» » » Renungkan, Amalan Kita yang Rusak atau Sahabat Kita yang Taat

Renungkan, Amalan Kita yang Rusak atau Sahabat Kita yang Taat

Penulis By on Saturday, July 28, 2018 | No comments


Oleh : Mohammad Fauzil Adhim

Pada akhirnya para sahabat akan berpisah. Ada yang karena maut, sedangkan hati mereka tetap saling mencinta, sehingga mereka kelak saling dipertemukan di surga-Nya jika persahabatan tegak karena iman dan saling cinta tumbuh semata karena Allah 'Azza wa Jalla. Ada pula yang berpisah tanpa terasa. Tidak bertikai, tidak pula bertengkar. Pelahan mereka semakin menjauh, atau bahkan saling menjauh, bukan karena sangat padatnya kesibukan di antara mereka, tetapi karena keadaan ruhiyah mereka yang semakin jauh berbeda

Ada suami-istri yang tak lagi menemukan ketenteraman. Ada jarak yang amat jauh di hati mereka, meskipun tangan saling menggenggam. Bukan karena dunianya yang berbeda. Bahkan mereka berdua bergiat dalam urusan yang sama, menyampaikan nasehat maupun training dalam topik yang sama pula. Tetapi hati mereka semakin berjarak penggerak untuk melangkah dan tujuan dari bergiat-giatnya mereka sangat berbeda. Yang satu sedang mengejar dunia, yang satu mendapatkan dunia sebagai akibat saja. Sementara tujuannya tetaplah mengantarkan hidayah dan mengharap hidayah Allah Ta'ala bagi dirinya

Ruh manusia itu seperti pasukan. Mereka akan mudah terpaut dan saling menemukan kecocokan dengan yang serupa. Sebaliknya mudah berselisih dengan yang bertentangan, meskipun ucapan dan kegiatan zahirnya sama. Maka jika sahabat yang dulu dekat sekarang terasa jauh, tundukkan kepala sejenak. Barangkali amalan kita yang semakin rusak, sementara sahabat kita semakin taat. Adapun jika yang terjadi sebaliknya, bukan karena kita merasa benar melainkan karena kita mengenali keadaannya, maka berikanlah haknya untuk memperoleh nasehat. Jika segan lisan ini untuk bertutur, angkatlah tanganmu untuk mendo'akannya

Anak-anak kita juga demikian. Kalau mereka terasa jauh, mungkin ada yang lupa kita benahi pada diri kita. Jangan-jangan yang paling dekat dengan kita adalah HP. Bukan anak-anak kita.

Na'udzubillahi min dzaalik.

Mohammad Fauzil Adhim, Penulis Buku dan Motivator Parenting
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya