» » Berhimpunnya Keutamaan Berdo’a

Berhimpunnya Keutamaan Berdo’a

Penulis By on Friday, February 16, 2018 | No comments


Oleh: Mohammad Fauzil Adhim


Kita dapat berdo’a dimana saja di seluruh muka bumi. Tetapi ada tempat-tempat yang tidak patut kita berdo’a, kecuali dalam keadaan sangat khusus. Misalnya di dalam bilik tandas (WC). Tidak patut kita memanjatkan do’a di sana kecuali bagi seseorang yang sedang terancam jiwanya. Ia sedang ketakutan dan sangat menghajatkan pertolongan.

Ada waktu-waktu yang lebih utama untuk berdo’a. Di antara waktu-waktu mustajab itu, ada waktu yang lebih istimewa. Lebih tinggi keutamaannya untuk berdo’a. Do’a orang yang sedang dizalimi terhadap yang menzalimi dirinya, seorang musafir yang belum tiba kembali di tempat mukimnya, serta orangtua kepada anak merupakan do’a yang mustajab. Allah Ta’ala akan ijabahi.

Rasulullah _shallaLlahu ‘alaihi wa sallam_ bersabda:

ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لَا شَكَّ فِيهِنَّ: دَعْوَةُ المَظْلُومِ، وَدَعْوَةُ المُسَافِرِ، وَدَعْوَةُ الوَالِدِ عَلَى وَلَدِه

“Ada tiga do’a mustajab yang tidak diragukan lagi, yaitu: do’a orang yang terzalimi, do’a musafir, dan do’a orangtua terhadap anaknya.” *(HR. Tirmidzi, Abu Dawud dan Ibnu Majah).*

Jum’at adalah satu dari beberapa waktu mustajab untuk berdo’a. Di dalamnya, yakni selama hari Jum’at, terdapat 12 saat yang paling mustajab untuk berdo’a. Yang 10 tidak disebutkan secara khusus, sementara yang 2 telah ditunjukkan dengan sangat jelas. Kapankah dua waktu itu? Pertama, saat khatib duduk di antara dua khutbah hingga shalat didirikan sebagaimana terdapat dalam hadis riwayat Muslim dari Abu Musa Al-Asy'ari _radhiyaLlahu 'anhu._ Harap diperhatikan, kita tidak boleh berdo’a saat khatib sedang menyampaikan khutbah. Kewajiban kita adalah mendengarkan dengan sungguh-sungguh. Tetapi ketika iqamat dikumandangkan, masih ada waktu sebelum khatib melakukan takbiratul ihram.

Kedua, bakda Ashar di hari Jum’at hingga tibanya Maghrib. Sekedar catatan, penghitungan hari dalam Islam dimulai dari Maghrib hingga menjelang Maghrib. Jadi, yang dimaksud dengan hari Jum’at adalah apa yang umum dianggap oleh masyarakat sebagai hari Kamis malam, dihitung sejak Maghrib, hingga Jum’at sore. Begitu azan Maghrib telah berkumandang, berarti kita telah memasuki hari Sabtu.

Rasulullah _shallaLlahu ‘alaihi wa sallam_ bersabda:

يَوْمُ الْجُمُعَةِ اثْنَتَا عَشْرَةَ سَاعَةً، لاَ يُوجَدُ فِيهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ شَيْئًا إِلاَّ آتَاهُ إِيَّاهُ، فَالْتَمِسُوهَا آخِرَ سَاعَةٍ بَعْدَ الْعَصْرِ

“Hari Jum’at itu dua belas saat, tidak ada seorang muslim pun yang memohon sesuatu kepada Allah (pada salah satu saat) kecuali Allah akan mengabulkan permohonannya, maka carilah (waktu pengabulan itu) di akhir saat setelah Ashar.” *(HR. An-Nasaa’i dari Jabir bin Abdullah radhiyaLlahu ’anhuma).*

Dalam hadis tersebut, kita ditunjukkan bahwa di antara dua belas saat tersebut, ada satu kekhususan, yakni bakda Ashar. Ini merupakan waktu terbaik hingga datangnya Maghrib. Inilah masa paling istimewa di setiap pekan. Kekhususan waktu ini dikuatkan lagi dalam sebuah hadis riwayat Ahmad. Rasulullah _shallaLlaahu 'alaihi wa sallam_ bersabda:

إِنَّ فِي الْجُمُعَةِ سَاعَةً لَا يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ فِيهَا خَيْرًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ وَهِيَ بَعْدَ الْعَصْرِ

"Sesungguhnya di hari Jum'at ada satu waktu yang tidaklah seorang muslim memohon kebaikan kepada Allah 'Azza wa Jalla di waktu tersebut kecuali Allah akan mengabulkannya, waktunya adalah bakda Ashar." *(HR. Ahmad).*

Maka alangkah beruntungnya orang yang dalam dirinya berhimpun beberapa keutamaan, lalu memanfaatkannya untuk berdo’a dengan sungguh-sungguh. Berhimpunnya berbagai keutamaan itu misalnya, ia seorang musafir dan musafir mustajab do’anya, sedang di Tanah Suci dan di tempat utama untuk berdo’a pula di Tanah Suci tersebut, berada di sana pada hari Jum’at, menghabiskan waktu bakda hingga Maghrib untuk berdo’a, serta sedang menjalankan umrah atau haji dengan sebaik-baiknya sehingga terhitung sebagai tamu Allah ‘Azza wa Jalla. Keutamaan itu bertambah lagi manakala ia sebagai orangtua mendo’akan anaknya.

Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat bagi siapa saja yang Allah Ta’ala panjangkan umurnya di hari Jum’at ini, khususnya bagi yang sedang berada di Tanah Suci. Sekiranya kita yang sedang berada di Tanah Air tak memungkinkan untuk mengkhususkan waktu bakda Ashar, setidaknya dapat memanfaatkan waktu di antara dua khutbah serta waktu-waktu lain di hari Jum’at ini untuk berdo’a.

Penulis : Mohammad Fauzil Adhim, Penulis Buku-buku Parenting
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya