» » Al-Akhfiyaa' : Cukuplah Antara Dirimu dan Allah

Al-Akhfiyaa' : Cukuplah Antara Dirimu dan Allah

Penulis By on Thursday, October 16, 2014 | No comments

google.com
Oleh Yurisa Nurhidayati

Kalau sedang di jalan... melihat bapak-bapak tua yang dagang mainan anak-anak, atau tukang sol sepatu, ibu-ibu yang berjuang dijalan menjajakan makanan, atau tukang bangunan tersirat di hati:

Kita ga tau, mungkin mereka-mereka inilah yang masuk surga duluan. mereka yang mungkin adalah Al-Akhfiyaa', tidak dikenal di dunia, di dunia nyata apalagi dunia maya, yang keberadaannya ada atau tiada sama saja. tapi mereka terkenal di masyarakat langit dengan amal-amal shalih mereka yang tersembunyi. 

Sedangkan sekarang, di zaman ngga karuan gini, popularitas, narsis, dan 'eksis' adalah budaya. banyak orang yang senang ketika terkenal, ketika kebaikan diketahui oleh seantero dunia (padahal kebaikannya itu itu aja), bahkan yang lebih sedih maksiat pun sudah tidak malu lagi dipublikasi... jadi barang dagangan.. ah zaman topeng.. fasilitasnya begitu mudah. kalau orang dulu kalau mau pamer amal harus lewat lisan dan perbuatan, harus lewat jabatan-harus kaya raya-harus jadi artis-harus masuk TV, tapi di zaman sekarang SEMUA ORANG cukup mengetik saja di soc-med, seketika seorang yang bertahajud sendirian di kamar diketahui seluruh kawan-kawannya sekampung senegara. seorang yang membaca Quran sendirian tiba-tiba sudah terkenal amalnya dalam sekian detik, padahal baca Quran-nya 5 menit, twitteran 1-2jam.. memang adakalanya perlu syi'ar untuk mencontohkan, tapi jika harus setiap hari ditulis? hei apa kabar hati? ittaqullah...ittaqullah...ittaqullah... padahal ulama terdahulu menggunakan sejuta cara untuk menyembunyikan amal shalihnya, misal berpura-pura flu untuk menyembunyikan tangisnya saat shalat, keluar di malam hari bergelap-gelap agar tiada satupun lihat ia berinfaq, berpura-pura baru bangun tidur padahal semalaman ia berdiri shalat.... gurat mukanya akan berubah sedih jika rahasia amal shalihnya ketahuan... 

Ini untuk refleksi diri, dan juga refleksi keluarga kita di rumah.. jujurlah...
Bukan untuk merefleksi orang lain..
Di akhirat kita akan sibuk dengan amal kita sendiri, dan bukan amal orang lain...
Sudahkah selamat dari budaya riya' dan ujub ini?
Rasa-rasanya..... hanya pertolongan dan cinta Allah lah yang membuat kita bisa tegar berdiri dengan genggam iman..

Ya Robbi..
Belajarkan kami... 
Masukkan kami dalam golongan Al-Akhfiyaa'
Golongan yang gemar beramal shalih dengan sembunyi-sembunyi...
Yang amal-amalnya menjadi rahasia,
Antara kami dan Engkau saja.... 

*) Yurisa Nurhidayati, Alumni Psikologi UGM, tinggal di Padang
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya