» » Metode Tanya Jawab dalam Pembelajaran

Metode Tanya Jawab dalam Pembelajaran

Penulis By on Monday, December 18, 2017 | No comments



Oleh : Salim Abu Hanan

Dalam kegiatan belajar-mengajar, tanya jawab adalah metode yang banyak dilakukan dan disukai oleh guru terutama untuk materi ajar yang bersifat abstrak. Karena metode ini mempunyai beberapa kelebihan. Yang pertama, menuntut semua murid aktif berproses. Yang kedua, hasilnya atau  tingkat pemahaman murid terhadap materi ajar langsung dapat diketahui dan dikontrol. Yang ketiga, prosesnya sederhana. Tetapi kelebihan yang ketiga ini sering disalah artikan. Karena sederhana sehingga dianggap gampang padahal tidak segampang anggapannya.

Dalam tulisan ini hanya membicarakan salah satu sudut kecil dari metode tanya jawab, yaitu bagaimana merespon jawaban murid dari pertanyaan-pertanyaan yang kita lontarkan. Kita punya harapan bagaimana harusnya murid menjawab, tetapi bisa juga kita mendapat jawaban diluar dugaan atau harapan.

Bila murid menjawab pertanyaan dengan cepat , tepat, dan mantap maka atas jawaban ini harus diberi pengakuan berupa pujian. Tidak perlu pujian yang berlebihan. Jawaban yang cepat dan tepat biasanya berasal dari murid yang kita anggap murid “kelompok atas”. Bagi murid ini pujian berupa gerakan tangan atau anggukan – sebagai bentuk pengakuan- sudah cukup. Tetapi jika jawaban ini berasal dari murid “kelompok menengah” pantas kita berikan pujian yang lebih. Lebih dari sekedar anggukan, perlu pujian verbal yang memberikan kebanggakan. “Ini jawaban yang saya tunggu”, “hebat”, misalnya seperti itu.

Bila seorang murid menjawab pertanyaan dengan benar tetapi ragu-ragu, maka penting kepada murid ini kita beri umpan-balik positif. Umpan balik yang lebih eksplisit. Ini penting untuk membantu murid memperkuat pendapatnya. Bahwa ia sudah bisa menjawab dengan benar. Dengan harapan jika pertanyaan semacam kembali dilontarkan maka ia akan menjawab dengan tidak ragu-ragu lagi. Boleh juga dengan mempertanyakan, mengapa ia menjawab dengan ragu? Jika kita dapati murid belum paham betul atau  ragu dengan apa yang ia fahami, maka dapat dilakunan pembelajaran ulang tentang materi tersebut.

Apa yang harus kita lakukan jika murid menjawab pertanyaan dengan keliru? Ingat, ada dua tipe jawaban keliru. Ada jawaban keliru karena murid kurang usaha sehingga muncul jawaban asal-asalan, dan ada jawaban keliru karena murid memang kurang paham. Terhadap dua tipe jawaban ini kita harus menanggapi segera. Memberitahukan bahwa jawaban mereka masih salah. Dengan tanggapan yang tidak merendahkan secara personal.

Untuk menanggapi jawaban yang asal-asalan memang kadang agak sulit. Karena kritik secara personal lebih cenderung merugikan dalam pendidikan. Murid yang merasa disudutkan bisa berakibat tidak menyukai terhadap guru dan mengurangi kegigihan dalam berusaha. Setelah guru memberitahukan bahwa jawabannya belum benar maka harus segera berpindah kepada murid berikutnya. Tidak memberikan pujian merupakan tanggapan yang terbaik.

Tanggapan terhadap murid yang menjawab keliru karena belum paham diberikan dengan strategi yang berbeda. Yaitu dengan melontarkan pertanyaan yang lebih sederhana. Atau dengan memberikan pancingan agar murid mengingat sesuatu untuk mengarahkan pada jawaban yang benar. Kalau belum juga murid terpancing maka sebaiknya kita beralih kepada murid berikutnya untuk membetulkan jawaban yang diberikan oleh temannya.

Berapa lama sebaiknya guru menunggu jawaban murid? Ini hal yang penting. Untuk memastikan bahwa kegiatan belajar berlangsung dengan baik. Menunggu terlalu lama bararti banyak waktu yang terbuang dan menjadi kelas lengang. Waktu yang terlalu pendek dalam menunggu jawaban berarti tidak memberikan kesempatan yang cukup bagi murid untuk memikirkan jawaban.

Waktu tunggu harus disesuaikan dengan tipe pertanyaan. Untuk pertanyaan tertutup dan membutuhkan ingatan faktual sederhana, waktu tunggu yang optimal adalah tiga detik atau sedikit ditambah. Untuk pertanyaan terbuka dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi membutuhkan waktu tunggu yang lebih lama, bisa sampai 15 detik. Menunggu yang terlalu lama, lebih lama dari 15 detik akan membuat murid mulai gelisah. Ketika waktu tunggu sudah habis maka guru segera menyederhanakan pertanyaan.

Penulis : Salim Abu Hanan, Pimpinan Madin Saqura Sleman   
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya