» » Mengelola Pertanyaan

Mengelola Pertanyaan

Penulis By on Monday, September 19, 2016 | No comments




Oleh : Dr. Ali Mahmudi

Bertanya merupakan aktivitas penting yang tak terpisahkan dari proses pembelajaran. Bahkan bertanya merupakan inti dari proses pembelajaran. Kegiatan pembelajaran yang tidak melibatkan aktivitas bertanya merupakan pembelajaran yang gersang, tidak hidup.

Terdapat beragam tujuan bertanya, di antaranya adalah untuk memotivasi, memicu dan membing proses diskusi dan berpikir, mengarahkan perhatian, dan mengevaluasi kemampuan siswa. Dari beragam tujuan tersebut, memicu dan membimbing proses berpikir siswa merupakan tujuan yang paling penting. Dalam skala lebih luas, suatu bidang ilmu hanya akan tumbuh dan berkembang jika tetap ada ilmuwan-ilmuwan yang secara kritis mengajukan berbagai pertanyaan cerdas untuk mengeksplorasi bidang ilmu tersebut. Pertanyaan-pertanyaan cerdas itulah yang akan memicu proses berpikir para ilmuwan dalam komunitas bidang ilmu itu yang berimplikasi pada tumbuhnya berbabai inovasi. Dengan proses itu, suatu ilmu akan tetap hidup dan berkembang. Di sisi lain, karena bertanya mengindikasikan proses berpikir dan salah satu tujuan penting kegiatan pembelajaran adalah untuk mengembangkan kemampuan berpikir siswa, maka meminta siswa untuk menuliskan sebanyak mungkin pertanyaan terkait suatu topik tertentu dapat menjadi alternatif bentuk evaluasi hasil belajar siswa.

Bertanya tidak hanya penting diajukan dan dikelola oleh guru, melainkan juga penting agar juga diajukan oleh siswa. Bertanya dapat mengindikasikan aktivitas berpikir. Sayangnya, hal demikian tidak mudah ditemukan di kelas. Apabila mereka bertanya, tak jarang mereka mengajukan pertanyaan yang kurang berkualitas, seperti, “Apakah ini akan keluar di ujian?” Pertanyaan demikian perlu diwaspadai karena dapat mengindikasikan ketidakseriusan berpikir. Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa hanya anak-anak yang bertanya yang benar-benar berpikir dan belajar. Tidak bertanya identik dengan tidak ada pemahaman dan pertanyaan yang baik identik dengan pemahaman yang baik.

Secara berkelanjutan, guru perlu mengkondisikan agar siswa aktif bertanya. Namun, siswa hanya akan bertanya dengan baik apabila guru memberikan teladan yang baik dalam bertanya. Misalnya, guru perlu memberikan teladan untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan tingkat tinggi yang dapat mendorong proses berpikir siswa, bukan pertanyaan tingkat rendah yang hanya dimaksudkan untuk meningat fakta-fakta. Pertanyaan seperti, “Apakah kalian mendengarkan?” untuk memastikan siswa memperhatikan atau pertanyaan, “Apakah kalian dapat mengikuti pelajaran?”, dipandang kurang efektif. Bagaimanapun juga, siswa akan menjawab, “Ya, saya mendengarkan” atau “Ya, saya paham”. Jawaban ini kurang memberikan informasi mengenai pemahaman siswa. Tentu lebih baik mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang lebih bersifat terbuka, seperti, “Bagaimana kamu memahami seperti itu?”.

Mengajukan dan mengelola pertanyaan tidak hanya terkait dengan pemilihan tipe pertanyaan, melainkan juga berkaitan dengan waktu  dan kejelasan pertanyaan. Menjawab pertanyaan memerlukan waktu untuk berpikir dan oleh karena itu perlu untuk memberikan waktu tunggu yang mencukupi kepada siswa untuk menjawab. Jika siswa tidak mampu menjawab suatu pertanyaan, guru perlu memeriksa kembali apakah pertanyaan cukup jelas. Guru mungkin guru perlu mengkalimatkan ulang pertanyaan. Jika pertanyaan terlalu sulit bagi siswa karena belum cukupnya pengetahuan awal siswa, guru dapat mengajukan berbagai pertanyaan faktual yang mengarah pada diperolehnya informasi atau jawaban yang dikehendaki. Hal lain yang perlu diperhatikan dalam mengelola pertanyaan adalah memberikan pertanyaan kepada seluruh siswa terlebih dahulu sebelum menunjuk salah satu siswa untuk menjawab, memberikan respon sesegera mungkin terhadap jawaban siswa, dan membimbing siswa sampai mereka menemukan sendiri jawabannya. Beberapa kriteria tersebut perlu diperhatikan agar pertanyaan dapat dikelola dengan baik sehingga tercipta situasi pembelajaran yang lebih hidup.

Penulis: Dr. Ali Mahmudi, Dosen Prodi Pendidikan Matematika Universitas Negeri Yogyakarta
Foto : google
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya