» » Agar Anak Bersikap Terbuka Pada Orangtua

Agar Anak Bersikap Terbuka Pada Orangtua

Penulis By on Tuesday, October 16, 2018 | No comments


Oleh : Suhartono

Orangtua wajib aktif membentuk mental anak agar selalu bersikap terbuka dan jujur, baik di rumah dan lingkungan sosial. Usahakan untuk bertanya dalam suasana yang nyaman. Ini bisa membuat anak lebih terbuka dan jujur.

Cara membuat anak bersikap terbuka dan jujur adalah dengan berkomunikasi dengan bahasa anak. Pilihlah kata atau frase yang dimengerti anak. Jawablah juga pertanyaan anak dengan sebaik mungkin dan dengan cara yang tepat. Termasuk ketika anak bertanya hal-hal yang menurut orang tua canggung.

Ketika anak berbicara, tunjukkan jika Anda sangat tertarik dengan apa yang dikatakannya. Hal itu dapat ditunjukkan melalui ekspresi mengangguk, tersenyum, dan mengajukan pertanyaan balik kepada anak. Dengan demikian anak merasa berarti dan mereka merasa nyaman untuk terbuka dan jujur kepada orangtua jika ada sesuatu yang benar-benar mengganggu mereka.

Orangtua juga perlu mencari tahu apa yang dipikiran anak, apakah yang ada di benaknya mengenai suatu hal benar atau salah. Dengan mengetahui pikirannya, orangtua bisa membantu anak memahami daerah “abu-abu” untuk mendorong mereka mengekspresikan pendapat dan mengembangkan penilaian mereka akan sesuatu hal.

Untuk membuat anak terbuka dan jujur , orangtua pun juga harus bersikap demikian. Semakin orangtua terbuka dan mampu menciptakan suasana santai, anak akan semakin merasa mampu berbicara tentang apa pun yang mengkhawatirkan mereka.

Kedekatan anak dan orangtua sangat penting untuk dijalin. Kedekatan orangtua dan anak akan mempengaruhi keterbukaan anak dalam menceritakan segala pengalaman anak, dan bahkan permasalahan yang sedang dihadapi anak. Kebiasaan bercerita dan berbagi antara anak dan orangtua perlu dilakukan sejak dini. Semakin bertambah usia anak, maka permasalahan yang dialami anak semakin besar dan kompleks. Tanpa adanya kedekatan antara orangtua dan anak, anak akan cenderung lebih tertutup.||

Tips agar anak menjadi pribadi yang terbuka pada orangtua:

Jadilah pendengar yang baik
Saat anak mulai berbicara, orangtua harus memperhatikan dengan seksama. Jangan sampai anak terkesan dicuekin atau didengarkan tapi tidak dengan niat hati yang tulus.

Dengarkan segala jenis cerita
Terkadang anak-anak menceritakan sesuatu yang menyenangkan. Tentu sebagai orangtua juga akan bahagia melihat anaknya merasakan kebahagiaan. Namun terkadang orangtua enggan mendengarkan saat anak mengeluh atau menceritakan hal tidak baik. Sebagai orangtua anda wajib mendengarkan apa pun cerita anak.

Ekspresif
Agar orangtua terlihat serius dalam mendengarkan keluhan atau cerita anak, cobalah untuk berekspresi, baik dengan kata-kata maupun dengan mimik wajah dengan mengataka "Wow... " , "Wah...", "Masa sih...", "Benar sekali... "

Berpikir positif
Terkadang anak bercerita sesuatu yang tidak nyata, bahkan terkesan mengada-ada atau Cuma hasil dari imajinasi mereka. Sebagai orangtua, anda perlu berpikir positif. Sebelum anda yakin bahwa apa yang anak ceritakan adalah sesuatu yang nyata atau tidak nyata, anda perlu menganalisa dengan berbagai pertanyaan. Jangan langsung men-judge bahwa apa yang anak ceritakan adalah khayalan saja.

Tidak memaksakan pendapat
Jangan memaksakan suatu pendapat kepada anak. Biasanya kata-kata atau nasihat yang bersifat memaksa menggunakan kata "Pokoknya..." dan "Harus...". Sikap memaksakan kehendak atau pendapat ini bisa membuat anak merasa bahwa orang tuanya sangat otoriter dan enggan mendengarkan buah hatinya.

Memberikan pilihan
Saat anda menasihati anak, sebaiknya anda tidak memaksa anak untuk mengikuti satu pilihan. Biarkan anak memilih apa yang menjadi pilihan mereka. Dengan melakukan hal ini, akan merasakan pentingnya bertanggungjawab dengan pilihan yang di tentukan.

Kata-kata yang motivatif
Saat anak-anak mulai lancar bicara, berikanlah asrupan kata-kata yang positif dan motivatif, terutama saat mereka terlihat sedih, lesu, dan kurang bersemangat. Kata-kata positif akan mempererat hubungan orang tua dan anak,

Suhartono
, Pemerhati dunia anak
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya