» » Anak Mogok Makan, Apa Penyebabnya?

Anak Mogok Makan, Apa Penyebabnya?

Penulis By on Sunday, December 18, 2016 | No comments


oleh : Arhie Lestari

Melihat anak makan dengan lahap, pasti kita akan sanga senang melihatnya. Namun ada suatu kondisi di mana anak tidak mau makan. Bahkan ketika dipaksa pun, anak malah tutup mulut, atau bahkan memuntahkan makanannya. Apa saja penyebab anak mogok makan?

Pertama, karena sakit.Kondisi tenggorokannya yang radang, atau pilek yang bikin balita susah bernapas pastinya bikin napsu makan menurun. Tidak heran kalau menu apapun akan ditolak anak Anda. Selain gejala flu, masalah pencernaan seperti sembelit dan asam lambung juga sering bikin anak menolak makan. Saat terserang sakit maag, perut anak sakit, kembung, dan lambungnya jadi sesak.

Kedua, bosan dengan menu makanan. Walaupun balita Anda penggemar mi atau sop, tapi bukan berarti dia mau makan menu yang sama berulang terus untuk sarapan setiap pagi. Ingat juga kalau jumlah yang akan dimakan balita setiap kali tidak akan selalu sama. Dan ingat, reaksi Anda yang panik menghadapi perilaku balita justru akan membuat balita ingin segera menyudahi acara makannya.

Ketiga, cara makan yang tidak tepat. Tidak ada yang salah dengan menu yang Anda masak, balita Anda pun tidak sakit, lalu kenapa dia terlihat enggan makan? Coba teliti bisa jadi anak Anda punya kebiasaan yang tidak benar saat makan. Misalnya dalam mengunyah atau menelan makanan ia terburu-buru. Akibatnya balita sering tersedak atau muntah saat makan. Nah, acara makan pun jadi tidak menyenangkan lagi buat balita. Mengunyah makanan yang dianjurkan adalah sebanyak 33 kali, tapi jika balita belum mahir berhitung, ingatkan untuk mengunyah sampai makanan hancur benar. Proses ini tak hanya supaya makanan mudah ditelan, karena air liur juga  akan memecah partikel makanan dan melembutkannya, sehingga mudah dicerna.

Keempat, variasi makanan. Kenapa balita kelihatan tidak tertarik mencoba menu baru yang Anda sajikan? Ingat Bunda, usianya yang masih kecil. Bisa jadi ia asing melihat bentuk brokoli atau belum pernah melihat warna kuning pucat kentang seumur hidupnya. Menurut Ellen O'Leary, Assistant  Director of Nutrition & Food Services at WellStar Kennestone Hospital, respon penolakan sangatlah wajar. Jangan dulu putus asa. Ingat, kan balita adalah peniru ulung? Coba contohkan kalau Anda makan makanan baru tersebut dengan riang gembira. Anak pasti akan meniru dan mau mencoba. Dan ingat, ia tak akan langsung suka dan menghabiskan porsi yang Anda sajikan.

Penulis: Arhie Lestari, Pemerhati dunia anak
Foto: google
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya