» » Menikmati Ketaatan

Menikmati Ketaatan

Penulis By on Wednesday, May 21, 2014 | No comments

doc/thorif
Oleh Yurisa Nurhidayati

"Setiap kesulitan itu, adakah mendekatkan diri kita pada Allah ataukah justru menjauhkan?"

Pertanyaan sederhana, simpel, dan sering didengar di forum-forum kajian. Tapi bagi yang sedang dililit ujian, pertanyaan itu begitu bermakna.
Belajar menjadi seorang istri shalihah rupanya tidak semudah dibayangkan saat saya masih jomblo (hehe). Ketika Allah menjodohkan saya dengan suami istimewa, seorang guru ngaji yang jam terbangnya tinggi, maka tanggungjawab saya berada di rumah adalah: menjaga diri dan harta suami dengan penuh ketaatan pada Allah. 

Menjaga diri dalam taat.
Ah ini perjuangan dahsyat bagi diri saya pribadi. Berada di lingkungan baru dan saya yang berkarakter penyendiri. Saya kehilangan banyak rutinitas yang menghidupkan selagi berada di Jogja dahulu.... Kehilangan suasana majelis ilmu, kehilangan kawan-kawan diskusi, kehilangan my qur'an buddies...
Kehilangan itu sering kali terasa saat suami harus menunaikan amanah di luar. Dan saya harus berdamai dengan sepi. Terkadang sesak. Tapi disinilah letak ujiannya. Di sinilah letak jihadnya. Akankah diri ini bertambah taat atau kufur nikmat?

Setelah direnung-renung, setelah menikah sebenarnya berjuta nikmat begitu bertambah. Namun sempit hati dan futur membuat diri berpusat pada masalah yang jumlahnya bahkan bisa dihitung dengan jari. Satu berbanding berjuta. 

Sekarang saya (harus) terus belajar. Banyak kata 'seharusnya' untuk diri ini. Yang harus dilawan adalah kemalasan dan putus asa. Yang harus digiatkan adalah amal-amal shalih dan keistiqomahannya. Baik ketika sendiri, saat bersama suami, atau ketika bersama banyak orang.

Pesan suami, bahwa "manusia itu selalu dalam satu kondisi. Jika ia tidak dalam taat, berarti sedang bermaksiat. Belajarlah dari shahabiyah bagaimana mereka mengisi waktunya". Hiks jleb banget. 

Smoga kita diberi pertolongan oleh Allah, untuk dapat menikmati ketaatan, tak peduli dalam lilit ujian atau guyuran nikmat. 


*) Yurisa Nurhidayati, Lulusan Psikologi UGM, tinggal di Padang. Twitter @unirisa
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya