» » Metode Pembelajaran

Metode Pembelajaran

Penulis By on Monday, August 12, 2019 | No comments



Oleh : Mahmud Thorif

Setelah di beberapa waktu yang lalu kita berbincang tentang Kurikulum Sekolah, saatnya kita berbincang kembali pada unsur yang kedua dalam kepengajaran yaitu Metode Pembelajaran. Apa sih metode pembelajaran itu? Metode pembelajaran yaitu cara bagaimana seorang pendidik mentransfer ilmu pengetahuan atau bisa diartikan juga kurikulum sekolah dan nilai-nilai kepada peserta didik.

Sebagaimana kurikulum sekolah, metode pembejararan pun terus mengalami peningkatan. Bermacam metode pembelajaran agar murid bisa memahami kurikulum atau materi yang diajarkan oleh guru kepada peserta didik.

Dulu kita mengenal istilah CBSA, atau Cara Belajar Siswa Aktif, di masa itu harapan pemerintah agar seluruh siswa lebih aktif dibanding gurunya yang mengajar. Pernah juga muncul KTSP, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, pada hakikatnya setiap satuan pendidikan/sekolah agar bisa mengelola secara mandiri segala aktivitas belajar mengajarnya. Yang terbaru adalah Kurtilas, atau Kurikulum Tiga Belas. Di sini guru dituntut untuk menilai seluruh muridnya dari bermacam aspek yang ada, tidak hanya sekadar kognitif, lebih jauh bisa penilaian dalam bentuk afektif, dan psikomorik peserta didik, bahkan dalam sosial dan spiritual peserta didik.

Semua istilah di atas jika tidak diimbangi metode pengajaran yang baik, maka hasilnya tidak sempurna. Bahkan jika metode yang diterapkan tidak pas bisa gagal total.

Di pesantren-pesantren ada istilah sorogan, di mana metode ini santri menyetorkan apa yang sudah dihafal kepada kyainya. Yang sering dilakukan oleh guru-guru sekarang adalah metode ceramah, di mana guru menyampaikan materi melalui ceramah kepada peserta didik mereka. Ada juga metode bercerita, di mana seorang pendidik menyelipkan kisah-kisah inspiratif dalam pembelajarannya. Ada juga metode diskusi, di mana guru memberi kebebasan kepada peserta didik untuk mendiskusikan materi yang diajarkan kepada peserta didik mereka. Pun ada guru yang menggunakan metode penelitian, di mana peserta didik diajak untuk meneliti objek-objek dalam pembelajaran yang dilakukan, sekecil apapun.

Tentu masih banyak bermacam metode yang ada, baik itu yang sudah dikembangkan melalui berbagai riset atau tidak. Tentu setiap metode mempunyai keunggulan bahkan kelemahan sendiri-sendiri.

Tentulah setiap peserta didik tidak bisa disamakan dalam menerapkan metode pembelajaran atau pengajaran. Ada peserta didik yang hanya sekali baca saja dia paham, ada juga yang harus diulang, bahkan ada juga yang harus diulang-ulang hingga beberapa kali.

Nah tentulah melihat kondisi seperti ini seorang guru harus memahami metode apa yang pas diberikan kepada setiap peserta didik. Jangan sampai salah memberikan metode kepada peserta didik, karena bisa jadi jika metode yang diterapkan salah para peserta didik cenderung tidak bisa memahami materi yang diajarkan dengan baik.

Misal setiap metode pembelajaran diselingi dengan metode cerita sehingga peserta didik bisa belajar dari kisah-kisah yang disampaikan. Jika guru masih baru, maka galilah dari guru-guru senior, metode apa yang pas diterapkan kepada kelas ini dan kelas itu. Jangan malu untuk bertanya dan terus belajar, semakin banyak metode yang dikuasai, maka semakin berpeluang membuat kelas semakin hidup.

Pun sebaliknya, guru yang malas belajar, guru yang segan mengupgrade kemampuan ilmu dan dirinya, lambat laun ia akan kalah dengan guru-guru yang bersemangat belajar dan mengupgade kemampuan dirinya. Lambat laun pula, guru-guru seperti inilah yang akan ditinggalkan oleh orangtua/wali murid dengan tidak memilih sekolah di mana si guru malas ini belajar.

Mahmud Thorif, Redaktur Majalah Fahma
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya