» » Anak yang Suka Bertanya

Anak yang Suka Bertanya

Penulis By on Tuesday, October 16, 2018 | No comments


Oleh: Ahmad Budiman

Dalam perjalanan menuju masjid, seorang anak bertanya pada ayahnya. “Ayah, kenapa bulannya ngikuti kita terus?”

“Sebenarnya bulan tidak ngikuti kita. Bulan kan jauh dan bentuknya besar. Jadi kelihatannya memang ngikuti kita,” jawab ayah.

“Kalau malam kok gelap, Yah?” tanya si anak lagi.

“Karena matahari sudah terbenam,” sahut sang ayah.
“Kalau sudah gak terbenam?” si anak masih penasaran.
“Ya artinya sudah pagi,” jawab ayah.

Pertanyaan muncul dari mulut sang anak secara bertubi-tubi. Namun sang ayah tidak pernah henti menyerah dalam menjawab semua pertanyaan buah hatinya. Itulah anak-anak. Memiliki naluri bertanya sangat besar. Bahkan ia terkesan tidak punya lelah, baik dalam berkata-kata maupun bergerak.

Anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang besar. Itulah mengapa anak-anak gemar sekali mengajukan pertanyaan. Secara naluri, ia ingin menambah pengetahuannya. Karena ia belum memiliki banyak pengalaman. Maka ia gemar bertanya untuk memuaskan keinginannya itu. Sebagai orangtua, anda wajib menjawab setiap pertanyaan anak dengan kesabaran, agar mereka bisa menjadi lebih tenang. Karena kalau orang tua enggan menjawabnya, hal ini malah akan menjadi beban pikiran sang anak, dan lebih parahnya lagi, ia akan menjadi enggan bertanya dan enggan mengembangkan kreatifitasnya.

Otak anak di usia dini bertumbuh secara pesat. Maka harus dirangsang dengan pengetahuan yang baru. Itulah mengapa anak memiliki keinginan yang besar untuk bertanya. Dengan bertanya, anak akan mendapatkan jawaban. Dengan jawaban itulah otak anak akan semakin berkembang, khususnya dalam hal kemampuan berpikir dan mengingat.
Anak-anak yang diberi nasihat atau mendengarkan penjelasan guru terkadang kurang bisa fokus.

Karena apa yang dikatakan oleh gurunya belum tentu menarik bagi sang anak. Namun bila anak mendengar jawaban guru dari pertanyaan yang dia ajukan sendiri, maka hal itu pasti adalah sesuatu yang menarik. Dan tentu saja anak akan lebih fokus dalam mendengarkan penjelasan guru. Saat anak mendengarkan dengan seksama dan penuh perhatian, ia melatih kemampuan konsentrasinya.

Anak-anak tentu saja belum begitu memiliki kemampuan menyelesaikan masalahnya sendiri. Ia membutuhkan orang lain, khususnya orang yang lebih dewasa dalam menyelesaikan permasalahannya. Oleh karenanya, anak gemar bertanya.Manfaat bertanya saat anak mengalami kesulitan adalah anak akan mendapatkan efek ketenangan. Dengan bertanya anak telah mengungkapkan kesulitannya. Terkadang pertanyaan anak-anak kurang bisa dipahami. Bila kita memang tidak tau jawabannya, kita tidak perlu memaksakan diri memberi penjelasan. Yang terpenting adalah kita mau mendengarkan dengn penuh perhatian. Itu akan membuat anak merasa lebih baik.

Ada kalanya anak akan bertanya sesuatu yang tidak terlalu penting. Namun seperti yang telah dijelaskan di poin sebelumnya, kita perlu mendengarkan dengan penuh perhatian. Bagaimana pun anak akan merasa nyaman berada di dekat orang yang sudah dia kenal. Apalagi dengan gurunya, di mana anak didik bertemu gurunya setiap hari. Maka guru pun perlu menghargai segala pertanyaan anak, agar anak merasa diperhatikan dan bisa memberikan efek kenyamanan bagi sang anak.

Kesabaran adalah kunci utama saat menanggapi setiap pertanyaan anak. Kesabaran akan membuat hati kita lebih tenang, sehingga kita pun bisa memberikan jawaban yang terbaik bagi anak. Banyak orangtua kurang bisa bersabar dalam menghadapi pertanyaan-pertanyaan anak yang bertubi. Bila emosi sudah meledak dalam bentuk kata-kata yang kasar, bila hal itu terlalu sering dilakukan, maka akan menghambat perkembangan kejiwaan dan kreatifitas anak.

Penulis: Ahmad Budiman, Pemerhati dunia anak
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya