» » Do'a untuk Anak Kita

Do'a untuk Anak Kita

Penulis By on Wednesday, June 21, 2017 | No comments

Dr. Subhan Afifi dan Azzam, Ayah dan Anak Pecinta Al-Quran
di Masjid  Ulil Albab UII
 Oleh: Dr. Subhan Afifi, M.Si. 

Kapan kita terakhir bersungguh-sungguh mendo'akan kebaikan untuk anak-anak kita? 

Mengadukan kepada Sang Penggenggam Hati segala keluh kesah kita tentang satu-dua tingkah polah mereka yang mungkin membuat ayah bundanya tak berkenan. Ketika segala nasihat dan petuah telah tertumpah, dan hasil perubahannya masih jauh dari harapan. Do'a menjadi tips praktis parenting paling ampuh. 

Juga ketika rasa syukur ini membuncah, karena gerak-gerik dan tutur kata mereka membuat maknyess hati ini. Ada rasa adem serupa ungkapan qurrata a'yun (penyejuk hati) yang terasa dalam qalbu menyaksikan mereka tumbuh dalam ketaatan pada RabbNya plus bonus aneka prestasi. Saat itu do'a menjadi ungkapan syukur yang akan menambah segala nikmat. 

Sungguh, sholih-sholihah itu, jika pun hadir sifat dan turunannya pada anak-anak kita bukan semata-mata karena Bapak Ibunya sholih-sholihah. Jika rumus baku nya seperti itu, bahwa ayah bunda sholih-sholihah pasti akan melahirkan anak sholih-sholihah, maka tentu kita akan kesulitan menjelaskan mengapa anak Nabi Nuh dan Nabi Luth jadi anak salah, padahal bapaknya Nabi. Kurang sholih apa beliau. 

Ternyata anak sholih-sholihah adalah hidayah dari Allah Ta'ala. Orang tua yang menginginkan anak-anaknya menjadi qurrata a'yun tentulah wajib terus memperbaiki diri. Berusaha sekuat tenaga jadi lebih baik dalam semua hal. Itupun kita tak punya daya dan kekuatan untuk menjamin anak kita akan juga menjadi baik segalanya. La haula wala quwwata illa billah. 

Untuk itu kita sangat butuh mendo'akan kebaikan untuk anak-anak itu. Dengan sepenuh hati dan harap. Agar Allah Ta'ala berikan pertolongan, taufik dan hidayahNya agar ayah bunda anak-anak yang menggemaskan itu jadi banyak berzikir, lebih bersyukur dan semakin baik ibadahnya. Allahumma 'ainni ala zikrika wa syukrika wa husni ibadatika. 

Waktu jelang berbuka ketika berpuasa adalah salah satu kesempatan yang mustajabah untuk berdo'a. 

عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله u وسلم- « إِنَّ لِلصَّائِمِ عِنْدَ فِطْرِهِ لَدَعْوَةً مَا تُرَدُّ »

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya do’a orang yang berpuasa ketika berbuka tidaklah tertolak.” (HR. Ibnu Majah). 

Mari kita do'akan sungguh-sungguh anak-anak manis itu. Kita mintakan agar mereka jadi penyejuk hati, bukan penyebab munculnya aneka gundah di zaman penuh fitnah. 


رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

(Wahai Robb kami, karuniakanlah pada kami dan keturunan kami serta istri-istri kami penyejuk mata kami. Jadikanlah pula kami sebagai imam bagi orang-orang yang bertakwa) (QS. Al Furqon:74)

Memohonkan pada Sang Rabbul Izzati, agar diri ini enteng beramal shalih sekaligus memperbagus semua urusan anak-anak kita. 

رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي

(Wahai Robbku, ilhamkanlah padaku untuk bersyukur atas nikmatmu yang telah Engkau karuniakan padaku juga pada orang tuaku. Dan ilhamkanlah padaku untuk melakukan amal sholeh yang Engkau ridhoi dan perbaikilah keturunanku) (QS. Al Ahqof:15)

Sekaligus meminta agar ananda tercinta semuanya jadi generasi yang menjadikan Sholat sebagai prioritas dalam hidupnya. Tidak menganggap enteng meninggalkan shalat. Sukses yang sesungguhnya adalah ketika kita dan anak-anak kita diberi karunia oleh Allah Ta'ala istiqomah menegakkan shalat. 

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلاَةِ وَمِن ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاء

“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat. Ya Tuhan Kami, perkenankanlah doaku.” (QS. Ibrahim: 40)

Dan tak lupa menyelipkan pinta agar kita dan anak-anak itu menjadi generasi bertauhid yang menjauhi penyembahan terhadap aneka berhala modern dalam kehidupan. Seperti kesungguhan do'a Nabi Ibrahim 'alaihissalam untuk anak cucu nya :

رَبِّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَن نَّعْبُدَ الأَصْنَامَ

“Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.” (QS. Ibrahim: 35). 

Amin Ya Rabb. Perkenankan do'a kami.

Penulis: Dr. Subhan Afifi, M.Si., Kepala Jurusan dan Dosen Komunikasi Universitas Pembangunan Veteran Yogyakarta
Foto Ilustrasi : Dokumen Pribadi Dr. Subhan Afifi
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya