» » Tips Cerdas : “Yah…., Aku Ingin Seperti Oezil!”

Tips Cerdas : “Yah…., Aku Ingin Seperti Oezil!”

Penulis By on Friday, April 18, 2014 | No comments


Oleh :  Muhammad Abdurrahman 

“Ayah….., Oezil lagi ngapain? Kok tangannya menengadah, kepalanya nunduk kayak orang sedang berdoa?” seloroh Ahmad ketika melihat ayahnya membaca sebuah berita dari salah satu situs internet. Saat itu, sang ayah sedang membuka link berita tentang pemain sepakbola asal Jerman, Mesut Oezil. Kebetulan pula foto yang terpampang adalah saat pemain muslim tersebut tengah berdoa sebelum bertanding.
“Dia sedang berdoa, Nak” jawab sang Ayah.
“Kok cara doanya mirip sama kita?”
“Oezil kan memang seorang muslim,”
“Wah….., hebat ya, Ayah. Ada pemain bola muslim yang masih bias menyempatkan diri untuk berdoa sebelum bertanding,” timpal Ahmad yang baru duduk di kelas 2 SD ini.
“Iya, Nak…. Ini adalah  bentuk rasa cinta dia pada Islam. Meski umat muslim di sana tidak terlalu banyak, namun dia tetap tidak malu untuk menunjukkan kecintaannya pada Islam,”  balas Ayah.
“Kalau begitu, besok pas aku main bola, aku mau berdoa dulu kayak Oezil. Kan di sini banyak yang muslim, masa’ kalah sama Oezil,” tandas Ahmad.
“Eits….., ingat. Jangan hanya pas mau main bola saja. Setiap akan memulai aktivitas, kita juga harus mengawalinya dengan doa. Dilihat ataupun tidak dilihat orang. Cinta Islam tidak hanya dengan doa saja, tapi juga dengan menjalankan segala perintah dan menjauhi larangan Allah. Percuma bilang cinta Islam, tapi kok tidak pernah shalat, puasa, mengucapkan salam, sedekah dan lebih banyak bermaksiyat. Ahmad cinta Islam tidak?”
“Iya donk Ayah…,” ujar Ahmad.
***
Setiap orangtua tentu menginginkan anaknya menjadi saleh dan mencintai agamanya. Ibnu Asakir meriwayatkan Hadits dari Sa’ad bin Abi Waqqas, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang Umair bin Abi Waqqas ikut dalam perang Badar karena dianggap masih kecil. Larangan itu membuat Umair terpukul dan menangis. Sekalipun masih kecil, di dalam diri Umair sudah tertanam kuat bahwa perang membela Islam itu sebuah kemuliaan yang amat tinggi. Melihat reaksi Umair, Rasulullah luluh. Beliau kemudian mengijinkan anak yang belum cukup umur itu ikut berjihad.  
Kisah lain diriwayatkan oleh Ibnu Syaibah Asy-Sya’bi yang terjadi pada perang Uhud. Ada seorang  ibu dengan sangat semangat mengantarkan anaknya yang masih kecil kepada Rasulullah agar diikutkan perang. Dia berharap sekali agar  Rasulullahmengizinkan anaknya berpartisipasi dalam berjihad seraya berkata, “Ya Rasulullah, ini anakku sudah siap menyertai Anda berperang.”  Rasulullah kemudian memerintahkan anak itu membantu membawa peralatan perang. 
Pada waktu perang berlangsung, anak tersebut terluka. Ia  lalu mendatangi Rasulullah. Beliau bersabda, “Hai anakku, semoga engkau tidak gelisah dan bersedih hati!” Dengan tegas ia menjawab, “Tidak, ya Rasulullah.” 
Harus kita akui bahwa menjadi orangtua pada zaman sekarang tidaklah  mudah.  Apalagi jika mengharapkan anak yang tidak sekedar pintar, melainkan juga taat dan  mencintai Islam sepenuhnya. 
Untuk mendidik anak agar  shaleh, kita tidak bisa sepenuhnya menyerahkan kepada sekolah. Tapi peran aktif orangtua juga amat diperlukan dalam masalah ini. Orangtua harus menjadi contoh yang baik bagi anaknya. Mana mungkin anak mau disuruh shalat atau membaca al-Qur`an, jika orangtuanya tidak shalat dan tidak senang membaca Alquran?||

Tips Agar Anak Cinta Islam
Ø  Ajak anak belajar menalar bahwa dirinya, orangtuanya, seluruh keluarganya, manusia, dunia, dan seluruh isinya diciptakan oleh Allah. Dari sini orangtuanya bisa menyampaikan kepada anaknya, mengapa manusia harus beribadah dan taat kepada Allah.
Ø  Tanamkan akhlak  seperti berbakti kepada orangtua, santun dan sayang kepada sesama, bersikap jujur, berani karena benar, tidak berbohong, bersabar, tekun bekerja, bersahaja, sederhana, dan sifat-sifat baik lainnya. 
Ø  Perlu adanya contoh dari orangtua dalam memelihara ketaatan serta ketekunan dalam beribadah dan beramal shaleh.  Insya Allah, dengan begitu anak akan mudah diingatkan secara sukarela. 
Ø  Tarik-menarik pengaruh lingkungan dan keluarga akan mempengaruhi sosok pribadi anak.  Untuk mengatasi persoalan ini, maka dakwah pada masyarakat juga harus digalakkan.

* Muhammad Abdurrahman, Pemerhati dunia anak, Tinggal di Yogya 

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya