» » Solusi Anak Kecanduan Gadget

Solusi Anak Kecanduan Gadget

Penulis By on Monday, January 16, 2017 | No comments




Oleh : Adi Sulistama

Usai pulang sekolah, bukannya  segera ganti baju, Nana yang baru menginjak usia usia 5 tahun malah sibuk mencari-cari smartphone milik ibunya. Begitu smartphone tersebut ditemukannya tergeletak di meja ruang tamu, Nana pun langsun asyik bermain game kesukaannya. Saking asyiknya, Nana sampai tidak mendegar ibunya yang sejak tadi memanggil.

Kejadian ini hampir selalu terjadi setiap Nana pulang sekolah. Ibunda Nana sebetulnya juga prihatin denan kebiasaan putrinya ini. Sudah berkali-kali pula diingatkan, namun masih belum memberi efek pada Nana. Setiap pulan sekolah, yan dicari pertama kali selalu saja smartphone. Inilah setidaknya kasus yang banyak dialami orangtua saat ini. Hal ini tentu saja menggambarkan dengan jelas betapa teknologi yang semakin canggih membawa pengaruh yang besar pada diri manusia, termasuk anak-anak.

Apalagi sudah banyak penelitian yang membuktikan bahwa anak-anak yang banyak menghabiskan sebagian waktunya menyendiri dengan gadgetnya, akan menumbuhkan anak yang introvert sehingga pada akhirnya ketika mereka dihadapkan pada dunia kerja yang sebenarnya, bukan tidak mungkin mereka akan mengalami kesulitan untuk berbaur dan mendapatkan teman. Hal ini tentu saja menjadi dampak yang ditakuti. Untuk itulah, penting sekali menindak dan mencari solusi untuk anak-anak yang sudah kecanduan dengan internet, apalagi kecanduan ini sudah terjadi sewaktu anak masih balita.

Tips mengatasi anak kecanduan gadget :

-      Tetapkan waktu maksimal anak boleh bermain gadget
Anak-anak yang sudah kecanduan dengan gadet akan terlihat seolah mereka seperti tidak dapat menjalankan kehidupannya tanpa gadget dan smartphonenya. Nah, untuk mengtasi hal ini, maka sebaiknya batasi penggunaan gadget pada anak-anak. Misalnya hanya pada jam-jam tertentu selama 10 atau 15 menit.

-      Batasi penggunaan jaringan internet di rumah
Sudah bukan hal yang baru jika saat ini para orangtua modern akan memasang sambungan jaringan internet di rumahnya yang memudahkan mereka mengakses internet. Namun tahukah Anda, hal ini jugalah yang menjadi salah satu pemicu anak kecanduan dengan gadget. Sambungan internet yang lancar dan mudah mereka dapatkan seolah mendukung aksi mereka untuk semakin mencintai kehidupan mayanya di internet.

-      Beri anak kesibukan
Semakin banyak waktu luang dalam hari anak-anak akan semakin membuat mereka bosan dan semakin mereka merasa bosan, maka akan semakin besar keinginan mereka untuk dapat mengakses internet. Untuk itulah, tidak ada salahnya mengalihkan anak pada kegiatan-kegiatan yang bisa menyibukan hari-harinya.
Kegiatan ini tentunya bisa dimanfaatkan menjadi kegiatan bermanfaat untuk anak, seperti TPA, kegiatan tahfidz, megajak anak membersihkan rumah, memotivasi anak agar mau bermain bersama teman, dan sebagainya. Ketika hari-hari anak sibuk dengan berbagai kegiatan, maka akan secara otomatis hal ini membuat mereka lelah. Dan sepulangnya dari kegiatan tersebut hal yang paling diinginkan oleh mereka adalah beristirahat. Dengan begini, kecanduan mereka akan muali teralihkan pada hal-hal yang lebih bermanfaat dan dalam kehidupannya.

-      Ajak anak berdialog
Cara terakhir untuk mengontrol dan mengatasi kcanduan gadget pada anak adalah dengan berdiskusi bersama dengan mereka. Jelaskan maksud anda membatasi penggunaan gagdet dan internet pada anak bahwa hal tersebut semata-mata anda lakukan demi kebaikan mereka. Selain itu, berikan pemahaman bahwa ketika mereka kecanduan dengan internet banyak dampak buruk yang mereka dapatkan, di antaranya adalah insomnia dan pembentukan pribadi introvert yang akan menyulitkan mereka di masa depan. Dengan begini anak diharapkan mampu menangkap tujuan orangtua sebenarnya dalam mengatasi kecanduan gadget pada mereka.

Anak-anak yang sudah mengalami kecanduan dengan gadget sejak mereka berusia dini, tentu saja menjadi hal yang sangat memprihatinkan. Tidak seharusnya, masa kecil mereka dihabiskan dengan berdiam diri dikamar tanpa mengenal dan bereksplosi dengan lingkungannya.

Penulis: Adi Sulistama, Pemerhati dunia anak
Foto: google

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya