» » Makanan Cerdas : Telur Asin

Makanan Cerdas : Telur Asin

Penulis By on Sunday, December 21, 2014 | No comments


Oleh Ana Noorina


Telur asin memang memiliki kelebihan dari telur rebus biasa. Jika pada telur rebus biasa yang disimpan di dalam kulkas hanya mampu bertahan kurang lebih dua hari, maka pada telur asin dapat bertahan kurnag lebih selama sepuluh hari. Selain itu telur asin juga memiliki rasa yang lebih gurih dari pada telur rebus biasa yang biasanya rasanya sedikit hambar.

Salah satu jenis telur yang sangat bagus dibuat telur asin adalah telur bebek atau telur itik. Karena telur asin juga terbuat dari telur, maka keduanya memiliki kandungan yang sama yaitu sumber protein, vitamin dan mineral yang cukup tinggi. Namun karena terdapat perbedaan proses pembuatan yaitu dengan cara pengasinan, maka ada beberapa komposisi yang sedikit berkurang dan bertambah.

Selain lebih awet dan tahan lama, telur asin ternyata juga terdapat peningkatan jumlah kalsium hingga 25 kali. Oleh sebab itu tidak heran jika orang yang sedang mengalami patah tulang disarankan untuk mengkonsumsi telur asin yang mengandung protein tinggi asalkan tidak berlebihan. Makanan yang mengandung protein tinggi juga bagus untuk anak yang sedang dalam masa pertumbuhan.

Telur asin mengandung kalsium, protein, asam lemak omega 3 yang terdapat dalam kuningnya. Protein yang terdapat di dalam telur lebih tinggi dari pada protein yang terdapat pada daging dan susu. Protein berfungsi sebagai zat pembangun untuk pertumbuhan sel dan perbaikan sel tubuh yang rusak. Protein telur mengandung semua asam amino esensial yang dibutuhkan oleh tubuh termasuk asam lemak omega 3 baik untuk kecerdasan otak.

Telur memang mengandung lemak jenuh namun tetap aman untuk dikonsumsi asal dalam batas yang wajar dan Anda tidak memiliki riwayat kolesterol yang tinggi. Oleh sebab itu telur asin tidak boleh dikonsumsi oleh penderita darah tinggi karena kandungan garam telur asin yang tinggi bisa menyebabkan penumpukan cairan dalam tubuh akibatnya tekanan darah dapat semakin meninggi.


*) Ana Noorina, Pemerhati Gizi
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya