» » Tangguh Bersama Petunjuk dan Kerjasama

Tangguh Bersama Petunjuk dan Kerjasama

Penulis By on Wednesday, April 6, 2016 | No comments


Oleh : R. Bagus Priyosembodo

Allah menyeru kepada pemilik keyakinan: “Wahai orang-orang yang beriman, jangan kalian mengkhianati Allah dan Rasul, dan jangan  kalian mengkhianati amanat-amanat kalian, sedang kalian mengetahui.” Menyiakan kepercayaan adalah buruk dan menimbulkan kerusakan. Apalagi bila laku khianat ini dilakukan secara sadar dan mengetahui akibat buruknya. Tidak menunaikan amanah, dalam hal apapun, adalah jelek. Terasa jelek sekali bila khianat dalam amanah berupa anak.

Lalu Allah menjelaskan: “Ketahuilah bahwa harta kalian dan anak-anak kalian adalah ujian. Dan di sisi Allah ada pahala yang besar”. Hamba Allah diuji dengan harta dan anak. Dalam pengelolaan keduanya terdapat uji kebenaran amal seseorang dan kualitasnya. Sesiapa yang kecintaannya mendorong untuk mendahulukan hawa nafsunya daripada menunaikan amanah, maka ia akan merugi. Sedang siapa yang bertindak benar dan sungguh-sungguh, maka Allah akan hargai dengan bayaran yang amat besar.

Ketika ajaran Islam tentang anak dapat dipahami dengan baik, maka Insya Allah, para orangtua akan dapat mendidik dan mengasuh anak-anak dengan penuh kesabaran dan kasih sayang.

Memiliki ilmu amat penting untuk mampu menunaikan amanah dan bersabar. Tanpa pengetahuan yang cukup maka hal yang mudah seringkali terasa sulit.  Ilmu adalah penolong untuk berlaku amanah dan menjauh dari khianat.

Mengasuh dan mendidik anak akan menghasilkan stres manakala orangtua miskin ilmu pengasuhan. Tentu saja kerjasama dan tolong menolong adalah hal penting untuk meringankan. Suami istri yang tolong menolong, juga antar keluarga yang bantu membantu tentu akan menguatkan yang lemah. Serta meringankan beban nan berat.

Allah akan memberikan cobaan kepada kita semua berupa sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, kehilangan jiwa orang terkasih, dan juga kelangkaan buah-buahan. Maka sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. Orang yang mampu teguh berlaku benar dalam menjalani upaya menghadapi segala macam yang ia alami. Orang-orang yang bersabar itu akan dipenuhi pahala mereka dengan tiada hitungannya karena amat banyaknya. Kesabaran juga memudahkan mendapat pertolongan Allah. untuk itu Allah tuntunkan, "Mintalah pertolongan dengan sabar dan mengerjakan shalat sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar." Allah berjanji memberikan pertolongan kepada orang yang menjalani kesabaran dan shalat dengan baik.

Dalam mengasuh anak seringkali orangtua dihadapkan kepada sebagian tingkah laku anak yang menjengkelkan. Ini adalah yang lazim karena anak belumlah banyak ilmu dan matang pertimbangan. Jangankan anak, bahkan kita dapati  orang dewasa banyak yang menjengkelkan bagai anak-anak. Sebagaimana pernah dialami Rasulullah. Ada beberapa orang dari kaum Anshar meminta -sedekah- kepada Rasulullah, lalu beliau memberikan sesuatu pada mereka itu, kemudian mereka meminta lagi dan beliau pun memberinya pula sehingga habislah harta yang ada di sisinya. Setelah habis membelanjakan segala sesuatu dengan tangannya itu beliau bersabda: "Apa saja kebaikan -yakni harta- yang ada di sisiku, maka tidak sekali-kali akan kusimpan sehingga tidak kuberikan padamu semua, tetapi karena sudah habis, maka tidak ada yang dapat diberikan. Barangsiapa yang menjaga diri -dari meminta-minta pada orang lain-, maka akan diberi rezeki kepuasan oleh Allah dan barangsiapa yang merasa dirinya cukup maka akan diberi kekayaan oleh Allah -kaya hati dan jiwa- dan barangsiapa yang berlaku sabar maka akan dikarunia kesabaran oleh Allah. Tiada seorangpun yang dikaruniai suatu pemberian yang lebih baik serta lebih luas -kegunaannya- daripada karunia kesabaran itu."

Serba menakjubkan keadaan orang mukmin itu, sesungguhnya semua keadaannya itu adalah merupakan kebaikan baginya. Kebaikan yang sedemikian itu tidak ada pada seorangpun melainkan hanya untuk mukmin belaka. Apabila ia mendapatkan kelapangan hidup, ia pun bersyukur, maka hal itu adalah kebaikan baginya. Sedang apabila ia ditimpa oleh kesukaran iapun bersabar dan hal inipun adalah merupakan kebaikan baginya.

Manakala kesulitan bertumpuk-tumpuk. Dan kesukaran susul menyusul. Tetapi hal itu makin menambah keimanan mereka. Mereka menjawab: “Allah cukup menjadi pelindung kita dan sebaik-baiknya yang dijadikan tempat bertawakkal.” Kemudian mereka kembali dengan mendapatkan kenikmatan dan keutamaan dari Allah, mereka tidak terkena sesuatu halangan pun dan mereka mengikuti keridhoan Allah. Allah itu memiliki keutamaan yang agung. Allah akan memberikan kepada orang yang berkeyakinan kuat, yang bersandar pada-Nya, dan tangguh kala menghadapi bahaya. Untuk itu, bertawakkallah kepada Tuhan yang Maha Hidup yang tidak akan mati. Dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah, maka Dia pasti mencukupi untuknya.

R. Bagus Priyosembodo, Penulis Kajian Utama Majalah Fahma | Guru Ngaji
Admin @emthorif
foto http://www.anaksaleh.com/images/cara-mendidik-anak.jpg
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya