» » Tips Cerdas : Komunikasi Suami Istri

Tips Cerdas : Komunikasi Suami Istri

Penulis By on Monday, May 12, 2014 | No comments

google.com
Oleh Dwi Estiningsih

Kata-kata yang kita ucapkan memiliki kekuatan besar. Oleh karena itu, gunakan komunikasi yang penuh kasih, enak didengar, dan efektif, terutama kepada pasangan sendiri. Nah, anda dapat mempraktikkan saran-saran berikut ini:
1.      Jangan suka berasumsi. Lebih baik minta penjelasan atas apa yang diutarakan lawan bicara. Asumsi Anda belum tentu benar, salah-salah terjadi kesalahpahaman.
2.      Selalu merasa paling benar. Jangan pernah berkomunikasi hanya karena ingin menjadi yang paling benar. Percayalah, hal ini tidak akan berhasil
3.      Mengungkit masalah lama. Jangan mengungkit persoalan yang sudah lewat, kecuali memang diperlukan untuk memberikan penjelasan.
4.      Minta dipuji. Jika tujuan Anda berkomunikasi hanya ingin dipuji, itu memperlihatkan sikap egois Anda dan komunikasi yang baik tidak akan tercapai.

5.      Menguniversalkan pendapat pribadi. Contohnya, Anda mengatakan, “Semua orang sudah tahu, kok, apa yang saya katakan pasti benar.” Itu sama saja Anda berusaha untuk dibenarkan atau ingin dapat pujian.
6.      Membandingkan. Perlakukan setiap orang sebagaimana Anda ingin diperlakukan. Sikap membeda-bedakan hanya akan merusak komunikasi antara Anda dan lawan bicara..
7.      Berperilaku negatif yang dramatis. Hal ini hanya akan menambah api dalam sekam. Yang diperlukan adalah ketenangan, kepala dingin, dan membicarakan masalah tanpa rasa marah.
8.      Menggunakan bahasa negatif. Bahasa emosional yang negatif seperti, “Kamu tidak pernah mendengarkan saya” tidak memberikan jalan keluar. Kata-kata seperti “tidak pernah” terdengar menghakimi dan akan membuat lawan bicara lebih membela diri.
9.      Tidak menghargai sikap positif. Jika pasangan sudah berusaha melakukan sesuatu sesuai keinginan Anda, hargailah. Katakan terima kasih karena ia telah bersedia memenuhi permintaan Anda.
10.  Sama dan sejajar. Jangan berkomunikasi untuk mendapatkan persamaan atau untuk membalas dendam. Contohnya, Anda bersitegang dengan pasangan dan mengatakan dia memperlihatkan sikap bermusuhan, jangan heran jika dia merespon bahwa justru Anda yang memperlihatkan sikap demikian padanya.

11.  Berbohong. Anda tentu juga tidak senang jika dibohongi. Oleh karena itu, pastikan Anda jujur.

Membiarkan campur tangan dari luar. Bicarakan masalah langsung pada orang yang bersangkutan hingga selesai. Jangan libatkan orang lain.

sumber www.dwiestiningsih.com
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya