» » Kajian Utama : Menyiapkan Keindahan Ramadhan untuk Anak

Kajian Utama : Menyiapkan Keindahan Ramadhan untuk Anak

Penulis By on Tuesday, May 5, 2015 | No comments


Oleh : Drs. Slamet Waltoyo

Mengingat masa kecil, di saat kita belajar puasa. Gairahnya saat menjelang berbuka, nikmatnya saat menyantap hidangan buka puasa, meraihnya bersama teman-teman sebaya menuju masjid menjelang Isya, semangatnya berebut jaburan (aneka jajanan hidangan penutup tarawih). Di luar beratnya menahan haus dan lapar ketika hari memasuki dan meninggalkan siang, semua yang ada dalam memori kita adalah keindahan bulan Ramadhan. Masihkah keindahan itu ada? Masihkah dirasa oleh anak-anak yang sedang belajar puasa saat ini?

Keindahan Ramadhan tidak akan hilang. Mari kita siapkan agar keindahan itu dapat dirasakan anak-anak yang sedang mengawali ibadah puasa. Di saat kita menanti sesuatu dengan penuh semangat dan suka cita, pasti yang akan datang adalah suatu yang indah.

Siapkanlah dengan penuh semangat dan suka cita , Ramadhan akan tiba! Beberapa hal yang bisa kita siapkan untuk menciptakan suasana semangat dan suka cita antara lain ;

Pertama, perbarui suasana di ruang makan. Di sinilah nanti kenikmatan bersama dirasakan saat buka dan sahur. Mungkin dengan memperbarui posisi meja makan, menyapkan alas meja yang lebih indah, mengecat kembali ruang makan, menambah sudut minum di ruang makan. Atau hal-hal lain yang bisa ditunjukkan kepada anak bahwa kita bersemangat menjadikan acara buka dan sahur yang lebih indah. Karena menyegerakan berbuka dan mengakhirkan makan sahur termasuk dalam keutamaan puasa.

Kedua, bawalah pulang beberapa buku yang terkait dengan ibadah puasa. Termasuk buku anak-anak. Bisa dengan meminjam teman, meminjam di perpustakaan atau membeli. Bisa juga dengan saling menukar koleksi bacaan dengan teman. Sempatkan membaca untuk menunjukkan dan memotivasi pada anak bahwa kita bersemangat menyambut Ramadhan dengan mempelajari ilmunya.

Cara lain untuk menyemangati mempelajari ilmunya adalah dengan mengajak anak berkunjung ke perpustakaan, toko buku, atau pameran yang biasanya diadakan khusus untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan.

Ketiga, ketika berbicara dalam keluarga atau dengan tetangga, masukkan Ramadhan sebagai bagian dari topik pembicaraan. Mungkin mengenang indahnya Ramadhan masa lalu, evaluasi kegiatan Ramadhan tahun kemarin, serta rencana kegiatan ibadah Ramadhan tahun ini. Biarkan anak terlibat dalam pembicaraan .

Keempat, ajaklah anak berbicara tentang target ibadah Ramadhan. Dengan tema sentral; Tahun ini harus lebih baik dari tahun kemarin. Target puasa, misalnya sepekan pertama sampai jam sepuluh, pekan kedua sampai jam duabelas, pekan ketiga sampai jam tiga. Bikin target pula untuk ibadah lainnya. Misalnya target menyelesaikan buku Iqro’, target mengkhatamkan Al Qur’an, target hafalan Al Qur’an dan sebagainya.

Ini untuk menunjukkan kepada anak bahwa bulan Ramadhan sangat bernilai. Jangan sampai terlewatkan. Jangan sampai hari-hari Ramadhan berlalu kita tidak mendapatkan tambahan apa-apa. Maka buatlah target dan peganglah.

Kelima, membangun motivasi berpuasa yang benar. Banyak orangtua yang sangat bersemangat dalam memotivasi anak-anak agar mau berpuasa dengan menjanjikan hadiah materi. Misalnya setiap anak puasa sehari sampai maghrib, maka ia berhak mengantongi duapuluh ribu rupiah. Jika hanya sampai dhuhur berhak mengantongi sepuluh ribu rupiah. Jika hanya sampai jam sepuluh maka hanya berhak mengantongi lima ribu rupiah.

Menjelang akhir Ramadhan anak tadi mengkalkulasi, di hari raya Idul Fitri nanti ia dapat bekal uang sekian ratus ribu rupiah dari Bapaknya. Bisa terjadi anak memasang target sekian ratus ribu rupiah dalam sebulan untuk membeli sesuatu. Bukan target peningkatan ibadah yang dicanangkan tetapi target uang yang dikantongi.

Orangtua yang memberi motivasi dengan materi ini biasanya karena terpaksa. Ia mampu dan yang terpenting anak mau melakukan ibadah puasa. Tetapi ketika anak sudah mampu memahami makna ibadah motivasinya harus diluruskan. Bahwa tujuan akhir ibadah hanya untuk Allah pencipta alam semesta. Maka pengerian keikhlasan dalam beribadah harus ditanamkan sejak anak mulai berlatih puasa.


Drs. Slamet Waltoyo, Kepala Sekolah MI Al-Kautsar Gabahan Sleman Yogyakarta | Redaktur dan Kolomnis Majalah Fahma 
foto http://idepernikahan.com/wp-content/uploads/2014/05/10-Tips-Mengajari-Anak-Puasa-Ramadhan-Sejak-Dini.jpg
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya