» » Pentingnya Mengembangkan Keterampilan Sosial

Pentingnya Mengembangkan Keterampilan Sosial

Penulis By on Saturday, November 3, 2018 | No comments



Oleh : Adi Sulistama

Memiliki teman ataupun sahabat adalah salah satu pondasi dalam kehidupan. Seorang teman yang baik akan dapat memberikan pengaruh dan mengubah kehidupan ke arah yang lebih baik. Untuk dapat memiliki teman, seseorang harus memiliki keterampilan sosial yang harus dilatih sejak usia dini, begitupun dengan anak-anak. Usia mereka yang masih begitu dini, terkadang membuat anak-anak kesulitan bersosialisasi dan mendapatkan teman di lingkungannya yang baru.

Anak-anak yang pandai bersosialisasi dengan lingkungannya yang baru, tentunya tidak hanya membuat mereka akan mudah memiliki teman. Namun juga, akan membuat mereka tidak akan kesulitan dibawa berkunjung ke tempat-tempat yang baru. Salah satu faktor yang mudah membuat anak bersosialisasi dengan lingkungannya juga dipengaruhi oleh kepribadian si anak. Akan lebih mudah bagi anak bisa menjadi pertemanan dengan lingkungannya tanpa bantuan orangtua jika anak anda memiliki kepribadian yang menyenangkan. Lain halnya, dengan anak yang pemalu. Mereka akan cenderung kesulitan bisa bergabung dan berbaur dengan anak lainnya. Untuk itulah, sudah menjadi tugas seorang orangtua dalam membantu anak mengatasi masalahnya, termasuk masalah untuk bersosialisasi.

Anak-anak biasanya akan mencontoh segala perilaku dan sikap yang mereka lihat dari lingkungannya, yang mana lingkungan terdekat anak adalah keluarga. Maka jangan heran jika anak akan cenderung meniru dan mengadaptasi sikap orangtunya. Nah, dalam membantu anak untuk bisa bersosialisasi lebih mudah dengan lingkungannya, maka orangtua perlu menjadi role model yang baik untuk anak-anak.

Berikan contoh yang baik pada anak-anak bagaimana menjalin komunikasi dengan orang lain. Ketika anak-anak melihat kedua orangtuanya mampu menjalin persahabatan dan pertemanan dengan lingkungannya, maka akan secara otomatis hal ini juga diadaptasi oleh anak-anak. Perlihatkan pada anak bagaimana menyapa dan memulai percakapan dengan orang lain. Buat mereka memahami bagaimana bersosialisasi yang baik dengan orang lain.

Anak-anak umumnya juga akan dapat menikmati dan menunjukkan minatnya dalam sebuah kegiatan jika di dalamnya ada anak-anak lain. Hal ini bisa dijadikan sebagai media yang menjembatani anak agar mudah bersosialisasi dengan teman-temannya. Untuk itu, carilah kegiatan yang bisa dilakukan oleh si anak bersama dengan teman-temannya. Selain akan mendapatkan keterampilan baru untuknya, anak juga akan memiliki kesempatan untuk dapat berinteraksi dan menemukan teman baru.

Kegiatan tersebut tidak perlu hal yang susah atau memerlukan dana yang mahal. Orangtua tetap bisa merancang sebuah kegiatan yang mudah dan murah, seperti mengikut sertakan anak dalam kegiatan PAUD. Di PAUD, terdapat banyak kegiatan yang interaktif di mana anak-anak dituntut untuk melatih dan mengembangkan kemampuannya dalam berkomunikasi dan menjalin interaksi dengan teman barunya.

Jelaskan pula pada anak arti penting memiliki teman. Hal ini akan membuat anak menyadari bagaimana pentingnya bersosialisasi dan mendapatkan teman. Hanya saja, jika anak adalah tipikal anak yang pemalu, maka orangtua tidak perlu memaksa. Anak yang pemalu umumnya membutuhkan lebih banyak waktu untuk membuka diri dan memulai berinteraksi, apalagi dengan lingkungannya yang baru. Untuk itulah, orangtua harus mengerti dan memberikan mereka apa yang mereka inginkan. Akan ada waktunya, di mana mereka sudah merasa nyaman dengan lingkungannya, mereka akan mulai bersosialisasi dengan lingkungannya.

Orangtua juga dapat melatih anak bagaimana cara berinteraksi dengan orang lain. Terkadang, tidak sedikit orangtua yang merasa kesal saat anak-anak mereka hanya berdiam diri dan tidak mencoba berbaur dengan teman lainnya. Sehingga orangtua malah akan memaksa anak untuk terburu mendapatkan teman. Hal ini justru tidak akan berhasil dan tidak membuat anak-anak dengan mudah mendapatkan teman. Sebaliknya, hal ini malah akan memberikan tekanan dan membuat anak-anak semakin mundur untuk mulai bersosialiasi dengan orang lain. Sebaiknya kontrol emosi. Daripada memaksakan kehendak, akan lebih baik terus memberikan dorongan dan memfasilitasi anak agar bisa berteman dan berinteraksi dengan yang lainnya.

Adi Sulistama, Pemerhati masalah pendidikan
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya