» » Anak-anak Langit

Anak-anak Langit

Penulis By on Thursday, October 23, 2014 | No comments

doc pribadi dari FB
Oleh Miftahul Jannah

Beberapa hari yang lalu, seorang teman  menelepon saya, bercerita tentang hadiah istimewa yang ia dapat dari seorang gadis tujuh tahun bernama Esa. Esa (7 tahun), Kaab (5 tahun), dan Embun (2 tahun) adalah tiga kakak beradik yang sedang ditinggal Ayah dan Bundanya dakwah ke Maluku selama 15 hari.

Teman saya ini menjenguk mereka ke tempat mereka dititipkan sambil membawa lauk. Waktu teman saya memberikan lauk itu pada Esa, Esa bilang begini,
"Jazakillaah Amah sudah bawakan kita lauk, lain kali Amah ga usah repot-repot ya, kita sudah biasa kok hidup mujahadah"

Duh, saya yang mendengarnya saja amat sangat terharu.
“Esa, dewasa sekali kamu, Nak... " kata hati saya. Bahkan, ibu tempat mereka dititipkan pun berkata,  "MasyaAllaah, sungguh saya banyak belajar dari anak-anak ini, betapa mandirinya"

Teman saya yang membawakan lauk kebetulan diberi Allah nikmat kelapangan rizqi, mestinya Esa dan adik-adiknya dititipkan padanya, entah kenapa tidak jadi. Kesempatan menjenguk itu ia gunakan juga untuk bertanya pada Esa,
"Kenapa Neng Esa ga jadi di tempat Amah?"

Esa menjawab sambil tersenyum malu
"Nanti kalau di tempat Amah kami dikasih makanan yang mewah-mewah"

MasyaAllaah... Teman saya lalu bertanya,
"Memangnya Neng Esa biasanya makan apa?"

Saya hampir tidak percaya ketika teman saya berkata bahwa Esa cerita,
"Di rumah kalau kami ada rizqi kami biasa makan pake kecap, kalau ga ada rizqi kami makan pake garam, uangnya dikumpulin buat Ayah sama Bunda dakwah..."

Subhanallah... Ayah, Bunda, teman-teman semua... kalau saya lihat tumbuh kembang Esa, Ka'ab, dan Embun secara fisik, kognitif, verbal, afeksi maupun sosio-emosional... Kalau saya ingat bahwa kemanapun mereka pergi yang mereka serbu pertama kali adalah buku... betapa banyaknya hafalan Qur'an mereka... rasa-rasanya saya tak percaya kalau menu makanan mereka itu kecap dan garam. Tapi apatah kekuasaan kita sebagai makhluq? Karena mereka telah mampu hidup dengan  “ALLAH KUASA, MAKHLUK TAK KUASA" dan untuk perkara itu, tidak ada kata "Tapi" teman...

Wallahua'lam...

Saya pribadi sangat malu dengan masih sedikitnya rasa syukur saya pada Sang Khaliq atas segala nikmat yang telah diberikan-NYA...

Semoga ada pelajaran yang dapat kita petik ya Ayah,  Bunda, teman-teman semua...

Miftahul Jannah, istri dari Salman ‘Sakti” AL-Jogjawy, eks Sheila on Seven yang sekarang aktif berdakwah. Berteman dengan beliau di Facebook? Klik saja MiftahulJannah
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya