» » Sekolah Ladang Dakwah

Sekolah Ladang Dakwah

Penulis By on Friday, June 29, 2018 | No comments



Oleh: Yulias Fita Ari Antika, S.Pd.

Guru, sebuah pekerjaan yang terkadang lebih besar tuntutannya daripada gajinya. Guru dituntut mampu mengajarkan ilmu dengan baik, mendidik anak dengan berbagai jenis watak dan perilaku yang terkadang tidak semuanya bisa dikontrol oleh guru dalam waktu yang bersamaan, dan yang pasti membuat anak didik bisa meraih prestasi terbaik mereka.

Jika seseorang sudah memutuskan untuk menjadi seorang guru, maka jiwa dan raganya mau tak mau harus ia ikhlaskan untuk mengemban pekerjaan ini. Melakukan yang terbaik dan sabar dalam mengajar.

Namun, tahukah di balik itu semua, guru adalah salah satu pekerjaan mulia dari sekian banyak jenis pekerjaan. Sebuah pekerjaan yang mampu menjadi amal jariyah, bayangkan betapa mulianya. Apalagi guru yang berhubungan dengan ilmu agama.

Menjadi seorang guru memang memerlukan kesabaran dan keikhlasan yang luar biasa. Sabar menghadapi puluhan murid dengan berbagai karakter. Ikhlas dalam mengajar dan membimbing murid-muridnya dengan berbagai tingkah polah mereka.

Menghadapi puluhan murid dalam satu kelas guru wajib mengenal karakter masing-masing anak. Untuk apa? Karena guru adalah orang tua anak di sekolah maka sudah seharusnya guru memposisikan dirinya menjadi orang tua mereka. Memahami mereka dan memberikan perlakuan yang tepat pada masing-masing anak.

Di sinilah terkadang peran guru lebih didengar anak daripada orang tua sendiri. Bahkan ada beberapa anak yang lebih mendengarkan dan menurut dengan gurunya dibanding orangtuanya.

Apa yang gurunya sampaikan di sekolah selalu mereka ikuti. Tak jarang pula para orangtua meminta bantuan pada sang guru karena guru tersebut lebih didengar oleh sang anak. Misal meminta bantuan agar si anak rajin belajar, mau bangun pagi, shalat, makan sayur, dan lain sebagainya.

Orientasi mengajar tidak hanya tentang bagaimana membuat murid mendapat nilai yang bagus dan meraih peringkat teratas.  Tapi juga harus memperhatikan aspek secara ukhrawi. Jika guru orientasinya hanya tentang nilai saja maka yang didapat murid hanya berkaitan dengan dunia saja. Akhiratnya tidak tersentuh sama sekali. Pun dari adab akhlaknya yang kemungkinan besar jauh dari adab-adab islami.

Guru tidak hanya sekedar mengajarkan ilmu saja, tapi juga mendidik muridnya untuk menjadi pribadi yang baik. Terutama guru di tingkat sekolah dasar. Di mana anak-anak pada usia ini masih sangat mudah dibentuk dan diarahkan. Sehingga pada tingkat ini peran guru benar-benar menentukan dan vital.

Banyak hal yang dapat guru lakukan untuk berdakwah di sekolah, di antaranya:
Pertama, guru bisa memberikan teladan yang baik di sekolah kepada para muridnya. Saat mengajar pun demikian. Memberikan contoh yang baik dan patut ditiru para murid.

Kedua, dengan nasehat yang baik. Di sela-sela mengajar guru bisa menyelipkan kisah islami atau nasehat yang baik. Saat-saat tertentu guru bisa mengajak murid untuk belajar di luar kelas mentadaburi kebesaran ciptaan Allah, menonton film islami atau film para nabi, dan shahabat Rasul.

Ketiga, bercerita kepada murid. Guru bisa menceritakan pengalaman pribadinya atau kisah-kisah nabi dan Rasul. Bercerita, terutama pengalaman pribadi guru lebih menarik perhatian murid. Saat bercerita tema tentu saja harus sesuai dengan situasi dan kondisi, juga pilih cerita yang memberi banyak manfaat.

Menjadi guru yang cerdas, menjadi guru yang beruntung, menjadi guru yang bermanfaat adalah bagaimana guru mampu menjadikan profesinya tersebut bisa menjadi ladang dakwah baginya. Mengenalkan dan mengajarkan Islam dengan cara yang baik dan tentu saja membuat para murid berakhlak islami.

Mencintai Islam dan menjalankan segala yang disyariatkan juga menjauhi segala yang dilarang. Menjadikan Islam sebenar-benar agamanya, menjadikan Allah satu-satunya rabb, menjadikan Rasul dan para shahabat sebagai teladan terbaiknya, menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidupnya dan seluruh aktivitas kehidupannya sesuai dengan syariat Allah.

Sekolah dengan segala aktivitasnya bisa dijadikan sebagai ladang dakwah oleh para guru dan pegawai yang ada. Menyelipkan Islam di setiap sendi aktivitas di sekolah. Dan selalu mengajak kebaikan kepada para muridnya.

Wallahualam bisshawab.

Penulis: Yulias Fita Ari Antika, S.Pd. Guru SDIT Hidayatullah Yogyakarta



Baca Juga Artikel Terkait Lainnya