» » Cerdas di Sekolah : Knowledge Management (2)

Cerdas di Sekolah : Knowledge Management (2)

Penulis By on Tuesday, May 5, 2015 | No comments


Oleh : Saryo, MPd

Pada Majalah Fahma edisi April yang lalu, kita telah membicarakan dua langkah pertama dalam proses pengelolaan sumber daya guru di suatu sekolah, yakni tenaga pendidik dan tenaga kependidikan harus diperhatikan oleh pengelola secara layak termasuk gaji yang diterima oleh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, serta fokuskan seluruh ketersediaan sumber daya manusia untuk mencapai keunggulan yang telah direncanakan. Baca BAGIAN PERTAMA 

Langkah selanjutnya, pengelola sekolah harus mengetahui secara persis kompetensi guru di suatu sekolah, lakukan penelusuran kemampuan yang telah dimiliki oleh guru sebagai modal awal untuk pengembangan ke tahap ideal. Perencanaan keunggulan sekolah juga  harus dilakukan secara matang oleh segenap pengelola sekolah untuk menentukan kegiatan yang akan dilakukan. Pengelola sekolah dengan mengetahui kemampuan yang dimiliki  guru dan memiliki program keunggulan secara matang bisa berfungsi secara efektif dalam pembuatan perencanaan pengembangan sumber daya guru  untuk bisa mencapai standar minimal yang harus dimiliki oleh setiap guru sekaligus menyiapkan sumber daya guru untuk mencapai program unggulan.  Selanjutnya segenap pemangku kebijakan sekolah  bisa membuat program dan kegiatan untuk pengembangan sumber daya guru sesuai kebutuhan.

Selain itu, pengelola sekolah harus melakukan knowlegde management. Knowledge management sekolah merupakan pengelolaan pengalaman kerja dan  pengalaman belajar bagi setiap individu yang menjadi bagian dari suatu sekolah.  Pengetahuan dan pengalaman masing-masing individu dikelola sedemikian rupa sehingga apa yang telah menjadi keunggulan suatu institusi bisa terjaga karena adanya standar pengetahuan dalam melakukan proses. Knowledge Managemen (KM) di sekolah antara lain ditandai dengan perhatian terhadap hal-hal yang telah dijalankan para tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Bentuk perhatian yang dimaksud adalah adanya forum atau media internal untuk menampung pengetahuan dan pengalaman masing-masing individu di sekolah. Diskusi mendalam internal sekolah yang melibatkan semua tenaga pendidik dan tenaga kependidikan untuk meramu pengetahuan dan pengalaman mereka dalam menjalankan fungsinya masing-masing setiap hari. Praktek-praktek yang telah membuahkan hasil terbaik masing-masing individu tidak boleh hilang begitu saja bersamaan dengan hilangnya individu yang bersangkutan.

Pengalaman setiap individu di sekolah yang tidak tertulis biasanya hanya dimiliki oleh orang yang mengalami saja. Jika keunggulan suatu sekolah masih belum tertulis dan belum terkelola dengan baik, bisa jadi sekolah yang bersangkutan akan kehilangan keunggulannya bersamaan dengan perginya orang yang “menyimpan” konsep dan strategi keunggulan sekolah tersebut.

Setiap pengalaman individu maupun kelompok di sekolah dalam menjalankan fungsinya masing-masing  perlu dicatat, semua pengalaman yang telah berlalu baik pengalaman sukses maupun pengalaman gagal bisa dipelajari pada masa-masa yang akan datang. Dengan penerapan KM sekolah bisa memperkuat kualitas secara berkesinambungan dan banyak hal berharga yang didapat dari catatan pengalaman individu. Semua pengalaman dan pengetahuan yang didapat oleh masing- masing individu di sekolah Kemudian di diskusikan dan di verifikasi sehingga apa yang telah dilakukan di masa lalu bisa di replika untuk melaju di masa depan dengan penuh pengalaman dan pengetahuan.

Lakukan mulai sekarang juga. Sekolah mempunyai kegiatan KM untuk menjaga keunggulan sekolah.  Berilah kesempatan orang-orang yang telah membaca buku tentang apa saja yang berkait dengan pendidikan untuk presentasi. Sempatkan menanggapi apa yang telah dipresentasikan oleh kawan guru itu. Catat apa-apa yang telah disepakati dalam diskusi. Berilah kesempatan juga kepada kawan guru yang telah mengikuti pelatihan untuk mengkonstruksi ulang apa yang telah didapat, tugaskan untuk menularkan pada kawan-kawan pengetahuan baru yang telah didapat. Kemudian lakukan pencatatan dan  pendiskusian dalam tim kecil secara matang, verifikasi hal - hal yang telah didiskusikan, bukukanlah pengetahuan yang telah mengalami proses panjang sebagai kekayaan institusi untuk diaktualisasikan bagi orang-orang  yang akan melanjutkan keunggulan sekolah terutama orang yang baru bergabung. Insya Allah kesinambungan keunggulan sekolah akan tetap berjalan dengan baik sekalipun konseptor keunggulan sekolah telah pensiun.


Saryo, MPd, PSDM LPI Salsabila, Yogyakarta
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya