» » Perkembangan Kemampuan Motorik Halus

Perkembangan Kemampuan Motorik Halus

Penulis By on Friday, May 18, 2018 | No comments



Oleh: Zakya Nur Azizah 

Kemampuan motorik halus adalah kemampuan yang berhubungan dengan keterampilan fisik yang melibatkan otot kecil dan koordinasi mata-tangan. Saraf motorik halus ini dapat dilatih dan dikembangkan melalui kegiatan dan rangsangan yang kontinu secara rutin. Seperti, bermain puzzle, menyusun balok, memasukan benda ke dalam lubang sesuai bentuknya, membuat garis, melipat kertas dan sebagainya.

Kecerdasan motorik halus anak berbeda-beda. Dalam hal kekuatan maupun ketepatannya. Perbedaan ini juga dipengaruhi oleh pembawaan anak dan stimulai yang didapatkannya.

Lingkungan (orang tua) mempunyai pengaruh yang lebih besar dalam kecerdasan motorik halus anak. Lingkungan dapat meningkatkan ataupun menurunkan taraf kecerdasan anak, terutama pada masa-masa pertama kehidupannya.

Setiap anak mampu mencapai tahap perkembangan motorik halus yang optimal asal mendapatkan stimulasi tepat.

Di setiap fase, anak membutuhkan rangsangan untuk mengembangkan kemampuan mental dan motorik halusnya. Semakin banyak yang dilihat dan didengar anak, semakin banyak yang ingin diketahuinya. Jika kurang mendapatkan rangsangan anak akan bosan. Tetapi bukan berarti anda boleh memaksa si kecil. Tekanan, persaingan, penghargaan, hukuman, atau rasa takut dapat mengganggu usaha dilakukan si kecil.

Pada anak usia tiga tahun, fase perkembangan motorik halusnya terlihat pada kegemaran menggambar mengikuti bentuk, menarik garis vertikal, menjiplak bentuk lingkaran, membuka menutup kotak dan menggunting kertas mengikuti pola garis lurus.

Sedangkan pada anak usia empat tahun, lebih suka menggambar sesuatu yang diketahui, bukan yang dilihat. Selain itu mereka mulai menulis sesuatu dan mampu mengontrol gerakan tangannya, menggunting zig zag, melengkung, membentuk dengan lilin
serta menyelesaikan pasel 4 keping.

Di usia lima tahun, anak mulai terampil melipat, menggunting sesuai pola, menyusun mainan konstruksi bangunan, mewarnai lebih rapi tidak keluar garis dan meniru tulisan.

Ada beberapa  permainan yang dapat Anda jadikan ide untuk melatih motorik halus si kecil kesayangan Anda. Pertama, bermain pasel. Ajari anak merangkai atau menyusun kembali potongan-potongan puzzle yang telah diacak menjadi gambar utuh seperti sebelumnya. Untuk permulaan, berikan gambar pasel dengan jumlah potongan yang tidak terlalu banyak atau tingkat kesulitan pasel  disesuaikan dengan usia anak. Permainan ini melatih ketelitian, kecermatan dan konsentrasi anak dalam menempatkan setiap potongan puzzle pada tempatnya.

Kedua, menyusun lego atau balok kayu. Permainan menyusun lego atau balok kayu dapat melatih kreativitas, konsentrasi dan kecerdasan anak. Melalui permainan ini, anak tidak hanya mengandalkan kemampuan tangannya untuk menyusun atau merangkai lego atau balok kayu sesuai keinginan anak tetapi juga mengandalkan kemampuan berpikir untuk berimajinasi membebaskan ekspresinya.

Ketiga, bermain lempar tangkap bola. Cara bermainnya sangat mudah. Anda dan si kecil saling berhadapan namun beri sedikit jarak. Anda dalam kondisi duduk sedangkan anak berdiri untuk mengimbangi bola yang nanti akan dilempar. Gunakan bola yang aman bagi anak. Kemudian lempar bola pada anak dan minta anak untuk menangkapnya, dan melemparkan kembali bola pada Anda. Kegiatan melempar dan menangkap bola dapat melatih kecepatan tangan anak, membuat anak lebih aktif dan melatih konsentrasi anak.

Keempat, melipat kertas atau origami. Seni melipat kertas atau origami juga membantu kreativitas anak dan menstimulasi motorik halusnya. Biasanya kegiatan ini diajarkan pada anak di atas 5 tahun karena usia seperti itu, anak sudah dapat mengerti satu bentuk yang diajarkan. Namun, untuk permulaan Anda dapat memperkenalkan kegiatan ini pada anak usia 3 tahun.

Kelima, bermain kelereng. Kegiatan dalam permainan ini seperti melempar dan menyentil kelereng dapat melatih keterampilan motorik halus anak. Selain itu dapat melatih kemampuan visual dan konsentrasi anak. Sebaiknya usia anak di atas 5 tahun bila ingin bermain permainan ini karena biji kelereng sangat berbahaya bagi anak balita.

Keenam, bermain pasir. Bermain pasir juga melatih perkembangan motorik halus anak. Saat anak bermain pasir, ia akan membentuk pasir menggunakan wadah atau cetakan pasir yang ada kemudian menuangnya membentuk benda yang diinginkan. Jangan takut kotor. Pastikan saja pasirnya tidak ada kotoran atau benda berbahaya lainnya.||

Penulis: Zakya Nur Azizah.  Pemerhati dunia anak.
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya