» » Pelajaran Makan Siang di Sekolah

Pelajaran Makan Siang di Sekolah

Penulis By on Wednesday, November 6, 2013 | No comments



Sekolah full day saat ini menjadi alternatif yang banyak dipilih, terutama oleh keluarga yang sibuk bekerja seharian. Orangtua sangat terbantu dari sisi waktu dan pengasuhan. Konsekuensinya, tentu harus membayar lebih mahal karena ada biaya makan dan minum di sekolah. Tetapi bisa juga hitungan per bulannya lebih irit jika dibandingkan dengan anak yang tidak diawasi dan diperbolehkan jajan. Biaya jajan anak bisa jauh lebih mahal.
Lepas dari perhitungan ekonomis, ada keuntungan dari perhitungan pedagogis jika makan siang ini dikelola dengan baik oleh sekolah. Sebab hal ini dapat menjadikan makan siang sebagai pelajaran yang berharga.
Usahakan sekolah mempunyai dapur sendiri. Jika tidak memungkinkan bisa catering. Keberadaan dapur penting sebagai penunjang sumber belajar pada tema-tema terkait. Meskipun dari catering, upayakan disajikan belum berbentuk racikan per porsi, tetapi masih terpisah per kelas. Satu kelas,  nasi, sayur, lauk dan lain-lainnya masih menjadi satu.
Memang repot. Tetapi di situlah anak akan belajar dengan aktif. Belajar melayani bagi anak yang hari itu piket menyajikan makan siang. Belajar tertib saat bergantian mengambil nasi, sayur dan lauk. Belajar tanggungjawab saat anak memberesi dan mencuci alat makannya masing-masing. Belajar menghormati saat anak harus mendahulukan guru dan mencucikan alat yang digunakan guru. Belajar adab makan karena dikontrol oleh guru pendamping.
Untuk itu diperlukan perlengkapan makan yang mencukupi. Di samping perlengkapan, yang biasanya menjadi kendala adalah waktu. Waktu makan terbatas apalagi jika jumlah muridnya banyak. Jika sudah tertib, waktu 30 menit cukup. Yang membutuhkan waktu adalah saat antri mengambil makan. Solusinya adalah diperbanyak alat untuk mengambil makan. Sehingga bisa mengambil dari dua sisi. Atau ada dua tempat yang masing-masing bisa diambil dari dua sisi.
Ada beberapa manfaat lain dari makan bersama di sekolah. Antara lain anak menjadi mau makan sayur. Sayuran adalah makanan yang paling tidak disukai oleh kebanyakan anak. Padahal sayuran yang kaya dengan serat dan mineral ini sangat penting bagi anak. Saat makan bersama, guru akan mendorong bahkan bisa “memaksa” anak untuk mengambil makanan yang ada, termasuk sayur. Karena semua anak makan makanan yang sama, anak pun akan terdorong untuk menikmati kebersamaan dalam makan ini.
Dalam makan bersama, juga ada situasi yang kondusif, yakni menumbuhkan rasa syukur akan nikmat Allah Ta’ala. Dengan tempat duduk ditata rapi, anak-anak yang sudah mengambil makan akan duduk tenang menunggu teman-temannya yang lain. Setelah semua anak mengambil makanan, guru memberi pengantar tentang makanan yang ada di hadapannya. Kemudian salah satu murid untuk mengawali dengan memimpin doa sebelum makan. Ketika makan bisa terjadi dialog ringan antara guru dan murid.
Anak yang sudah selesai makan akan menunggu teman-temannya yang belum selesai. Setelah semua selesai makan, salah satu akan memimpin doa selesai makan. Selama makan anak mengamalkan adab makan.
Adab makan yang bisa dilakukan antara lain; cuci tangan sebelum makan, membaca doa sebelum makan, makan sambil duduk, makan dengan tangan kanan, mengambil makan dari yang dekat dulu, makan sampai habis tidak bersisa, makanan tidak berceceran, tidak mencela makanan, mendahulukan yang tua atau yang lebih dihormati, dan berdoa setelah makan.||

Slamet Waltoyo
Pengasuh Madrasan Diniyah Saqura (Sahabat Qur’an) Sleman
foto sdit-ibnu-abbas-kebumen.blogspot.com

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya