» » Menjaga Anak dalam Jejaring Hubungan

Menjaga Anak dalam Jejaring Hubungan

Penulis By on Friday, August 22, 2014 | No comments

Oleh R. Bagus Priambodo

Menjaga anak merupakan salah satu kewajiban pokok orang tua. Hal ini adalah perintah Allah kepada orang tua untuk menjaga keluarga dari kesengsaraan, terutama penderitaan abadi yakni neraka. Orang tua perlu mengajarkan ilmu agar anak pandai menunaikan kewajiban ataupun menjaga diri dari keburukan.

Dewasa ini orang tua dihadapkan ujian pada hal yang belum hadir di jaman terdahulu. Internet yang makin sering digunakan dan makin dekat dengan kehidupan anak-anak. Bukan perkara mudah untuk mencegah sama sekali anak dari menggunakan internet. Di dalam rumah ataupun di luar rumah. Tatkala bersanding maupun ketika anak-anak bersama teman-temannya.
            
Orang tua di jaman ini dituntut kepahaman dan kebenaran langkah dalam menjagai anak di jaman penggunaan internet. Salah satu fasilitas yang digunakan secara luas oleh pemakai kemudahan internet, termasuk anak-anak, adalah jejaring social. Sudah banyak orang tua yang terkejut ketika mendapati anaknya yang dilihat baiknya ia dapati terlibat perbuatan jelek yang amat dibencinya karena menggunakan internet. Sebagian orang tua keliru karena tidak memperhatikan dan mendampingi anaknya dalam berjejaring. Sebagian lagi karena tidak paham.

Anak- anak hendaklah dibekali seperangkat sikap yang menjaganya.

Menundukkan pandangan dari hal yang tidak berhak dilihat merupakan kewajiban anak-anak kita pula. Di dunia nyata atau di dunia maya. Bahkan ada kalanya tanpa mencari pun, seseorang akan didatangi pemandangan yang buruk. Baik perempuan yang tersibak auratnya ataupun gambar jelek lainnya. Maka kemampuan menahan diri dari memasuki pintu-pintu yang menuju gudang gambar jelek ataupun menghindarkan diri dari gambar yang datang adalah penjagaan yang perlu bagi anak-anak. Terutama lagi adalah cegahan dari memasang gambar diri yang tidak berhak dilihat oleh orang lain.

Kebebasan berpendapat mengiringi derasnya penggunaan jejaring social kini. Berbagai pernyataan tidak benar bagitu banyak dilontarkan oleh orang-orang yang dangkal pengetahuan. Juga perdebatan yang tidak bermanfaat sering dilakukan. Seseorang yang kurang tabayyun atau mencari kejelasan informasi yang benar akan sering tertuntun oleh sampah sampah info di internet ini.  Maka mengambil dari sumber yang terpercaya dan mengkonfirmasikan info kepada ahlinya merupakan ketrampilan yang menjaga.

Berhati-hati merupakan sikap dasar dalam berjejaring social. Tidak hanya orang-orang baik saja yang terlibat, tetapi begitu banyak yang buruk. Begitu banyak yang tertipu dan menjadi korban kejahatan karena tidak teliti. Sering hal yang tampak begitu menarik dan baik ternyata amat berbeda dengan keadaan sebenarnya. 

Begitu banyak anak yang kurang memperhatikan kepantasan, kebenaran, dan dampak tulisan yang ia kirimkan di jejaring. Maka ia kurang menjaga dirinya dan kurang menjaga orang lain. Bahkan tidak sadar menyakiti orang lain. Juga membuka kesempatan bagi orang jahat untuk berbuat jelek terhadap dirinya.

Begitu banyak group maupun akun yang berisi berbagai keburukan. Adu domba, hasutan, informasi yang tidak benar, atau tipuan. Baik secara terang maupun samar. Maka perlu tegaskan untuk meninggalkan, remove, ataupun hapus hal yang demikian.

Hubungan yang luas merupakan kesempatan untuk menyerukan kebaikan dan menuntun orang-orang yang salah untuk kembali baik. Berbagai hal bisa dilakukan. Baik menuliskan susunan kalimat sendiri maupun menyebarluaskan ilmu para shalihi yang alim. Dengan menggunakan potensi hubungan yang luas melalui media social untuk menyeru kebaikan ini sekaligus akan menutup dari sekedar berkirim candaan belaka ataupun bangga diri kepada khalayak.

Mengatur waktu merupakan hal penting. Diperlukan kemampuan utnuk mendisiplinkan diri dan mengendalikan diri supaya tidak larut dalam menuruti keinginan terus menerus berasyik di penggunaan social media. Bisa memutuskan untuk berhenti dan shutdown gadget.


Orang tua memang mesti berupaya dengan ketegasannya dan ketauladanannya. Termasuk dalam berjejaring ini. Anak-anak yang ditelantarkan sendiri untuk mengarungi deraan ujian internet di jaman ini mudah mengalami pengalaman dan pengaruh buruk. Hanya kepada Allah lah kita bertawakal dalam penjagaan anak-anak hingga tershalihkan terus.
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya