» » Teknologi Murah dan Manfaat

Teknologi Murah dan Manfaat

Penulis By on Wednesday, April 13, 2016 | No comments


Oleh : Rizki Farani, S.Pd., M.Pd.

Apakah tidak punya smartphone, ipad atau akses internet itu berarti kemunduran? Atau istilah gaul nya jadul? Jawaban dari pertanyaan ini pasti bervariasi sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Itulah sifat teknologi.

Teknologi boleh bermacam-macam, modern dan mewah namun penggunaan teknologi haruslah selektif sesuai kebutuhan dan kondisi, terutama teknologi yang digunakan untuk pembelajaran di kelas. Di sisi lain, menurut lembaga Association for Education Communication and Technology ( 1977: 153), aspek teknologi untuk pembelajaran sebenarnya tidak hanya terbatas pada alat (hardware/ software) namun teknologi bisa juga termasuk pesan yang disampaikan (message), Orang yang menyampaikan (people), bahan ajar yang digunakan (materials), teknik penyampaian (technique) dan lokasi belajar (settings). Berdasarkan keluasan aspek teknologi ini maka seorang guru dapat mengembangkan teknologi yang bermacam2 sesuai tujuan pembelajaran, sederhana, murah, dan bermanfaat.

Salah satu contoh media sederhana yang bermanfaat adalah media grafis. Menurut Sri Anitah (2010: 60), media grafis dapat berupa gambar, bagan, diagram, grafik atau poster. Media seperti ini sangat mudah dicari di berbagai majalah, surat kabar atau buku. Guru bisa menyeleksi beberapa gambar

yang relevan dengan pembelajaran dan menggunakan gambar tersebut untuk mengajar di kelas. Guru juga bisa membuat media grafis sendiri sesuai dengan tujuan pembelajaran. Inti dari penggunaan media grafis adalah guru dapat memvisualisasikan konsep abstrak sehingga siswa lebih paham materi yang disampaikan. Dalam contoh ini, teknologi tidak hanya sebatas pada media gambarnya saja namun kemampuan guru untuk menyeleksi gambar yang cocok untuk belajar menunjukkan bahwa guru juga bisa menjadi sumber teknologi. Jadi gabungan teknologi sederhana seperti ini sebenarnya bermuatan multi kompetensi untuk menggabungkan bahan ajar, materi, media, dan guru. Sederhana namun efektif, bukan?

Contoh lain adalah lokasi pembelajaran. Guru dapat membawa siswa ke luar kelas untuk bisa mempraktikkan teori yang dipelajari di dalam kelas. Deskripsi singkat tentang penggunaan lokasi sebagai sumber belajar adalah sebagai berikut:

Berdasarkan deskripsi di atas, tujuan penggunaan masjid sebagai lokasi belajar adalah untuk menciptakan nuansa islami dalam setiap mata pelajaran; misalnya ketika tim mendapatkan poin, biasakan siswa untuk mengucapkan Alhamdulillah dan tidak berteriak di dalam masjid. Cara ini juga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dengan belajar sambil bermain dan siswa mudah bergerak karena ruangan masjid cukup luas untuk kapasitas kelas besar seperti umumnya kelas-kelas di Indonesia. Dalam proses pembelajaran ini, masjid adalah teknologi sederhana yang diintegrasikan ke dalam proses belajar bahasa Inggris.

Kesimpulannya, dengan memperluas pemahaman kita terhadap kompenen-komponen teknologi, guru tidak perlu berkecil hati terhadap kondisi sekolah yang masih minim teknologi canggih. Masih banyak alternatif yang bisa dilakukan untuk menciptakan proses pembelajaran dengan teknologi yang sederhana, murah, dan bermanfaat.||

Topik : Pengenalan kosa kata benda dalam bahasa Inggris
Teknik penyampaian : Permainan (untuk kelas besar 30-40 anak)
Lokasi : Masjid
Kegiatan : Guru mengajak siswa ke masjid (pastikan tidak mengganggu waktu sholat). Guru membagi siswa menjadi dua kelompok besar. Siswa berbaris membentuk garis panjang di tim nya masing-masing. Guru membisikkan satu kata benda ke siswa yang berdiri paling depan di tiap tim. Siswa tersebut akan membisikkan kata yang sama ke siswa yang berdiri di belakangnya. Kegiatan berlanjut sampai siswa yang berdiri paling belakang mendapatkan informasi kata bendanya. Setelah semua siswa mendapat giliran maka siswa yang berdiri paling belakang harus menyebutkan kata apa yang dibisikkan oleh temannya. Kalau jawaban nya betul maka tim mendapatkan poin satu.

Variasi kata dapat disesuaikan dengan level kelas dan kompetensi yang diharapkan

*) Rizki Farani, S.Pd., M.Pd., Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris , Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya, Universitas Islam Indonesia

Admin @emthorif
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya