» » Siapkan Pendidikan di Era IT

Siapkan Pendidikan di Era IT

Penulis By on Tuesday, March 6, 2018 | No comments


Oleh: Prof. Dr. Ir. Indarto, D.E.A. 

“Ma apa yang harus saya pelajari di sekolah, kalau semuanya bisa ditemukan di internet dengan cepat?” Kalimat itu disampaikan oleh seorang ibu sebagai “kalimat pembuka” ketika berbicara di sebuah seminar di Taiwan, November 2017 yang lalu, beliau menirukan pertanyaan putranya.

Memang di era teknologi informasi (IT) ini, berbagai aktivitas kehidupan yang semula sulit untuk dilakukan, menjadi sangat mudah, hanya cukup dengan kotak kecil yang bernama smartphone. Dulu kalau kita mau mencari data terbaru, misal tentang jumlah penduduk, atau data kecepatan angin, kita harus pergi ke kantor yang terkait.

Sampai di sanapun belum tentu diberi, harus membawa surat permohonan dari instansi kita berada. Sekarang tinggal buka internet lalu tanya ke “mbah Google”, dalam waktu sepersekian detik, kita sudah mendapatkan informasi dari berbagai sumber di belahan dunia.

Tentang sulitnya mencari informasi ini, saya pernah punya pengalaman ketika mengerjakan skripsi di akhir tahun tujuh puluhan. Oleh dosen pembimbing, saya diberi topik skripsi tentang rancangan awal sebuah Hovercraft. Yaitu sebuah kendaraan yang ketika berjalan tidak menyentuh permukaan tanah, dan yang bisa dipakai di darat maupun di atas permukaan air. Saat itu mendengar namanya saja masih belum begitu kenal, apalagi perilakunya.

Terus terang saat itu saya sempat kebingungan karena terbayang sulitnya mencari literatur. Berbagai perpustakaan di Yogya tidak ada, hanya sebatas berita yang ada di koran, bahwa kendaraan tersebut dipakai sebagai salah satu sarana penyeberangan selat antara Inggris dan Perancis. Pencarian saya lanjutkan dengan berkorespondensi ke perpustakaan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Jakarta, hanya mendapatkan dua artikel. Meskipun LIPI telah membantu mencarikan beberapa artikel ke berbagai universitas di Australia, namun hasilnya tidak signifikan.

Meskipun sudah dua bulan lebih sejak menerima soal, saya masih belum bisa berbuat banyak dengan skripsi tersebut. Upaya saya lanjutkan dengan mencari literatur di berbagai toko yang biasa menjual buku-buku baru di bidang teknik. Saat itu di Yogya juga belum ada, yang ada di Bandung terletak di jalan Braga, dan di Jakarta . Akhirnya dengan naik bis malam, saya ke Bandung khusus untuk mencari literatur.

Nampaknya Allah TaAla mengabulkan keinginan doa hamba-Nya. Saya menemukan satu buku baru tentang hovercraft, meskipun harganya mahal tetap dibeli, tidak ada pilihan lain. Saya sangat bersyukur, meskipun hanya menemukan satu buku dalam dalam waktu lebih dari dua bulan.

Namun sekarang apa yang terjadi di era IT ini? Saya ingin menunjukkan perubahan dalam kemudahan mencari informasi. Untuk itu saya buka internet dan tanya ke mbah Google, saya tuliskan kata kunci “hovercraft”, sesaat kemudian sudah muncul jawabannya. Berikut ini saya tuliskan informasi yang diberikan oleh mbah Google “About 6,620,000 results (0.43 seconds)”, Subhanallah, dalam waktu kurang dari satu detik, ditemukan lebih dari enam juta sumber informasi.

Melihat kenyataan ini saya sangat setuju dengan pertanyaan yang diajukan oleh seorang anak kepada ibu pembicara seminar tersebut, bahwa apa yang dipelajari di sekolah, dengan mudah bisa ditemukan di internet. Kita sebagai pendidik harus segera mencari jalan keluarnya. Jangan sampai anak didik kita menjadi bosan berada di dalam kelas, karena materi yang disampaikan oleh para guru sudah mereka ketahui sebelumnya atau bahkan kuasai lewat internet.

Namun ada satu hal yang tidak bisa dipelajari sendiri oleh anak didik lewat internet, yaitu tentang nilai-nilai kehidupan yang dapat dipakai untuk menghadapi persoalan hidup yang semakin keras dan semakin sulit diprediksi. Kita harus mempersiapkan anak-anak kita dalam menghadapi era perubahan serba cepat ini.

Dalam kemajuan ilmu pengetahuan, kita tertinggal dengan negara maju. Namun kita mempunyai sumber nilai-nilai kehidupan yang dapat dipakai sebagai pegangan untuk menghadapi semakin kerasnya kehidupan. Kita sangat bersyukur mempunyai Al Quran dan hadits, sehingga setiap persoalan yang muncul selalu bisa dikembalikan kepada kedua pegangan tersebut.

WallahuAlam bishawab.||

Penulis:  Prof. Dr. Ir. Indarto, D.E.A. Pimpinan Umum Majalah Fahma
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya