» » Fahma April 2015 : Menuntut Ilmu, Pelajari Adab Dulu

Fahma April 2015 : Menuntut Ilmu, Pelajari Adab Dulu

Penulis By on Monday, March 16, 2015 | No comments




Assalaamu ‘alaikum wa rohmatullahi wa barokaatuh

Adab dalam menuntut ilmu adalah perkara yang sangat penting, maka dari itu para ulama senantiasa memperhatikan adab-adab tersebut. Rasullullah Shalallaahu ‘alaihi wa sallam telah menerangkan tentang Islam secara sempurna, termasuk di dalamnya masalah adab. Di antara adab yang beliau ajarkan adalah adab dalam menuntut ilmu. Adab dan akhlak yang baik adalah bagian dari amal shalih yang dapat menambah keimanan dan memiliki bobot yang berat dalam timbangan.

Rasulullah Shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR Bukhori). Dalam hadits lain, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada sesuatu pun yang lebih berat dalam timbangan seorang mukmin pada hari kiamat daripada akhlak yang baik, dan sesungguhnya Allah sangat membenci orang yang suka berbicara keji dan kotor.”

Para ulama terdahulu selalu mengajarkan anak-anak mereka mempelajari adab terlebih dahulu sebelum mereka menuntut ilmu. Imam Sufyan ats-Tsauri (wafat th, 161 H) berkata “Mereka tidak menyuruh/mengirimkan anak-anak mereka untuk menuntut ilmu, hingga mereka mempelajari adab dan beribadah selama 20 tahun” Beliau juga mengatakan, “Adab itu 2/3 ilmu.”
Hiyatul ‘Auliyaa’ (VI/361), dinukil dari Min Hadyis Salaf fii Thalabil ‘Ilmi (hal.23).

Imam Muhammad bin Sirin berkata, “ Mereka (salafush shalih) mempelajari petunjuk Nabi (tentang adab) sebagaimana mereka belajar ilmu.”

Ilmu dan adab tidaklah dapat dipisahkan, seorang penuntut ilmu harus beradab ketika menerima ilmu dari gurunya, beradab terhadap gurunya, beradab dengan teman-temannya, bahkan beradab terhadap buku yang dia pelajari. Ibunya Imam malik rahimahumallah, sangat memahami, ketika berkata kepada anaknya yang masih kecil, Imam Malik kecil ketika akan mendatangi gurunya, ulama Madinah saat itu, Rabiah Ar-ra’yi rahimahullah.

Sang Ibu tidak berkata kepada anaknya, belajarlah ilmu banyak-banyak sehingga engkau menjadi ulama. Perhatikan apa yang dikatakan sang ibunda kepada anaknya, “Ambillah adabnya, sebelum engkau mengambil ilmu darinya“. Adab didahulukan dari ilmu, karena dengan beradab kita meraih ilmu. Insya Allah, inilah tema yang akan dibahas di Majalah Fahma edisi April ini.

Berlangganan dan iklan silahkan bisa menghubungi admin 087738219070

Wassalaamu ‘alaikum wa rohmatullahi wa barokaatuh
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya