» » Berkeluh Kesah dan Kikir

Berkeluh Kesah dan Kikir

Penulis By on Friday, September 20, 2019 | No comments

Sifat manusia adalah berkeluh kesah apalagi ketika ditimpa musibah, ketika mendapat petaka, ketika ditimpakan bencana. Manusiawi memang sifat kelah kesah ini, namun alangkah baiknya ketika berkeluh kesah ini dijauhkan dari diri kita.

Mari kita renungkan ayat-ayat ini :

إِنَّ الْإِنْسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا

Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.


وَإِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوعًا 

Dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir.


Berangkat dari ayat ini, karena default sifat manusia adalah berkeluh kesah dan kikir, maka mari berbenah diri akan hal ini perlu kita jalani.

Lalu, apa sih solusinya? Mari kita tengok ayat demi ayat berikutnya :

إِلَّا الْمُصَلِّينَ 

Kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat.

الَّذِينَ هُمْ عَلَىٰ صَلَاتِهِمْ دَائِمُونَ 

Yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya.

Nah, yang pertama adalah shalat yang dikerjakan dengan tetap, karena pada hakikatnya shalat itu mencegah perbuatan keji dan munkar. Jika shalat jalan dan perbuatan keji serta munkar masih jalan juga, maka shalat ini sejatinya belum ditegakkan.

Lalu, apasih yang kedua agar terhindar dari berkeluh kesah lagi kikir itu?

وَالَّذِينَ فِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ مَعْلُومٌ 

Dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu,

لِلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ

Bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta),

Ternyata jawabannya adalah sedekah, sedekah kepada orang miskin tentu lebih berguna bagi mereka, baik orang miskin tersebut mengharap sedekah dengan cara meminta atau mereka tidak meminta karena menjaga muru'ahnya, menjaga kehormatanya.

Eng ing eng..., lalu apa sih yang ketiga agar keluh kesah dan kikir ini hilang dari diri manusia? Ini dia jawabannya,

وَالَّذِينَ يُصَدِّقُونَ بِيَوْمِ الدِّينِ

Dan orang-orang yang mempercayai hari pembalasan,

وَالَّذِينَ هُمْ مِنْ عَذَابِ رَبِّهِمْ مُشْفِقُونَ

Dan orang-orang yang takut terhadap azab Tuhannya.

إِنَّ عَذَابَ رَبِّهِمْ غَيْرُ مَأْمُونٍ

Karena sesungguhnya azab Tuhan mereka tidak dapat orang merasa aman (dari kedatangannya).

Percaya dengan adanya hari pembalasan. Jika manusia tidak percaya akan hari pembalasan ini, maka sungguh, IMAN nya telah tercerabut dari dadanya, imannya telah terbang dari dalam jiwanya. 

Hem.... lalu selanjutnya, yang keempat itu apaan siiih? Simak ayat-ayat berikutnya :

وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ 

Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya,

إِلَّا عَلَىٰ أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ

kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak-budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.

فَمَنِ ابْتَغَىٰ وَرَاءَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْعَادُونَ

Barangsiapa mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.

Zina, manusia harus menghindari zina, harus menjaga kemaluannya dari yang diharamkannya. Jika nafsunya birahinya disalurkan kepada yang halal, yaitu kepada istri atau suaminya, maka itu sah-sah saja, bahkan berpahalan. Namun jika nafsunya disalurkan kepada yang bukan haknya, tentulah berdosa dia.

Jreng.... lalu yang kelima apaan siiih cin...? Nah simak ayat berikutnya ini,

وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ

Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.

وَالَّذِينَ هُمْ بِشَهَادَاتِهِمْ قَائِمُونَ

Dan orang-orang yang memberikan kesaksiannya.

Memelihara amanat dan menepati janji, inilah agar terhindar dari sifat berkeluh kesah dan kikir.

Lagi-lagi Allah Taala menegaskan, jika terhindar dari berkeluh kesah dan kikir adalah :

وَالَّذِينَ هُمْ عَلَىٰ صَلَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ 

Dan orang-orang yang memelihara shalatnya.

Memelihara shalatnya. 

Maka tetaplah shalat dengan istikomah lagi khusu' agar terhindar dari sifat berkeluh kesah dan kikir bin bakhil.

Wallahu a'lam bishawab.

TMT
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya