» » Tips Cerdas : Gangguan Konsentrasi Belajar

Tips Cerdas : Gangguan Konsentrasi Belajar

Penulis By on Thursday, November 14, 2013 | No comments


  
“Aduh, Bu, anak saya kalau di rumah, baru saja belajar 10 menit saja, tapi kok setelah itu sudah bosan, gelisah dan melakukan kegiatan-kegiatan yang lain ya?” Keluh seorang ibu kepada temannya di sela-sela menjemput putrinya sekolah. “Iya, Bu. Anak saya juga begitu. Baru beberapa menit belajar, sudah merengek minta nonton televisi,” jawab teman sang ibu.
Mungkin banyak di antara kita yang mempunyai masalah serupa. Kesulitan konsentrasi pada anak dapat diindikasi bila perhatian mereka mudah terpecah atau mudah teralih. Anak sulit untuk fokus dalam memperhatikan suatu hal. Jadi, untuk suatu pekerjaan, mereka tidak bisa menuntaskannya. Baru sebentar saja, perhatiannya sudah berubah dan itu terjadi pada semua hal. Akan tetapi orangtua baru dapat menyimpulkan bahwa anaknya mengalami sulit konsentrasi, setelah dibandingkan dengan anak normal umumnya.
Konsentrasi adalah kemampuan untuk memusatkan atau mempertahankan perhatian pada sesuatu hal dalam rentang waktu tertentu. Nah, untuk mengetahui seberapa lama rentang waktu kemampuan konsentrasi seseorang, rumusnya adalah 3–5 menit dikalikan usia. Jadi, pada anak usia 4 tahun, misal, kemampuan berkonsentrasi idealnya adalah 12–20 menit. Anak yang mencapai batas minimal rentang waktu tersebut (12 menit) boleh dibilang kurang bisa berkonsentrasi.
Gejala ini sebaiknya disikapi dengan bijaksana. Orangtua hendaknya tidak bisa langsung menyimpulkan bahwa anaknya mengalami gangguan konsentrasi, karena mereka memang sedang berada pada tahap senang untuk menjelajahi dunia mereka dan mengeksplorasi hal-hal baru yang ada di sekitarnya. Mereka sedang dalam proses belajar untuk berpikir dan menganalisa sebab akibat. Hal ini mungkin tampak biasa di  mata orang dewasa, tetapi bagi anak ini merupakan hal yang indah.  Hal inilah yang menyebabkan mereka cenderung terganggu dengan hal-hal atau kejadian yang terjadi di sekitar mereka.
Tips agar anak konsentrasi dalam belajar:
Ø  Jangan membuat kegaduhan saat anak sedang belajar. Apapun penyebabnya, pasti konsentrasi seseorang akan terpecah bila mendapatkan sesuatu hal yang berisik dan kegaduhan.
Ø  Beri waktu istirahat yang cukup. Bila tubuh anak sudah lelah, jangan dipaksakan untuk terus belajar. Biarkan anak beristirahat yang cukup, karena bila dipaksakan pun belajarnya akan menjadi kurang optimal. Misalnya ketika mereka pulang sekolah, biasakan agar anak tidur siang walau hanya 1-2 jam. Ini membuat otak dan fisik mereka istirahat, sehingga bila bangun tidur anak akan lebih segar untuk diajak berpikir. Selain itu atur waktu tidur malam mereka, jangan sampai terlalu larut. Anak yang tidak tidur baik pada malam harinya, maka akan mempengaruhi konsentrasi anak pada keesokan harinya.
Ø  Jangan bersikap seperti guru. Anak pasti sudah merasa puas dengan kegiatan mereka di sekolah dan dengan sosok seorang guru. Kesalahan yang sering tidak orangtua sadari adalah mereka kerap memposisikan diri mereka sebagai guru yang berada di rumah. Diperlukan pendekatan yang berbeda. Sesuatu yang lebih personal dan lebih intim dengan anak. Berikan anak rasa nyaman berada dekat anda, sehingga apa yang anda perintahkan (termasuk belajar), akan secara mudah di turuti oleh anak.
Ø  Buatlah tempat belajar anak yang nyaman dan sesuai dengan tipe belajarnya. Ada anak yang senang belajar dengan diiringi musik tetapi ada juga yang dapat berkonsentrasi bila suasana hening, sunyi, tidak ada gangguan suara apapun.
Ø  Posisi tubuh juga mempengaruhi konsentrasi belajar. Sebaiknya jangan dengan posisi yang salah, seperti tiduran, badan membungkuk sambil meletakkan kepala diatas meja atau sambil nonton tv. Belajarlah dengan posisi duduk di meja belajar dan kursi yang membuat anak nyaman untuk belajar.
Ø  Hindari penempatkan televisi serta permainan seperti playstation pada ruang belajar anak.
Ø  Perlu juga diketahui, beda anak, maka berbeda pula pendekatan yang harus orangtua jalani. Kenali karakter anak anda agar dapat menemukan solusi yang terbaik agar dapat meningkatkan konsentrasinya.

Indah Muflikhah
Ibu rumah tangga, tinggal di Yogya
foto gayabelajar.net

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya