» » » » Fenomena Bendera Tauhid

Fenomena Bendera Tauhid

Penulis By on Monday, October 22, 2018 | No comments


Oleh : Prihatiningsih, S.Si.

Apa yang terlintas di benak kalian mengenai bendera hitam putih bertuliskan lafadz "Laa illa haa illallaah"?

Masihkah kalian berfikir bahwa itu bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang sempat viral beberapa bulan silam? Atau bendera ekstrim yang harus dibasmi saat ada kajian kajian akbar?
Atau penyitaan terhadap barang-barang berbau lafadz mulia itu??

Sebenarnya sudah kenal kah kita dengan 2 bendera itu? Panji yang begitu mulia?

Baiklah, mari kita simak Hadist berikut :

Dari Ibnu Abbas ra, ia berkata : "Rayahnya (Panji) Rasulullah SAW berwarna hitam, sedangkan benderanya (liwa'nya) berwarna putih" (HR. Imam Tirmidzi, Ibnu Majah, Thabrani, Al-Hakim, Al Baihaqi, dll)

Wahai saudaraku, sungguh, panji Rasulullah SAW ini, bukan hanya sekadar bendera yang boleh dipermainkan dengan sesuka hati, bukan pula yang bisa dipakai untuk bahan candaan, bendera itu adalah bendera yang sangat mulia dan wajib kita pertahankan.

Bahkan dalam satu masa, Mus'ab bin Umair rela kehilangan lengan kanan, kiri serta dipanah jantungnya demi menjaga Panji Rasulullah ini tetap berkibar saat perang Uhud, hingga Rumi mengambil Panji Rasulullah ini darinya. Demikian pula 3 ksatria, Ja'far bin Abi Thalib, Zaid bin Haritsah dan Abdullah bin Rawahah di medan mut'ah

Subhanallah, begitulah para sahabat Rasulullah SAW memperlakukan Panji ini.

Sakit rasanya ketika melihat Panji mulia ini dibakar dengan sengaja dan tanpa rasa bersalah sedikitpun

Logikanya, jika kita sedang memeluk sesuatu, artinya kita menyayangi yang kita peluk,
mustahil dong kita mengolok-olok apa yang kita peluk, jika kita menolok-oloknya, berakti kita tidak sayang dan tak akan pernah memeluknya.

Lalu, setan apa yang telah berhasil meracuni pikiran dan perbuatannya sehingga dia berani membakar Panji Rasulullah itu?

Kalaupun dia Islam, perlu kita pertanyakan keislamannya seperti apa. Jika pun dia Islam, dia tidak lain hanyalah seorang munafik yang bersembunya di balik topeng keislamanya.

Wallahua'lam bishshowwab

Prihatiningsih, S.Si., Pengamat Sosial Media
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya