» » Pintu-pintu Inspirasi Guru

Pintu-pintu Inspirasi Guru

Penulis By on Saturday, February 25, 2017 | No comments


Oleh: Drs. Slamet Waltoyo

Tidak bisa dipungkiri besarnya pengaruh guru terhadap perkembangan kejiwaan murid. Orang yang terdekat dengan anak, yakni orangtua pun mengakui bahwa gurunya lebih didengarkan dari pada dirinya. Apakah ini yang membuat guru boleh bangga? Tidak. Sekali-kali tidak. Tetapi inilah yang membuat para guru harus bersungguh-sungguh sekaligus berhati-hati.

Bersungguh-sungguh, karena dari kepribadiannya berpeluang menginspirasi puluhan jiwa, menebar kebaikan. Tetapi harus berhati-hati kerena berlakunya peribahasa “guru kencing berdiri murid kencing berlari”

Semua sisi guru menjadi perhatian bagi murid. Baik penampilan maupun kepribadiannya. Dari ucapan hingga gerak-geriknya. Dari ujung kaki hingga ujung kepala. Tak ada yang lepas dari perhatian anak. Sehingga banyak pintu yang bisa menjadi jalan inspirasi bagi murid. Tiap Guru mempunyai kelebihan yang berbeda sehingga menjadi inspirator hal yang berbeda.

Inilah beberapa contoh pintu inspirasi:
Pertama, anak menjadi suka pelajaran tertentu. Ada anak yang menjadi sangat hobi dengan pelajaran tertentu. Misalnya ia sangat menyukai pelajaran matematika, IPA, atau Bahasa Inggris karena terkesan dengan seorang guru. Penyampaiannya yang menarik, mudah diterima atau pendekatannya yang mengena secara personal.  Buku pelajaran itu yang selalu ada di tangannya. Bahkan hingga Perguruan Tinggi pun ia memilih jurusan karena mata pelajaran yang ia sukai. Maka guru bersungguh-sungguhlah dalam memilih metode belajar dan pendekatannya agar menarik dan mudah diterima.

Kedua, anak disiplin karena guru. Banyak anak yang dengan kesadarannya menerapkan kedisiplinan karena terinspirasi oleh guru. Guru yang dengan tulus dan menunjukkan kenyamanannya karena ia disiplin. Tanpa rasa tertekan, ia selalu datang tepat waktu, memenuhi janjinya, lengkap peralatan yang harus dibawanya. Tanpa harus banyak perintah dan cerita ia menunjukkan kenyamanannya. Banyak murid yang terkesan dan mengikuti langkahnya.

Ketiga, anak tumbuh semangat belajarnya karena guru. Ada di antara anak tumbuh semangat belajarnya karena inspirasi dari Guru. Ia menjadi ingin banyak tahu, menjadi ingin banyak membaca. Ia selalu berhadapan dengan guru yang berwawasan luas, Guru yang banyak tahu. Ia tidak hanya menyampaikan materi ajar dengan “lurus dan kering” . Tetapi mampu menghubungkan dengan “dunia kekinian”, membuka wawasan. Sehingga anak merasakan bahwa disiplin ilmu yang diajarkan besar manfaatnya dan luas penerapannya.

Keempat, anak berpenampilan rapi karena guru. Anak ini rambutnya tidak lagi kusut atau pakai jilbabnya selaku rapi dan serasi, baju dan celana atau roknya selalu berseterika halus, sepatu dan kaus kakinya selalu bersih dan serasi. Orangtua bangga. Karena ia selalu berhadapan dengan Guru yang nyaman dengan penampilannya yang selalu rapi. 

Banyak guru yang diidolakan muridnya. Banyak guru yang selalu diingat dan didatangi murid hingga masa tuanya. Banyak pintu kebaikan yang bisa dipancarkan oleh guru. Terbarkan inspirasi sebaik dan setinggi mungkin. Sehingga menjadi generasi cemerlang di masa depan. Bersungguh-sungguhlah menjadi inspirator.

Hati-hati guru jangan sampai “kencing berdiri”. Jangan sampai melakukan hal-hal yang tercela. Kalaupun murid tidak mengikuti dengan “kencing berlari” tetapi perbuatan negatif yang dilakukan guru akan melunturkan citranya. Sehingga memungkinkan guru tidak lagi yang harus digugu dan ditiru ( yang didengarkan nasehatnya dan diteladani perilakunya). Maka reduplah daya inspirasinya. Maka berhati-hatilah.

Penulis: Drs. Slamet Waltoyo, Pengelola Madrasah Diniyah Saqura, Yogyakarta

Foto: http://sekolahislamasa.com
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya