» » Menikmati Proses Membaca

Menikmati Proses Membaca

Penulis By on Monday, June 27, 2016 | No comments


Oleh : Ahmad Budiman

Sebagai orangtua, kita harus paham bahwa anak tidak hanya harus belajar membaca tapi ia juga harus bisa menikmatinya. Sangat penting bahwa anak bisa dan selalu menikmati proses membaca. Jalan untuk menuju keterampilan membaca adalah jalan yang sulit dan anak harus berjuang untuk memerolehnya. Oleh sebab itu kita perlu untuk membantu mereka melewati jalan dan proses menuju keterampilan membaca tersebut dengan mudah dan menyenangkan. Inilah dua elemen penting dalam menumbuhkan budaya dan ketrampilan membaca anak.

Mengapa harus mudah dan menyenangkan? Untuk menjawab pertanyaan ini, ada beberapa fakta yang perlu kita ketahui tentang membaca. Banyak anak yang mengalami kesulitan dalam membaca dan bahkan masih banyak anak yang meski sudah duduk di bangku SMP masih kesulitan dalam mencerna isi bacaan sederhana. Hal ini mungkin terjadi karena si anak kurang mendapatkan pelatihan membaca yang memadai, gangguan fisik pada mata dan telinganya, atau bisa juga karena gangguan kemampuan membaca/ keterlambatan mental yang disebut disleksia.

Membaca adalah proses memahami makna dengan menguraikan huruf cetak (decoding) yang memang membutuhkan waktu yang lama dan upaya yang terus menerus. Ada banyak faktor yang terlibat dalam proses penguraian kode ini, umpamanya identifikasi huruf, penggabungan huruf menjadi kata, kata menjadi kalimat, bunyi kata, kosa kata, pemahaman kalimat, dan lain-lain.

Dalam upaya untuk menumbuhkan keterampilan anak membaca dibutuhkan suasana dan atmosfir belajar yang mendukung. Anak bisa merasa frustrasi jika ia mendapatkan kesulitan yang berkelanjutan dalam upaya mencapai tahapan kemampuan membaca yang lebih tinggi. Dukungan dan bantuan yang bersifat individual sangat dibutuhkan bagi anak-anak yang mendapat masalah seperti ini.

Anak yang lancar membaca namun tidak suka membaca, kemungkinan lebih memilih melakukan hal lain, misalnya bermain games di gadget, yang terus terang lebih banyak rugi daripada untungnya. Di zaman yang serba canggih dan hampir setiap orang sudah punya gadget, kita mungkin merindukan masa-masa saat buku masih jadi favorit banyak orang. Seperti yang banyak orang tahu, ada kalimat yang mengatakan bahwa buku adalah jendela dunia, namun sepertinya peran itu mulai tergeser dengan munculnya internet. Tidak heran jika kemudian generasi masa kini lebih lekat dengan internet daripada dengan buku. Tapi jangan biarkan anak-anak lebih mencintai layar komputer atau gadget, karena membiasakan membaca buku punya lebih banyak manfaat.

Tips agar anak menikmati proses membaca
  • Orangtua harus membiasakan membaca buku. Kebiasaan baik harus dimulai dari lingkungan terdekat, yaitu keluarga. Mengajak anak untuk terbiasa membaca buku rumah akan membuatnya sadar pentingnya membaca buku. Anda bisa memulainya dengan buku kisah anak-anak yang disukainya, bahkan sebelum mereka masuk TK atau SD.
  • Bacakan buku cerita; Meski ia mungkin tidak mengerti dengan apa yang Anda baca, biarkan anak bergabung melihat apa yang Anda baca. Anda bisa membacakan beberapa kalimat di dalamnya dan menjelaskan apa yang sedang dibaca. Buat sesimpel mungkin.
  • Buat kegiatan yang berhubungan dengan buku; Ada baiknya Anda membuat kegiatan yang berhubungan dengan cerita buku agar anak senang, seperti misalnya menggambar atau mewarnai gambar dan lain sebagainya. Hal ini juga bisa sekaligus melatih keterampilan motorik dan kreativitasnya.
  • Selalu temani anak membaca buku; Ketika anak-anak menyukai sesuatu, ia akan terus mengulang hal itu lagi dan lagi. Jangan bosan menemaninya membaca satu buku berulang kali, meski ia sudah hafal isi cerita namun kesenangan yang sama masih dirasakan anak, jadi temani saja sambil Anda mengenalkan buku cerita yang lainnya.
  • Hubungkan cerita buku dengan kehidupan nyata; Ada banyak pelajaran berharga dari cerita dongeng, fabel dan cerita anak-anak lainnya yang bisa dihubungkan dengan kehidupan nyata, kegiatan sehari-hari dan pembentukan karakter anak. Saat mengajarkan sesuatu, biasanya anak lebih paham jika Anda menghubungkan dengan cerita yang pernah ia dengar dan lihat dari cerita anak-anak.
Penulis: Ahmad Budiman, Pemerhati dunia anak
Foto: google
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya