» » Melatih Anak Mengelola Rasa Kecewa

Melatih Anak Mengelola Rasa Kecewa

Penulis By on Wednesday, February 4, 2015 | No comments


Oleh Arif Wicaksono

Banyak hal bisa membuat si kecil kecewa. Kekecewaan bisa terasa sangat menyesakkan bagi mereka. Tapi ternyata, tidak baik juga kalau kita terlalu protektif melindungi mereka dari rasa kecewa.

“Kemampuan merasakan kekecewaan, menanggungnya, lalu bangkit lagi, merupakan hal penting bagi kesehatan mental anak,” kata Donald Rosenblitt, M.D., direktur klinis Lucy Daniels Center for Early Childhood di Cary, Carolina Utara. Kekecewaan-kekecewaan kecil akan membuat anak terlatih membangun kekuatan diri. Anak jadi lebih mandiri, dan terbebas dari letupan-letupan amarah si kecil. Menurut Rosenblitt, kemarahan sering muncul akibat ketidakberdayaan. Jadi, jika anak mampu membantu diri sendiri, mereka akan merasa lebih baik.

Menurut Robert Brooks, PhD, penulis buku Raising Resilient Children, saat anak belajar untuk menghadapi kondisi yang membuat mereka mengalami sedih atau kecewa, hal tersebut nantinya akan sangat bermanfaat ketika anak beranjak dewasa. “Jika orangtua berusaha keras selalu melindungi anak dari rasa kecewa, sebenarnya secara tidak langsung orangtua telah menghambat keterampilan emosional anak,” katanya.

Karena itu, sebaiknya orangtua peka untuk melihat perubahan sikap anak ketika mengalami perasaan sedih dan kecewa karena sesuatu hal. Jangan biarkan anak larut dalam kesedihan dan kekecewaan, ibu bisa melakukan beberapa hal berikut untuk membantu si kecil mengatasi emosinya.

Rasa kecewa biasanya dibarengi oleh berbagai emosi seperti ingin balas dendam (dengan memukul, mencubit, menendang), benci, menyalahkan orang lain, merasa sebagai korban, tak berdaya. Bantu anak untuk mengenali, menerima dan menyatakan perasaannya. Pastikan bahwa tidak ada yang salah dengan perasaan anak. Demikian pula, tidak perlu menghindari emosi yang dirasakan dan tidak perlu melemparkannya pada orang lain. Doronglah anak untuk mengekspresikan perasaannya dengan menangis atau mengucapkannya. Selanjutnya, anak akan siap melangkah ke tahap selanjutnya.

Bila anak datang kepada anda dan mengeluhkan suatu kekecewaan yang mungkin sepele bagi anda, penting bagi anda sebagai orang tua untuk sungguh-sungguh mendengarkan apa  membuatnya marah atau sedih. Bukan karena masalahnya sendiri penting namun karena anda mendapat kesempatan untuk mengajarkan bagaimana menghadapi kekecewaan. Mengacuhkan atau mengabaikan kekecewaan anak hanya akan menyebabkan masalah yang lebih sulit dalam jangka panjang. Lebih mudah mengajarkan strategi menghadapi kekecewaan sedari kecil. ||

Tips mengobati kekecewaan anak
Biarkan Anak Sendiri
Anak memerlukan waktu untuk bisa mengendalikan rasa sedih dan kecewa yang dialaminya. Karena bagi anak tidak mudah menerima hal yang berbeda dari  keinginan atau harapan anak. Saran untuk ibu, sebaiknya membiarkan anak untuk menyendiri dulu beberapa saat. Terutama untuk anak dengan sifat introvert, jangan sesekali memaksakan anak untuk bercerita tentang hal yang dialaminya. Tunggu saja sampai anak bisa mengendalikan perasaannya dan akhirnya mau berbagi cerita kepada ibu.

Memberikan Pelukan
Salah satu cara yang bisa kamu lakukan untuk menghibur anak yang kecewa adalah dengan menunjukkan empati. Tunjukkan kepada anak, bahwa kamu juga ikut merasakan sedih atau kecewa yang dirasakan anakmu saat itu, Bu!  Jangan terlalu banyak pertanyaan dan membuat kesepakatan dengan anak. Pelukan erat dan hangat darimu bisa membuat anak lebih tenang dan mau bercerita tentang rasa sedih atau kecewa yang sedang dialaminya.

Meyakinkan Anak
Pastikan kita memberikan kenyakinan pada anak bahwa semua akan berlalu dan lebih baik. Setiap orang, termasuk ibu pun pernah mengalami rasa sedih dan kecewa. Kamu bisa menceritakan pengalaman masa kecil ketika mengatasi rasa kecewa. Dengan begitu anak akan yakin bahwa ia tidak sendiri melalui perasaan sedih dan kecewa yang dialaminya.

Memberikan Pujian
Ketika anak kecewa karena kalah dalam pertandingan sepak bola, kamu bisa memberikan dukungan dengan mengatakan hal yang positif. Katakan pada anak kalau kamu bangga dengan usaha yang sudah dilakukannya dan itu adalah usaha yang terbaik dari anak. Ajak anak untuk bisa bangkit dari rasa sedih dan kecewa dengan berbagai pengalaman.

*) Arif Wicaksono, Pendidik, tinggal di Yogya
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya