» » Makanan Cerdas : Srikaya

Makanan Cerdas : Srikaya

Penulis By on Monday, February 9, 2015 | No comments


Oleh Ana Noorina

Srikaya atau buah nona (Annona squamosa), adalah tanaman yang tergolong ke dalam genus Annona yang berasal dari daerah tropis. Buah srikaya berbentuk bulat dengan kulit bermata banyak (serupa sirsak). Daging buahnya berwarna putih.

Termasuk semak semi-hijau abadi atau pohon yang meranggas mencapai 8 m tingginya. Daunnya berselang, sederhana, lembing membujur, 7-12 cm panjangnya, dan berlebar 3-4 cm. Bunganya muncul dalam tandan sebanyak 3-4, tiap bunga berlebar 2-3 cm, dengan enam daun bunga/kelopak, kuning-hijau berbintik ungu di dasarnya.

Buahnya biasanya bundar atau mirip kerucut cemara, berdiameter 6-10 cm, dengan kulit berbenjol dan bersisik. Daging buahnya putih, menyerupai dan memiliki rasa seperti podeng. ini mengandung energi sebesar 101 kilokalori, protein 1,7 gram, karbohidrat 25,2 gram, lemak 0,6 gram, kalsium 27 miligram, fosfor 20 miligram, dan zat besi 1 miligram.  Selain itu di dalam Buah Srikaya juga terkandung vitamin A sebanyak 0 IU, vitamin B1 0,08 miligram dan vitamin C 22 miligram.  Hasil tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap 100 gram buah rrikaya, dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 58 %.

Akar pohon srikaya rasanya pahit, sifatnya dingin. Berkhasiat anti radang, anti depresi.  Daun rasanya pahit, kelat, sifatnya sedikit dingin. Berkhasiat astringen, antiradang, peluruh cacing usus (antheimintik), serta mempercepat pemasakan bisul dan abses. Biji srikaya berkhasiat memacu enzim pencernaan, abortivum, anthelmintik, dan pembunuh serangga (insektisida). Kulit kayu berkhasiat astringen dan tonikum.  Sedangkan buah muda dan biji juga berkhasiat antiparasit.

Selain sebagai konsumsi buah yang menyehatkan, biji buah Srikaya dapat digunakan sebagai pestisida nabati. Misalnya ekstrak biji Srikaya digunakan untuk mengendalikan serangan hama ulat Spodoptera litura, Plutella xylostella, dan Rayap tanah. Ekstrak biji Srikaya berfungsi sebagai racun perut pada serangga hama tersebut.

*) Ana Noorina, Pemerhati Gizi
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya