» » Di Rumah Lebih Banyak Sumber Belajar Alamiah

Di Rumah Lebih Banyak Sumber Belajar Alamiah

Penulis By on Tuesday, January 27, 2015 | No comments


Oleh Slamet Waltoyo

Ada beberapa sekolah yang telah mengadakan pelatihan atau sosialisasi tentang Kurikulum 2013 bagi orangtua murid. Kita hargai dan ini penting. Penting bagi kelancaran pembelajaran dan terutama bagi keberhasilan anak dalam belajar agar orangtua tidak sekedar tahu apa kurikulumnya tetapi harus pula memahami bagaimana proses belajarnya sehingga bisa mengambil peran dalam mendukungnya.

Pada Kurikulum 2013 tingkat Sekolah Dasar, proses pembelajarannya adalah terpadu (integrated instruction) dengan model tematik. Sistem pembelajaran yang memungkinkan anak (secara individu atau kelompok) aktif untuk menemukan konsep-konsep keilmuan secara holistik, bermakna dan otentik sehingga pembelajarannya berorientasi pada praktik sebagai bentuk pengalaman belajar.

Pembelajaran tematik terpadu menekankan pada pembentukan kreativitas, pemberian sejumlah kegiatan dalam suasana yang alamiah (natural). Keaktifan murid yang merupakan wujud dari rasa ingin tahunya sangat berperan dalam menunjang keberhasilannya sebagai pembelajar.

Berangkat dari tema yang telah ditentukan, murid bereksplorasi dengan cara mengamati, membaca, menanyakan, mencoba melakukan, dan sebagainya dari berbagai sumber belajar yang telah disiapkan dan disekenario oleh guru di sekolah. Di sini kelengkapan sarana sekolah dan kreatifitas guru sangat berpengaruh. Karena keterbatasan waktu dan mungkin juga fasilitas sekolah, kegiatan eksplorasi menjadi terbatas. Ini disadari oleh guru. Maka guru sering memberi tugas kepada murid untuk melengkapi kegiatan eksplorasi di rumah. Ini tantangan bagi orangtua.

Dengan memahami model pembelajaran pada Kurikulum 2013, paling tidak orangtua akan memaklumi jika anak akan melakukan banyak tugas bereksplorasi di luar sekolah. Selanjutnya orangtua tentu akan memberi dukungan terhadap tugas-tugas yang dilakukan anak. Maka penting bagi orangtua mengetahui informasi tentang tema, sub tema, dan bentuk aktivitas yang harus dilakukan pada setiap pekannya.

Kegiatan eksplorasi di rumah sangat penting karena dapat mengatasi keterbatasan di sekolah. Apalagi di lingkungan rumah banyak sumber belajar yang alamiah (natural), sumber belajar yang tidak disekenario oleh guru sehingga bisa memberi pengalaman belajar yang autentik dan bermakna.

Misalnya di SD/MI kelas satu tema 2 sub tema 3 ada kegiatan mengenal profesi. Sumber informasi di sekolah sangat terbatas. Mungkin guru akan menyajikan dalam bentuk gambar atau poster. Berbagai gambar orang sedang bekerja dengan menggunakan alat tertentu, menghasilkan karya tertentu dan keterangan nama profesinya. Atau dalam bentuk video. Dari sumber belajar ini anak mendapatkan banyak informasi ragam profesi.  Meskipun itu gambar asli tetapi anak tidak bisa terlibat langsung. Sehingga mengurangi nilai uotentik, kebermaknaan serta orientasi praktiknya.

Jika orangtua mengetahui konsentrasi aktifitas belajar anak di sekolah, maka orangtua dapat membantu dengan lebih leluasa dibandingkan keterbatasan waktu anak di sekolah. Misalnya sambil mengantar atau menjemput anak, orangtua dapat menunjukkan langsung berbagai profesi, seperti diajak mampir ke beberapa tempat misalnya ke bengkel, ke tukang jahit, ke toko buah dan sebagainya. Anak dapat berkomunikasi langsung dan mencoba alat yang digunakan. Maka akan memberi pengalaman belajar yang outentik, bermakna.

Orangtua juga perlu mengetahui bahwa proses pembelajaran di sekolah dengan pendekatan sain. Sehingga ketika mendampingi anak belajar di rumah akan melakukan dengan pendekatan sain juga. Praktisnya orangtua tidak akan langsung memberi ikan tetapi akan memberitahukan jalan agar anak bisa menangkap ikan sendiri.


*) Slamet Waltoyo, Kepala Sekolah SD Islam Al-Kautsar Cebongan Sleman Yogyakarta
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya