» » Kisah Zahro (Putri Salman 'Sakti' Al-Jogjawy) Lulus ASI

Kisah Zahro (Putri Salman 'Sakti' Al-Jogjawy) Lulus ASI

Penulis By on Friday, October 17, 2014 | No comments

doc pribadi, foto facebook
Oleh Miftahul Jannah

Hal yang paling mengkhawatirkan Umi dalam masa-masa Zahro memasuki usia 2 tahun adalah bagaimana menyapih Zahro dari ASI dan bagaimana reaksinya atas penyapihan itu. Komitmen Umi adalah kami berdua sama-sama ridho atasnya, terutama sih keridhoan Zahro - untuk melepas salah satu sumber kenyamanan terbesarnya dalam 23 bulan ini.

Awalnya Umi berniat menyapih Zahro kalau dia sudah tepat 2 tahun nanti, sudah pake janjian juga dengan Zahro, "Zahro, nanti kalau sudah umur 2 ga nenen lagi ya, Nak". Kadang Zahro jawab "Ya", kadang "Emoh". Tapi dalam hati Umi khawatir, terutama saat malam hari Zahro sangat lekat sekali dengan "nenen"nya itu, kalau dilepas pasti menangis. Dan menurut Umi itu merupakan gejala yang tidak sehat, karena sebenarnya dia sudah tidak lagi menghisap ASI.

Ide untuk memajukan jadwal penyapihan bermula ketika Umi harus menjaga Abinya Zahro waktu opname di rumah sakit. Selama empat hari full Zahro tidak mendapat ASI, and she is okay... Malam hari pun kalau terbangun, kata Nenek dia cuma bilang "Umi ndak ada" lalu tidur lagi. So, sepulangnya dari rumah sakit kita coba buat gak kasih ASI, selama bangun tidur dampai menjelang tidur malam dia no problem, tapi menjelang tidur malam pasti nangis sampai menjerit minta nenen. Karena ga tega, ya udah nenennya lanjut lagi. "Kan belum 2 tahun, Mi" begitu kata si Abi.

Nah, dua hari yang lalu Umi mencoba menerapkan metode baru. Feelingnya Umi, yang Zahro tidak ridho lepas adalah kenyamanan dari proses dia mendapatkan ASI. Maka Umi menawarkan kenyamanan dalam bentuk lain padanya. Umi bilang sama Zahro, "Zahro, sekarang Zahro kalau nenen bukan menghisap ASI Nak, tapi Zahro cuma ngempeng. Kalau Zahro cuma ngempeng maka Zahro gak boleh nenen lagi. Kalau Zahro mau dipeluk Umi, nanti Zahro boboknya Umi peluk". Nah, ketika dia sudah mulai merengek minta "Nenen Umi..." saya diam aja. Tidak lama kemudian keluar kata "Peluk, Umi"...hehehe...alhamdulillaah sudah dua hari ini Zahro lepas ASI. Hari pertama selama tidur dia full minta dipeluk, tadi malam dia sudah bisa tidur tanpa terlalu banyak pelukan. Alhamdulillaah...

Mudah-mudahan ASI yang sudah masuk ke tubuh Zahro selama 23 bulan ini menjadi asbab keshalehan, kesehatan dan kecerdasan baginya...dan penyusuan Umi terhadap Zahro selama 23 bulan ini diterima ALLAH sebagai salah satu amal shalih....Amiiin ya Robbal 'Alamiin....

*) Miftahul Jannah, Magister Profesi Psikologi Universitas Gadjah Mada, Istri dari Salman ‘Sakti’ Al-Jogjawy, eks Sheila on Seven
*) Tulisan ini diambil dari catatan facebook Miftahul Jannah


Baca Juga Artikel Terkait Lainnya