» » Laki-laki Butuh Kepercayaan

Laki-laki Butuh Kepercayaan

Penulis By on Wednesday, May 8, 2019 | No comments


Oleh : Cahyadi Takawiawan

Di masa terdahulu, ada seorang lelaki yang tidak lulus ujian masuk universitas, kemudian dinikahkan oleh orang tuanya.

Untuk mendapat penghasilan, ia pun melamar menjadi guru madrasah dan mulai mengajar. Karena tidak punya pengetahuan mengajar, belum sampai satu minggu mengajar ia sudah dikeluarkan.

Setiba di rumah, sang istri menghiburnya. "Banyak ilmu dalam otak, ada orang yang bisa menuangkannya, ada pula yang tidak bisa. Tidak perlu bersedih karena hal ini. Pasti ada pekerjaan lain yang lebih cocok untukmu."

Kemudian ia melamar dan melakukan pekerjaan lain, namun dipecat juga karena kerjanya lambat.

Saat itu sang istri berkata, "Kegesitan kaki dan tangan setiap orang berbeda. Orang lain sudah bekerja beberapa tahun, kamu baru saja mulai, bagaimana bisa cepat?"

Ia pun bekerja lagi di banyak tempat kerja, namun tidak ada satu pun yang berhasil, semua gagal di tengah jalan.

Setiap kali ia pulang dengan patah semangat, sang istri selalu menghiburnya.

Ketika sudah berumur 30 tahun, mulai ada tanda sukses sedikit demi sedikit. Melalui bakat berbahasanya, ia diterima menjadi pembimbing di sekolah tuna rungu wicara.

Ia pun mulai membuka sekolah sendiri, dan membuka banyak toko yang menjual alat-alat bantu orang cacat di berbagai kota.

Akhirnya ia berhasil menjadi bos yang memiliki banyak kekayaan.

Suatu hari, ia bertanya kepada sang istri, "Kenapa dulu ketika aku belum memiliki masa depan yang jelas, engkau tetap begitu percaya kepadaku?"

Sang istri tersenyum.

"Sebidang tanah yang tidak cocok ditanami gandum, bisa dicoba untuk ditanami kacang. Jika kacang tidak bisa tumbuh, coba tanami buah-buahan; jika buah-buahan pun tidak bisa tumbuh, semaikan bibit gandum hitam, pasti bisa berbunga. Pada sebidang tanah, pasti ada bibit yang cocok untuknya, dan pasti bisa menghasilkan panen darinya," jawab sang istri.

Mendengar jawaban itu, sang suami merasa sangat terharu.

KEPERCAYAAN yang kuat, ketabahan serta kasih sayang sang istri, bagaikan sebutir bibit unggul yang mampu memotivasi suami untuk bangkit meraih sukses.

Cahyadi Takariawan, Penulis Buku dan Motivator
Sumber : IG Cahyadi_Takariawan
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya