban krusial dari pertanyaan yang telah diajukan sebelumnnya. Hal itu dapat dilakukan dengan melafalkan pertanyaan-pertanyaan yang telah disusun dan sekaligus melafalkan jawabannya dengan kalimat sendiri.
Strategi terakhir meninjau ulang. Dalam hal ini pembaca memeriksa apakah pertanyaan-pertanyan penting sudah dijawab secara memadai. Jika belum, pembaca dapat mengulang bagian-bagian tertentu yang relevan. Salah satu pengembangan dari strategi ini sekaligus memperkuat strategi sebelumnya, yaitu mengingat kembali, adalah dengan mempresentasikan dan mengkalimatkan ulang informasi penting yang telah diperoleh kepada orang lain atau teman. Hal demikian menjadikan informasi penting yang telah diperoleh betul-betul terpatri dalam pikiran pembaca.
Aktivitas membaca dengan menggunakan strategi SQ3R dapat melatih empat keterampilan penting, yaitu melihat, mengatakan, mendengarkan, dan menulis. Keterampilan ini melibatkan banyak indera. Semakin banyak indera yang dilibatkan dalam proses belajar, akan semakin besar kemungkinan untuk mengingat dan memahami isi bacaan dengan baik.||

Dr Ali Mahmudi
Dosen Pendidikan Matematika Universitas Negeri Yogyakarta
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya