Mesin itu Bernama Otak


Oleh: Adam El Ghifary

Secara garis besar, seorang bayi yang baru lahir, terdiri dari miliaran sel otak (neuron), setiap sel, terdiri dari ratusan bahkan ribuan tentakel, yang berbentuk mirip gurita berukuran sangat kecil. Masing-masing tentakel tersebut, terdiri dari spina dendrit, yang mengandung zat kimia. Inilah yang membawa seluruh informasi dalam pikiran kita, baik hafalan, pemahaman, pengalaman, atau segala macam hal yang pernah kita dengar.

Sebagai contoh, saat seseorang sedang berpikir, terjadilah sebuah kontraksi gelombang bernama elektromagnetik, yang bergerak menuju cabang sel otak, sehingga memicu terjadinya zat kimia pada salah satu spina dendrit. Secara cepat, antara spina dendrit satu, dengan yang lain, terjadi sebuah kontraksi hebat, sehingga hal tersebut memicu terjadinya sebuah respon elektromagnetik menuju sel otak.

Ini hanya sekelumit dari proses seseorang dalam berpikir, menghafal, memahami, atau mendengar sesuatu dalam sekejap. Bukankan dalam satu hari, otak kita dapat bekerja lebih dari 16 jam?.Jika kita mengilustrasikan hal di atas dalam sebuah tulisan, akan terbentang sebuah tulisan tersebut sejauh lebih dari 11 juta km, Subhanallah....

Para pakar neurologi dan neurosains mengemukakan, bahwa kebanyakan manusia, hanya menggunakan berkisar 10% saja dari kapasitas otaknya. Jadi, 90% dari sisanya, hanya sebatas kita bawa ke alam dunia, lalu terkubur begitu saja ke alam baqa. Bisa kita bayangkan, bagaimana seorang ilmuwan Islam sekelas Imam Syafi’i, yang mampu menghafal dalam satu kali membaca atau mendengar, atau Imam Bukhori yang hafal ratusan ribu hadits beserta sanadnya, pun berarti mereka hanya menggunakan maksimal 10% dari kemampuan berpikirnya. Lalu bagimana dengan kita, yang hanya sebatas orang biasa, bisa jadi kita hanya menggunakan tidak lebih dari 5% dari kemampuan berpikir kita.

Lalu pertanyaannya, bukankan binatang juga memiliki otak? Ya, binatang juga memiliki otak. Namun tentunya tidak sama seperti manusia. Karena di samping memiliki otak, manusia juga memiliki perasaan, naluri, dan intuisi, yang bisa merasakan sedih, bahagia, cemas, ragu-ragu, dan lain sebagainya. Otak manusia juga memiliki memori yang dapat mengingat berbagai hal. Berbeda dengan binatang yang hanya memiliki naluri dan intuisi saja.

Naluri dan intuisi yang dimiliki oleh manusia juga tidak sama dengan binatang. Intuisi manusia, biasanya memiliki kecenderuang seseorang dalam membaca situasi, perasaan, atau pikiran orang lain.

Pada hakikatnya, naluri berbeda dengan intuisi. Namun secara garis besar, antara keduanya memiliki keterkaitan satu sama lain. Sebagai contoh, saat kita melihat seorang nenek memakai tongkat sedang berusaha menyeberang jalan raya dalam keadaan payah, apakah hati kita akan berpaling begitu saja? Tentunya tidak bukan? Setidaknya kita menolong dia untuk menyeberangi jalan. Sekalipun tidak, namun hati kita pasti akan merasa iba kepadanya. Itulah yang dinamakan naluri manusia, terkadang ia datang secara tiba-tiba tanpa perlu dilatih.

Kembali pada pembahasan otak. Jika dibandingkan dengan manusia, binatang hanya memiliki kurang dari satu juta sel otak. Bandingkan dengan manusia, yang memiliki lebih dari satu milyar sel otak. Walau demikian, dengan memiliki kurang dari satu juta sel otak, binatang mampu melakukan berbagai aktivitas yang telah tersetting oleh Sang Khaliq, melalui sebuah naluri dan intuisi.

Seperti seekor lebah, coba kita bayangkan, dengan tubuh berukuran kecil, mereka mampu untuk mencium, mengecap, meraba, mendengar, terbang, membangun rumah, melindungi diri, bernavigasi, berlari, mengingat, mengasuh, bekerjasama, baik secara konstruktif, maupun kooperatif dalam sebuah kelompok.

Yang lebih mengagumkan, sebagaimana kita ketahui, manusia adalah seorang khalifah di muka bumi. Dia juga sebuah karya agung, yang tercipta dari Dzat yang Maha Agung, tidak akan ada seorangpun yang mampu menyamai ciptaanNya, sekalipun dengan menggunakan teknologi secanggih apapun. Bahkan bisa dikatakan, bahwa manusia adalah refleksi dari macrocosmos alam semesta, dan cocreator Allah di muka bumi. Sehingga dengan itu semua, manusia dapat menciptakan sebuah realitas apapun yang mereka inginkan, tanpa terbatasi oleh ruang dan waktu. Tentungan dengan syarat, selalu mengasah potensi diri hari demi hari, karena pada dasarnya, kita adalah pedang tertajam, yang tertutupi oleh karat.

Penulis: Adam El Ghifary, Pendidik di SDIT Salsabila Banguntapan
Foto: google

Kurma


Oleh : Ana Noorina

Makanan yang paling menjadi favorit di bulan Ramadhan seperti ini adalah kurma. Banyak di antara umat muslim yang menjadikan kurma sebagai menu untuki berbuka puasa. Buah kurma sangat dianjurkan sebagai menu berbuka puasa karena kurma merupakan buah yang paling kaya akan kandungan glukosanya dan baiknya lagi kadar glukosanya alami.

Kurma mengandung sejumlah besar gula, berkisar antara 75–87%. Sekitar 55% gula dalam kurma berbentuk glukosa, sedangkan 45% lagi membentuk fruktosa. Selain itu, kurma mengandung sejumlah protein, lemak, dan beberapa vitamin, antara lain: vitamin A, B2, B12 dan vitamin C

Kurma juga mengandung beberapa mineral, terutama kalsium, fosfor, potassium, sulfat, sodium, magnesium, cobalt, zinc, florin, kuningan, manganese, serta sejumlah selulosa. Dengan sangat cepat, glukosa dalam kurma yang disantap saat berbuka akan berubah menjadi fructose, lalu langsung diserap melalui sistem pencernaan untuk menyirami dahaga tubuh akan energi. Khususnya jaringan-jaringan yang secara esensial bergantung pada pasokan tinggi energi, seperti: sel-sel otak, sel-sel saraf, sel-sel darah merah dan sel-sel tulang belakang.

Kandungan vitamin C di dalam kurma berkhasiat mengatasi berbagai gangguan seperti sariawan, gangguan pencernaan dan kesehatan kulit. Karena itulah, bagi anda yang menginginkan tubuh sehat, buah kurma merupakan pilihan yang sangat tepat.

Manfaat dan khasiat buah kurma yang berikutnya adalah menjaga kesehatan tulang dan gigi. Buah kurma mengandung mineral, selenium, mangan dan magnesium yang mampu menjaga kekuatan tulang kita. Tak hnvnb anya itu saja, kandungan tersebut juga membuat tulang kita terhindar dari resiko tulang keropos.

Manfaat dan khasiat buah kurma yang ketiga adalah sebagai obat anti alergi. Buah kurma mengandung sulfur organik yang mampu mengurangi reaksi alergi yang kerao kita alami. Karena itulah, buah kurma sangat cocok bagi anda yang memiliki alergi pada suatu makanan atay yang lainnya. Manfaat buah kurma yang berikutnya adalah untuk menjaga kesehatan otak dan saraf. Buah kurma mengandung vitamin dan mineral yang mampu meningkatkan konsentrasi otak kita. Anda hanya perlu rutin mengkonsumsinya setiap hari. Dengan begitu, anda dapat senantiasa menjaga kesehatan otak andal.


Penulis: Ana Noorina, Pemerhati gizi anak

Menikmati Proses Membaca


Oleh : Ahmad Budiman

Sebagai orangtua, kita harus paham bahwa anak tidak hanya harus belajar membaca tapi ia juga harus bisa menikmatinya. Sangat penting bahwa anak bisa dan selalu menikmati proses membaca. Jalan untuk menuju keterampilan membaca adalah jalan yang sulit dan anak harus berjuang untuk memerolehnya. Oleh sebab itu kita perlu untuk membantu mereka melewati jalan dan proses menuju keterampilan membaca tersebut dengan mudah dan menyenangkan. Inilah dua elemen penting dalam menumbuhkan budaya dan ketrampilan membaca anak.

Mengapa harus mudah dan menyenangkan? Untuk menjawab pertanyaan ini, ada beberapa fakta yang perlu kita ketahui tentang membaca. Banyak anak yang mengalami kesulitan dalam membaca dan bahkan masih banyak anak yang meski sudah duduk di bangku SMP masih kesulitan dalam mencerna isi bacaan sederhana. Hal ini mungkin terjadi karena si anak kurang mendapatkan pelatihan membaca yang memadai, gangguan fisik pada mata dan telinganya, atau bisa juga karena gangguan kemampuan membaca/ keterlambatan mental yang disebut disleksia.

Membaca adalah proses memahami makna dengan menguraikan huruf cetak (decoding) yang memang membutuhkan waktu yang lama dan upaya yang terus menerus. Ada banyak faktor yang terlibat dalam proses penguraian kode ini, umpamanya identifikasi huruf, penggabungan huruf menjadi kata, kata menjadi kalimat, bunyi kata, kosa kata, pemahaman kalimat, dan lain-lain.

Dalam upaya untuk menumbuhkan keterampilan anak membaca dibutuhkan suasana dan atmosfir belajar yang mendukung. Anak bisa merasa frustrasi jika ia mendapatkan kesulitan yang berkelanjutan dalam upaya mencapai tahapan kemampuan membaca yang lebih tinggi. Dukungan dan bantuan yang bersifat individual sangat dibutuhkan bagi anak-anak yang mendapat masalah seperti ini.

Anak yang lancar membaca namun tidak suka membaca, kemungkinan lebih memilih melakukan hal lain, misalnya bermain games di gadget, yang terus terang lebih banyak rugi daripada untungnya. Di zaman yang serba canggih dan hampir setiap orang sudah punya gadget, kita mungkin merindukan masa-masa saat buku masih jadi favorit banyak orang. Seperti yang banyak orang tahu, ada kalimat yang mengatakan bahwa buku adalah jendela dunia, namun sepertinya peran itu mulai tergeser dengan munculnya internet. Tidak heran jika kemudian generasi masa kini lebih lekat dengan internet daripada dengan buku. Tapi jangan biarkan anak-anak lebih mencintai layar komputer atau gadget, karena membiasakan membaca buku punya lebih banyak manfaat.

Tips agar anak menikmati proses membaca
  • Orangtua harus membiasakan membaca buku. Kebiasaan baik harus dimulai dari lingkungan terdekat, yaitu keluarga. Mengajak anak untuk terbiasa membaca buku rumah akan membuatnya sadar pentingnya membaca buku. Anda bisa memulainya dengan buku kisah anak-anak yang disukainya, bahkan sebelum mereka masuk TK atau SD.
  • Bacakan buku cerita; Meski ia mungkin tidak mengerti dengan apa yang Anda baca, biarkan anak bergabung melihat apa yang Anda baca. Anda bisa membacakan beberapa kalimat di dalamnya dan menjelaskan apa yang sedang dibaca. Buat sesimpel mungkin.
  • Buat kegiatan yang berhubungan dengan buku; Ada baiknya Anda membuat kegiatan yang berhubungan dengan cerita buku agar anak senang, seperti misalnya menggambar atau mewarnai gambar dan lain sebagainya. Hal ini juga bisa sekaligus melatih keterampilan motorik dan kreativitasnya.
  • Selalu temani anak membaca buku; Ketika anak-anak menyukai sesuatu, ia akan terus mengulang hal itu lagi dan lagi. Jangan bosan menemaninya membaca satu buku berulang kali, meski ia sudah hafal isi cerita namun kesenangan yang sama masih dirasakan anak, jadi temani saja sambil Anda mengenalkan buku cerita yang lainnya.
  • Hubungkan cerita buku dengan kehidupan nyata; Ada banyak pelajaran berharga dari cerita dongeng, fabel dan cerita anak-anak lainnya yang bisa dihubungkan dengan kehidupan nyata, kegiatan sehari-hari dan pembentukan karakter anak. Saat mengajarkan sesuatu, biasanya anak lebih paham jika Anda menghubungkan dengan cerita yang pernah ia dengar dan lihat dari cerita anak-anak.
Penulis: Ahmad Budiman, Pemerhati dunia anak
Foto: google

Kisah Cerdas : Kambing dan Ilmu


Oleh : Asnurul Hidayati                                                 

Rasulullah Shallallahu’alaihi wassallam datang ke Madinah sementara Uqbah bin Amir al-Juhani sedang menggembalakan kambing-kambingnya. Begitu Uqbah mengetahui kedatangan Rasul, ia langsung meninggalkan kambing-kambingnya dan berangkat menemui beliau tanpa menunggu apa pun. Ketika Uqbah bertemu dengan Rasul, ia berkata, “Engkau membaiatku ya Rasulullah?” Beliau bertanya, “Siapa kamu?” Ia menjawab, “Uqbah bin Amir al Juhani.” Rasulullah bertanya, “Mana yang kamu sukai, baiat orang pedalaman atau baiat hijrah?” Uqbah menjawab, “Baiat hijrah.” Lalu Rasulullah membaiatnya sebagaimana membaiat orang-orang muhajirin. Uqbah tinggal bersama Rasul satu malam lalu ia kembali mencari kambing-kambingnya.

Uqbah bersama orang yang telah masuk Islam berjumlah 12 orang, tinggal jauh dari Madinah untuk menggembala kambing di daerah pedalaman. Sebagian mereka berkata kepada sebagian yang lain, “Kita tidak akan mendapatkan kebaikan jika kita tidak datang kepada Rasulullah satu hari demi satu hari. Kalau kita datang maka kita bisa belajar agama kepada beliau dan mendengarkan wahyu langit yang turun kepada beliau. Hendaknya salah seorang dari kita pergi ke Yatsrib setiap harinya. Dia bisa meninggalkan kambing-kambingnya kepada kami untuk kami gembalakan.”

Uqbah berkata, “Pergilah kalian kepada Rasulullah satu persatu, siapa yang pergi silakan meninggalkan kambing-kambingnya kepadaku.” Uqbah berkata demikian karena Uqbah sangat menyayangi kambing-kambingnya. Sehingga ia tidak berkeinginan untuk meninggalkannya kepada siapapun.

Kawan-kawan Uqbah mulai hilir mudik, datang dan pergi menemui Rasulullah satu persatu dan meninggalkan kambing-kambingnya kepada Uqbah untuk digembalakan. Jika mereka datang maka Uqbah mengambil apa yang dia dengar dari Rasulullah. Uqbah mengambil apa yang mereka pahami. Namun hal itu tidak berlangsung lama.  Uqbah mulai berkata kepada dirinya sendiri, ’’Celaka kamu, hanya karena beberapa ekor kambing yang harganya tidak seberapa, kamu rela kehilangan kesempatan menyertai Rasulullah dan mengambil ilmu dari beliau tanpa perantara?” Kemudian Uqbah meninggalkan kambing-kambingnya dan pergi ke Madinah untuk tinggal di masjid di samping Rasulullah.

Uqbah bin Umair tidak pernah menduga sebelumnya. Manakah dia mengambil keputusan yang menentukan itu, bahwa setelah beberapa waktu dia akan menjadi seorang ulama di deretan para ulama besar sahabat. Dia akan menjadi seorang qari di antara para syaikh para qurra’.  Dia akan menjadi panglima di antara para panglima penakluk yang gagah berani.  Dia akan menjabat sebagai seorang gubernur di antara para gubernur Islam yang diperhitungkan.

Dia tidak pernah membayangkan, meski hanya sekadar membayangkan. Bahwa saat dia melepaskan diri dari kambing-kambingnya dan pergi untuk menemui Rasulullah. Dia akan berada di deretan depan kaum muslimin yang membuka pintu induk dunia Damaskus dan di sana dia membangun sebuah rumah di antara kebun-kebunnya yang hijau di Bab Tuma.

Dia tidak pernah mengkhayalkan, meski hanya sekedar mengkhayal. Bahwa dia akan menjadi salah seorang panglima yang membuka zamrud dunia yang hijau, Mesir.  Dia akan menjadi salah seorang gubernurnya dan membangun sebuah rumah di puncak gunungnya, al-Muqattham.

Semua perkara itu tersimpan di laci ghaib yang hanya diketahui oleh Allah.

Masya Allah. Uqbah bin Amir al Juhani yang sibuk dengan kambing-kambingnya, begitu mendapat hidayah mulai berubah pikiran dan semangatnya untuk menjadi lebih baik. Dia menyadari bahwa ilmu merupakan penentu perubahan setelah kehendak Allah pada seorang manusia. Maka Uqbah pun memutuskan untuk memilih antara ilmu dan  kambing. Ilmu yang lebih utama.  Maka kambing yang ditinggalkan. Dan  akhirnya Uqbah yang awalnya sebagai penggembala kambing dan begitu menyayangi kambingnya, melihat dengan hatinya akan keutamaan ilmu dengan mendekat kepada Rasulullah. Tidak merasa cukup dengan masuk Islam dan mencari ilmu lewat teman-temannya. Uqbah pun bertekad mendekat Rasulullah. Dan ia mendapatkan kemuliaan hidup dan kebahagiaan yang hakiki.

Sumber : Mereka adalah Para Sahabat. DR. Abdurrahman Ra’fat Basya.  

Penulis : Asnurul Hidayati, Guru MI di Bantul
Foto: merdeka.com

Puasa Adalah Perisai


Surga ditirai dengan perkara-perkara yang tidak disenangi
Neraka ditirai dengan syahwat.

Puasa mengontrol dan menenangkan seluruh anggota badan.
Seluruh kekuatan yang jelek ditahan hingga bisa taat. Puasa berpengaruh menakjubkan

Puasa itu menghancurkan syahwat, mematahkan tajamnya.
Puasa menghalangi pengamalnya dari neraka.

Penulis: Bagus Priyosembodo
Foto: google


Tetap Bugar Saat Puasa


Oleh: Slamet Waltoyo

Semua muslim menyambut Ramadhan dengan sukacita. Pasti juga, anak-anak merasakan hal yang sama. Bagi orang dewasa motivasinya jelas, yaitu indahnya beribadah selama Ramadhan. Dengan motivasi dan kegairahan yang tinggi akan menghilangkan “kesusahan” puasa. Bagaimana dengan anak-anak?

Yang utama adalah menumbuhkan dan menjaga kegairahan selama Ramadhan. Persiapkan suasana rumah menjadi suasana bernuansa Ramadhan. Sehingga Ramadhan menjadi benar-benar istimewa, karena suasana rumah akan mewarnai suasana hati penghuninya. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk membuat suasana berbeda, misalnya dengan menggeser susunan perabot di ruang keluarga, menambah tempat berbuka dan sahur bersama, memperbarui warna interior, menambah hiasan interior, memasang gambar bernuansa motivasi beribadah dan bernuansa keceriaan.

Hal lain yang bisa diistimewakan adalah dengan memperdengarkan nasyid atau murottal pada saat-saat yang sesuai. Misalnya pada saat sahur, mula-mula memperdengarkan musik atau nasyid yang ceria untuk menghilangkan kemalasan bangun dan makan sahur, kemudian diganti murottal menjelang waktu imsak. Buatlah jadwal acara TV yang boleh ditonton kalau tidak bisa menghilangkan  TV dalam keluarga. Persiapkan aktifitas positif yang mengasyikkan pada saat-saat menunggu waktu berbuka puasa.

Baik gambar yang ditempel atau lagu yang diperdengarkan tentu saja yang dapat menyentuh hati anak-anak, sesuai dengan dunia anak-anak. Memang kita menyiapkan semuanya ini untuk anak-anak. Buatlah suasana berbeda, meskipun kecil tetapi yang bermakna, jangan sampai Ramadhan tiba tetapi tidak ada yang istimewa di rumah kita.

Jangan sampai yang berbeda hanya perintah orangtua “mulai besok kamu harus ikut berpuasa”. Tentu saja yang terpikir berbeda pada anak hanya mulai besok badan lemah, perut lapar, suasana ngantuk, bangun lebih awal, dan sebagainya.

Problema biologis harus disikapi dengan baik. Lemah, lapar, ngantuk dan berujung pada malas adalah gambaran umum anak berpuasa. Ini berkaitan dengan kondisi fisik. Memang puasa adalah merubah jam biologis tubuh dari biasanya yang sudah berlangsung dengan ritme harian yang teratur, maka perubahan ini mula-mula akan berpengaruh pada kondisi fisik dan secara berangsur tubuh akan mencapai ritme baru dengan jam biologis baru.  Beberapa hal yang perlu diperhatikan agar anak-anak tetap bugar selama puasa, antara lain:

Pertama, mengawalkan buka dan mengakhirkan sahur. Anjuran Rasulullah ini ternyata telah memperhitungkan waktu yang tepat sehingga meringankan beban tubuh dalam menjalankan kewajiban ujian puasa.

Kedua, makanan cukup kalori. Makanan yang manis adalah makanan yang kaya kalori. Anak-anak harus mendapatkan kalori yang cukup dari makanan, agar cukup mendapatkan energi. Susunlah menu makanan dengan memperhitungkan nilai gizinya. Di samping nilai gizi juga harus memperhatikan jenis makanan yang disukai anak. Terutama untuk makan sahur yang biasanya anak cenderung malas makan karena ngantuk.

Ketiga, cukup istirahat, jangan terlalu banyak. Menggeser waktu istirahat memerlukan penyesuaian biologis, berilah porsi istirahat yang cukup, jangan terlalu banyak. Kebanyakan istirahat justru akan membuat badan merasa lemas.

Keempat, aktivitas yang mengasyikkan. Aktivitas yang mengasyikkan jiwa akan mengalahkan kelemahan tubuh. Berilah aktivitas yang mengasyikkan pada siang dan sore hari. Banyak masjid yang selama Ramadhan mengadakan acara khusus bagi anak. Ikutkan anak setelah kita mengetahui kebaikan dari kegiatan yang diadakan.


Penulis: Slamet Waltoyo, Pimpinan Madin Saqura (Sahabat Al Qur’an) Sleman
Foto: Dok. Moh. Fauzil Adhim

Menjaga Nutrisi Anak Saat Puasa


Oleh : Arhie Lestari

Ketika kita merasa anak sudah cukup umur untuk berpuasa. Melatih anak berpuasa bisa dilakukan secara bertahap yang tentunya disesuaikan dengan kemampuan anak. Umumnya, konsumsi makanan pada saat berpuasa memang akan berkurang dan asupan kalori harian ikut menurun sekitar 20 hingga 40%. Namun pada sebagian orang yang berpuasa, penurunan konsumsi makanan umumnya juga diimbangi dengan penurunan aktivitas sehari-hari sehingga keseimbangan kalori yang masuk dan yang terbuang masih tetap terjaga.

Prinsipnya, menu untuk anak saat berpuasa sama dengan hari-hari biasa, yaitu dengan tetap berpedoman pada prinsip gizi seimbang. Menu gizi seimbang adalah menu yang memerhatikan kebutuhan gizi, baik karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air disesuaikan dengan kebutuhan gizi anak. Karbohidrat digunakan sebagai sumber energi untuk aktifitas, protein untuk pertumbuhan, dan vitamin serta mineral digunakan sebagai pembangun dan pemelihara kesehatan.

Berubahnya jam makan, terutama saat makan sahur mungkin menjadi saat yang sulit bagi anak. Membangunkan anak sedang terlelap tidur pada dini hari tentu bukan hal yang mudah. Maka dari itu, bangunkan anak dengan perlahan agar anak tidak kaget saat terjaga. Berikan makanan kesukaan anak agar anak lebih bersemangat ketika makan. Variasikan menu dengan makanan beragam dengan kandungan unsur gizi lengkap sesuai kebutuhan gizi anak.

Anda juga perlu memastikan kebutuhan cairan anak tercukupi terutama jika siangnya anak harus melakukan aktifitas seperti sekolah dan bermain. Asupan cairan yang cukup saat sahur dan berbuka dapat menghindarkan anak dari dehidrasi. Selain air putih, asupan cairan juga bisa diberikan dalam bentuk jus buah. Serat di dalam buah juga bersifat mengenyangkan sehingga dapat menahan rasa lapar di saat berpuasa. Jangan lupa juga berikan susu. Susu sangat penting untuk dikonsumsi ketika anak berpuasa. Dengan meminum susu, asupan nutrisi anak menjadi semakin lengkap dan menutupi kemungkinan kekurangan asupan gizi akibat dari berubahnya pola dan waktu makan.

Ketika waktu berbuka tiba, anak sebaiknya jangan langsung diberi makanan berat. Awali berbuka dengan makanan manis yang bergizi seperti jus buah atau buah kurma. Makanan manis yang mengandung gula akan dengan cepat mengembalikan energi setelah seharian berpuasa. Ketika makan besar, anak dianjurkan makan dengan menu lengkap yang mengandung sumber karbohidrat, protein nabati, protein hewani, lemak, vitamin, dan mineral yang disajikan dalam menu makan gizi seimbang.


Penulis : Arhie Lestari, Pemerhati dunia anak
Foto : Dok Moh. Fauzil Adhim

Cerita, Media Efektif untuk Menanamkan Nilai pada Anak




Oleh: Warsito, S.Pd.Si.

Sekelompok anak kelas 1 sekolah dasar terbengong-bengong dengan mulut ternganga. Mata mereka membulat menatap seorang pria yang sedang bercerita dengan serius. Sesekali wajah mereka menegang. Kerut alis mereka hampir menyatu ketika  itu seorang pencerita mengeluarkan suara tinggi menggambarkan sang tokoh cerita dalam bahaya.

Anak-anak itu tampak melayang dalam dunia mereka sendiri, asyik. Tapi tiba-tiba sang pencerita mengakhiri kisahnya. “Yaaa…!” seru anak-anak itu kecewa. Mereka seakan tak ingin cepat-cepat tercabut dari imajinasinya.

Anak-anak dengan cerita, sebetulnya seperti sebuah tali simpul yang tak terpisahkan. Oleh karena itu, cerita atau kisah merupakan media yang sangat efektif untuk menanamkan nilai pada anak. Pengaruh positif bercerita memang diakui berbagai pihak. Jika dilakukan secara rutin, dongeng bisa menjadi media untuk menanamkan nilai-nilai moral pada anak.

Karena itu, kegiatan bercerita tak selayaknya dilimpahkan begitu saja kepada orang yang berprofesi pencerita atau guru di sekolah. Selain keterbatasan waktu, kegiatan bercerita juga jauh lebih menyenangkan hati anak jika dilakukan oleh ibunya sendiri. Sayangnya tidak semua ibu sanggup meluangkan waktunya untuk bercerita. Selain itu, banyak orangtua yang mengatakan “Saya tidak pandai bercerita dan tidak sempat!”.

Bercerita adalah metode komunikasi universal yang sangat berpengaruh kepada jiwa manusia. Firman Allah “Kami menceritakan kepadamu cerita yang paling baik dengan mewahyukan Al Qur’an kepadamu…” (QS. Yusuf : 3) dan “Maka ceritakanlah kisah-kisah (cerita) itu, agar mereka berpikir (merenungkannya).” (QS. Al A’raf: 176).

Dengan jelas, Allah hendak mengajarkan kepada Rasulullah, dan tentu pada para pengikutnya yang setia, bahwa cerita adalah metode tarbiyah yang bagus serta tepat untuk mendidik jiwa manusia. Karena itulah Allah seringkali menggunakan tamsil-tamsil, perumpamaan-perumpamaan, pelukisan-pelukisan, antara lain diambil dari dunia tumbuhan dan binatang, yang erat sekali kaitannya dengan dunia cerita. Secara khusus bahkan kita menemukan pernyataan Allah yang unik, yaitu bahwa Dia tidak malu menggunakan tamsil-tamsil yang diambil dari dunia binatang yang cenderung diremehkan manusia.

Ada alasan kenapa metode bercerita sangat efektif sekali. Pertama, cerita pada umumnya lebih terkesan daripada nasehat murni, sehingga pada umumnya cerita terekam jauh lebih kuat dalam memori manusia. Cerita masa kecil masih bisa kita ingat secara utuh selama berpuluh-puluh tahun kemudian. Kedua, melalui cerita manusia diajar untuk mengambil hikmah tanpa merasa diguruhi. 

Agar kita dapat bercerita dengan tepat, kita terlebih dahulu harus menentukan jenis ceritanya. Adapun pemilihan jenis cerita ditentukan oleh tingkat usia pendengar, jumlah pendengar, tingkat heterogenitas (keragaman) pendengar, tujuan penyampaian materi, suasana acara, dan suasana (situasi dan kondisi) pendengar. Berceritalah secara sungguh-sungguh (total), antusias, jangan malu-malu. Tentukan tujuan, tema, dan alur cerita. Pilih setting awalnya (suasana/tempat kejadian). Tentukan tokoh-tokoh utama dan tokoh-tokoh antagonisnya, termasuk ciri utama dan sifat-sifatnya. Munculkan konflik (tema/persoalan pokok) antara tokoh utama dengan tokoh antagonisnya.

Tampillah percaya diri. Jaga dinamika gerak. Tangan jangan ke bawah tapi di atas, untuk kaki 2 atau 3 langkah berhenti. Lebih banyak gerak dari pada sekedar omongan dinamis. Hindari gerak yang tak perlu, jangan over acting. Pusatkan perhatian anak. Tatap matanya, kuasai jiwanya, jaga jangan sampai mereka ramai/kacau. Atur jarak ideal.

Sampaikan cerita dengan detail atau terperinci, jangan cuman to the point saja. Detail personifikasi tokoh-tokohnya (memberikan gambaran sehingga anak-anak mudah untuk membayangkan), namun tidak semua tokoh harus digambarkan. Detail dengan adegan-adegannya (disertai dengan gerakan-gerakan). Detail dialog antar tokoh-tokohnya (hal ini merupakan bagian dari menariknya cerita, antara lain dengan menonjolkan perbedaan/warna suara tokoh-tokohnya (tua, muda, wanita, dan laki-laki) karakter suara (marah, takut, sedih, galak, dll). Jaga dinamisasi vokal. Perhatikan perubahan suara (kecil, besar, kakek, hewan, kendaraan, dll).

Bercerita yang baik memang tidak mudah, tetapi semua bisa dipelajari. Insya Allah pendidik yang memiliki hasrat yang kuat untuk maju, hal ini tidak akan menjadi halangan. Selamat berlatih, selamat mencoba, dan selamat bercerita!!!

Penulis: Warsito, S.Pd.Si., Guru SDIT Salsabila 3 Banguntapan

Cara Kreatif Ciptakan Alat Peraga Edukatif


Oleh : Muhsin Anwar, S.Sos.I.

Sebagai guru yang professional tentu kita dituntut untuk dapat mengajar dengan asyik dan menyenangkan sehingga peserta didik semangat dan mudah memahami pelajaran yang kita sampaikan.

Dunia pendidikan tingkat kanak-kanak adalah sebuah dunia yang tidak terlepas dari bermain dan juga berbagai alat permainan anak-anak. Salah satu lembaga pendidikan yang berperan penting dalam proses pembelajaran dan peningkatan mutu dunia pendidikan kanak-kanak adalah Taman Kanak-Kanak yang disingkat menjadi TK. Sebagai sebuah taman tentu saja TK merupakan sebuah tempat belajar dan juga bermain kanak-kanak yang memiliki berbagai sarana dan pra sarana untuk mendukung terlaksanannya proses pembelajaran dengan baik dan berkualitas.

Menurut Mayke Sugianto. T dalam Badru Zaman, dkk (2007: 63) alat permainan edukatif (APE) adalah permainan yang sengaja dirancang secara khusus untuk kepentingan pendidikan. Sementara Badru Zaman (2007: 63) menyatakan bahwa APE untuk anak TK adalah alat permainan yang dirancang untuk tujuan meningkatkan aspek-aspek perkembangan anak TK

Salah satu cara agar pembelajaran itu asyik dan menyenangkan dan pelajaran dapat diterima dengan mudah adalah dengan menggunakan alat peraga. Mungkin banyak di antara kita yang berpikir bahwa alat peraga pendidikan itu harganya mahal. Ya, memang, ada alat peraga pendidikan yang harganya mahal. Namun tahukah Anda, bahwa bahan untuk membuat alat peraga edukatif sesungguhnya banyak berserakan di sekitar kita. Bahkan mungkin ada di gudang penyimpanan barang bekas.

Barang bekas semisal botol air mineral, kardus susu, lakban, gelas plastic dan sebagainya dapat kita oleh menjadi alat peraga edukatif yang unik dan menarik. Jika bisa membuat sendiri alat peraga edukatif dengan biaya yang murah, bahkan gratis, masihkah kita berpikir membeli alat peraga yang mahal?

Apa saja contoh aat perag aedukatif yang mudah dibuat? Nah di bawah ini kita akan membuat alat peraga matematika untuk menyampaikan pelajaran tentang nilai tempat.

Yuk kita buat! Siapkah dulu bahan bakunya. Bahan yang digunakan untuk membuat papan nilai tempat ini adalah kardus/karton tebal, kertas asturo, kertas lipat, sedotan, lem, dan lakban
Siapkan pua alat yang diperlukan seperti gunting, spidol, dan penggaris

Bagaimana cara membuatnya? Pertama, kertas karton atau kardus dan kertas asturo dipotong dengan ukuran kurang  lebih 48 cm x 37 cm. Kemudian, kertas asturo dilem dan ditempelkan di kertas karton. Buatlah 6 kantong dengan kertas lipat dilem di bagian atas kanan kiri dan bagian bawah 4 kantong. Kantong sebelah kiri atas ditulis bank soal, kantong bawah kiri ditulis soal kemudian diberi tanda sama dengan dan kantong yang 3 di bawah lagi di tulis ratusan, puluhan dan satuan. Papan pun telah siap digunakan.

Bagaimana cara menggunakan. guru membuat soal dengan kertas kemudian diletakkan di kantong soal. Guru meminta siswa menjawab nilai berapa yang menempati tempat ratusan, puluhan dan satuan dengan meletakkan sedotan sejumlah angkanya di kantong yang sudah bertuliskan kantong ratusan, puluhan dan satuan. Secara bergantian guru memanggil anak-anak yang lain.

Manfaat alat peraga ini adalah untuk membantu mempermudah siswa dalam mempelajari tentang konsep nilai tempat suatu bilangan. Alat peraga ini juga bisa membuat suasana pembelajaran matematika asyik dan menyenangkan. Di samping itu, alat peraga ini bisa memancing interaksi antara guru dan siswa.

Masih banyak barang bekas lain yang bisa kita maksimalkan untuk membuat alat peraga edukatif. InsyaAllah, di edisi yang lain, akan kita lanjutkan pembahasan pembuatan alat peraga edukatif dengan barang bekas yang lain. Semoga bermanfaat.


Penulis : Muhsin Anwar, S.Sos.I. Kepala Sekolah SDIT Salsabila
Foto: google

Puasa, Masih Mau Marah pada Anak?


Oleh : Imam Nawawi

Dalam bulan Ramadhan, umat Islam banyak yang mampu menahan lapar dan dahaga dengan baik, namun tidak dengan emosi. Sebagian besar masih saja kesulitan menata diri dan keluarga, tidak terkecuali dalam menata pola komunikasi dengan anak.

Merasa diri sudah lelah, payah dan masih banyak hal yang mesti diselesaikan, kemudian anak-anak masih saja bandel, sebagian orangtua kadang langsung marah-marah, seolah lupa bahwa dirinya sedang berpuasa.

Kondisi ini tentu tidak patut untuk dilakukan. Setidaknya ada dua dampak buruk yang langsung ditimbulkan. Pertama, anak beranggapan bahwa sekalipun sedang berpuasa, marah-marah itu boleh dan bisa diijadikan penyelesai masalah. "Buktinya, orangtuaku marah," begitu mungkin anak bergumam.

Kedua, marah atau pun marah-marah akan mengurangi kemantapan hati dalam menjalani puasa. Pada akhirnya, jiwa dikuasai perasaan kesal, sehingga segala yang dilakukan kehilangan makna.

Kehilangan makna inilah yang kemudian bisa kita gali dari apa yang Rasulullah pesankan kepada umatnya,”Jika salah seorang di antara kalian melaksanakan ibadah puasa, maka janganlah ia mengucapkan perkataan kotor dan jangan berteriak-teriak. Jika ia dicaci oleh orang atau hendak diajak berkelahi, maka hendaknya ia mengatakan ‘Aku sedang puasa” (HR. Bukhari Muslim).

Jangan berteriak-teriak, artinya jauhi marah, terutama saat sedang berpuasa. Dalam tinjauan medis disebutkan bahwa menjauhi marah atau menahan diri dari marah adalah cara ampuh untuk menjauhkan tubuh manusia dari berbagai serangan penyakit, yang pada umumnya dikarenakan amarah yang tak terkendali.

Oleh karena itu,  firman Allah pada Surah Ali Imran ayat 134 yang menjelaskan tentang kriteria takwa memerintahkan kita agar sebisa mungkin menahan amarah dan memaafkan (kesalahan) orang.

Jadi, kalau kemudian goal akhir dari puasa ini menjadi insan takwa, maka operasional takwa yang termaktub dalam bentuk kriterianya tersebut harus dijalankan dari kehidupan sehari-hari di dalam rumah kita sendiri. Termasuk kala berinteraksi dengan anak. Sebab, mereka yang akan meniru semua yang kita lakukan untuk kemudian menjadi karakter dan kepribadian mereka kelak dalam kehidupan.
Solusinya? Jaga Wudhu!

Mengapa seseorang marah, tentu beragam jawabannya. Tetapi, bagaimanapun Islam memandang marah sebagai kerugian.

"Marah itu dari setan. Setan diciptakan dari api. Api bisa dipadamkan dengan air. Karena itu, apabila ada yang marah, hendaknya ia berwudhu" (HR. Ahmad dan Abu Dawud).

Secara harfiah, dapat dipahami bahwa wudhu merupakan solusi untuk setiap muslim yang tak mampu menguasai diri, sehingga dikendalikan amarah. Hal ini menunjukkan bahwa siapa menjaga wudhu, insya Allah, terhindar dari penguasaan marah terhadap diri seorang muslim.

Selain itu, secara substantif, wudhu menjaga seseorang dalam keadaan tetap suci dan bersih, sehingga erat kaitannya dengan kesehatan jiwa-raga.

Dr. Magomedov, peneliti pada lembaga General Hygiene and Ecology di Daghestan State Medical Academy memaparkan bahwa wudhu dapat menstimulasi irama tubuh secara alami. Selain itu, wudhu juga dapat mencegah masuknya bibit penyakit.

Oleh karena itu, penting bagi setiap muslim menyempurnakan wudhu, syukur-syukur bisa ditradisikan. Kalau pun belum mampu, setidaknya kita ingat bahwa kalau hendak marah atau sedang marah, bersegera untuk berwudhu. Apalagi di bulan Ramadhan, di mana segala sifat negatif, sudah seharusnya kita jauhi, sekalipun terhadap anak kita sendiri.

Terakhir, ada beberapa sahabat menemui Rasulullah dan meminta nasehatnya, namun semuanya diberi nasehat yang sama, yakni; jangan marah, jangan marah, jangan marah. Ibn Umar bertanya kepada Rasulullah, "Apa yang bisa menjauhkan saya dari murka Allah yang Maha Suci?” Rasulullah menjawab, "Jangan marah." Lantas, masihkah kita akan marah kepada anak kita meski dalam keadaan berpuasa? Wallahu a’lam.


Penulis : Imam Nawawi, Pemimpin Redaksi Majalah Mulis, Penulis di www.hidayatullah.com
Foto: http://www.samishare.com/wp-content/uploads/2014/12/Anak-Kecil-Tersenyum-Manis.png

Mulia dengan Mengendalikan Marah


Oleh : R. Bagus Priyosembodo

"Amat menakjubkan keadaan orang mukmin itu, sesungguhnya semua keadaannya adalah kebaikan baginya.  Kebaikan yang sedemikian itu tidak ada pada seorangpun melainkan hanya untuk orang mukmin itu. Apabila ia mendapatkan kelapangan hidup, ia pun bersyukur, maka hal itu adalah kebaikan baginya. Sedang apabila ia ditimpa oleh kesukaran  bencana- ia pun bersabar dan hal ini pun adalah merupakan kebaikan baginya."  Kebaikan itu senantiasa mengiringi sabar dan syukur.

Ada seorang lelaki berkata kepada Nabi,  "Berilah wasiat padaku." Beliau memberi wejangan padanya "Jangan marah." Orang itu menyampaikan berkali-kali tetapi beliau tetap bersabda, "Janganlah marah." Wasiat jangan marah itu amat penting dan ia butuhkan. Untuk itu beliau mengulang-ulanginya.

Kemampuan mengendalikan diri merupakan kekuatan sebenarnya. Melampiaskan adalah lebih mudah daripada mengendalikan diri. Untuk itu, Rasulullah menjelaskan, "Bukanlah orang yang kuat itu sekedar dengan kemampuan membanting lawan hingga tak berkutik. Orang kuat sebenarnya ialah orang yang dapat menguasai dirinya di kala sedang marah."

Mengendalikan diri di kala marah dan tidak sembarangan melampiaskannya membutuhkan energi yang besar. Penghargaan pasti akan diberikan kepada yang terampil menahan marahnya. Karena ini adalah prestasi. Amal baik yang sering tidak mudah dilakukan. Nabi bersabda, "Barangsiapa yang menahan marahnya padahal ia kuasa untuk melampiaskannya, maka Allah Ta'ala mengundangnya di hadapan dan disaksikan sekalian makhluk pada hari kiamat, sehingga dipersilakan orang itu memilih bidadari-bidadari bermata indah sesuka hatinya.”

Dalam kisah lain, disebutkan ada seorang  Arab dari daerah pedalaman  kencing dalam masjid, lalu berdirilah orang banyak hendak memberikan tindakan padanya. Kemudian Nabi bersabda, "Biarkanlah orang itu.  Sesudah itu siramkan saja setimba penuh air atau segayung air di atas kencingnya. Karena sesungguhnya engkau semua itu dibangkitkan untuk memberikan kemudahan dan bukannya itu dibangkitkan untuk memberikan kesukaran."

Banyak orang bodoh yang menimbulkan masalah. Apabila kita tidak bijaksana maka mudah marah dan panik karena berbagai hal yang diperbuat oleh si bodoh malah akan menimbulkan kesulitan yang lebih besar.

'Uyainah bin Hishn datang -ke Madinah dan singgah sebagai tamu sepupunya, yaitu Alhur bin Qais. Alhur adalah salah seorang dari sekian banyak orang-orang dekat Umar. Ia menjadi salah satu orang kepercayaan dan sering diajak bermusyawarah. Para ahli al-Quran menjadi sahabat-sahabat yang menetap di majelis Umar serta diajak bermusyawarah olehnya, baik orang-orang tua maupun yang masih muda-muda usianya. 'Uyainah berkata kepada sepupunya, "Hai anak saudaraku, engkau mempunyai kedudukan di sisi Amirul Mu'minin ini. Cobalah meminta izin padanya supaya aku dapat menemuinya. Saudaranya itu memintakan izin untuk 'Uyainah lalu Umar pun mengizinkannya. Setelah 'Uyainah masuk, lalu ia berkata: "Hati-hatilah, hai putera Al Khaththab,  demi Allah, tuan tidak memberikan banyak pemberian -kelapangan hidup- pada kita dan tidak pula tuan memerintah di kalangan kita dengan keadilan." Umar marah sehingga hampir-hampir saja akan menjatuhkan hukuman padanya. Alhur kemudian berkata: "Ya Amirul Mu'minin, sesungguhnya Allah Ta'ala berfirman kepada NabiNya "Berilah maaf, perintahlah kebaikan dan berpalinglah dari orang-orang yang bodoh." Dan 'Uyainah ini adalah termasuk golongan orang-orang yang bodoh. Demi Allah, seolah Umar tidak pernah melalui ayat itu di waktu Alhur membacakan. Padahal Umar adalah seorang yang banyak berhenti untuk menyeksamai isi Kitabullah Ta'ala.

Marah memang harus direda. Sulaiman bin Shurad duduk bersama Nabi  dan di situ ada dua orang yang saling memaki dengan kawannya. Salah seorang dari keduanya itu telah merah padam mukanya dan membesarlah urat lehernya. Kemudian Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya saya mengetahui suatu kalimat yang apabila diucapkannya, tentulah hilang apa yang dirasakannya. Andaikata ia mengucapkan: "A'udzu billahi minasy syaithanir rajim," tentulah lenyap apa yang ditemuinya itu. Orang-orang lalu menyampaikan padanya, Sesungguhnya Nabi bersabda, "Mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk."


Penulis: R. Bagus Priyosembodo, Penulis Kajian Utama Majalah Fahma