» » Cara Asyik Mengajarkan Matematika

Cara Asyik Mengajarkan Matematika

Penulis By on Tuesday, September 24, 2019 | No comments



Oleh : Muhammad Fahrudin

Coba kita tanyakan pada anak atau murid kita, pelajaran apa yang paling menyulitkan bagi mereka? Bisa ditebak, hampir semuanya akan menjawab matematika.

Matematika memang kerap kali menjadi pelajaran yang tak disukai anak didik. Mereka terkadang menyerah. Bahkan baru mendengar namanya saja enggan. Ada kalanya mereka sudah malas-malasan ketika mendapati hari ini di jadwal di sekolah ada pelajaran matematika. Belum lagi jika adaPR ata ulangan.

Matematika memang bukan pelajaran yang ringan. Sejumlah penelitian di Amerika Serikat juga pernah membuktikannya. Mereka meneliti kelas yang terdiri dari 1.010 siswa SD.

Salah satu temuannya, sepertiga waktu guru mengajar hanya digunakan untuk mengajar matematika. Di kelas 3-4 dan 4-5 SD, banyak siswa yang kesulitan dengan bilangan pecahan, desimal, persen, dan pengukuran. Ada juga anak yang tidak paham dengan kata 'digabung', 'dikumpulkan menjadi satu' atau 'dijumlahkan'.

Matematika sering menjadi pelajaran yang paling ditakuti di sekolah. Tak jarang guru matematika juga kerap kali tidak dirindukan anak didiknya. Meski demikian, kita selaku guru dan orangtua tidak boleh menyerah. Kita harus tetap memotivasi anak dan murid kita bahwa matematika itu tidak sesulit yang kita bayangkan. Tentu saja kitaharus menunjukkan berbagai aktivitas keseharian yang ada hubungannya dengan matematika.

Tunjukkan benda konkret untuk memulai.Tumbuhkan kreativitas mereka. Seperti yang mereka alami saat bermain seperti bola, kelereng, mobil-mobilan dan sebagainya. Masuk ke dalam dunianya Dunia anak-anak adalah dunia bermain, penuh keceriaan dan ketulusan. Kenalkan matematika lewat dunia anak-anak dari yang mereka alami, salah satunya melalui aktivitas bermain. Sentuh mereka dengan kapasitasnya sebagai anak-anak. Di situ kita menyelami dunianya. Maka kita bisa membangun aspek pengetahuan mereka.

Aplikasikan lewat pengalaman. Kemampuan setiap anak berbeda. Untuk memahami matematika perlu ada penerapan dalam kehidupan sehari-hari. Bisa melalui media gambar maupun elektronik sebagaimana fungsi media untuk membantu peserta didik dari hal yang abstrak ke hal yang konkret. Anda bisa dilihat dari gaya belajar anak, ada visual, audio atau psikomotorik.

Ada baiknya juga kita mengenalkan konsep visual. Bisa diawali dengan benda-benda konkret yang dilakukan secara visual. Kegiatan ini akan melatih mereka agar cepat menangkap aspek kognitif. Karena untuk anak usia SD/MI masih dalam pemahaman konkret. Jangan bosan mengulang karena pembelajaran akan berhasil apabila dilakukan secara berulang-ulang. Bisa itu karena biasa. Berikan dukungan dan motivasi kepada anak-anak didik kita agar mereka giat dalam aktivitas belajar dan berkreasi.

Eksplorasi kemampuan kognitif melalui latihan soal, kuis atau tugas mandiri/ kelompok. Eksplorasi kemampuan matematika bisa dituangkan lewat serangkaian tugas baik secara mandiri maupun struktural. Tugas-tugas ini untuk mengevaluasi hasil pembelajaran mereka. Lakukan belajar rutin dan kontinu. Belajar matematika akan berhasil jika dilakukan secara rutin karena pengetahuan yang mereka dapat akan melekat dan membekas. Berikan penghargaan ketika anak didik kita bisa mengerjakan matematika. Tak harus materi, penghargaan bisa berupa acungan jempol, tepuk tangan dan kata-kata luar biasa seperti hebat, oke, pintar, dan sebagainya.

Dan yang tak kalah penting tentunya peran guru. Seorang guru, khususnya guru matematika harus bisa memotivasi siswa yang kurang bisa memecahkan permasalahan matematika. Hindari kata-kata 3S dan 3T: sulit, sukar ,susah, tidak bisa, tidak mungkin, dan tidak mampu. Contohnya ”Soal matematika ini begitu sulit, kamu pasti tidak dapat mengerjakannya” . Kata-kata tersebut hanya akan membuat para murid menjadi minder dan down dan akhirnya mereka malas untuk mengerjakan soal matematika tersebut.

Lalu, bagaimana cara belajar matematika supaya murid – murid menjadi mengerti apa yang disampaikan oleh seorang guru? Ketika banyak siswa yang takut terhadap pelajaran matematika, atau terlihat bosan, seorang guru perlu melakukan segala sesuatu yang dapat membuat pelajaran matematika menarik. perlu bagi seorang guru untuk melakukan segala sesuatu untuk menolong siswa agar merasa senang dengan pelajaran matematika.

Langkah yang harus digapai adalah bagaimana siswa nyaman dalam pembelajaran, yang dalam hal ini siswa harus senang terlebih dahulu akan apa yang ia terima. Banyak cara yang dilakukan, di antaranya adalah dengan merubah simbol dalam matematika menjadi nyata seperti contoh ketika dalam suatu soal cerita tentang perhitungan uang atau jual beli, maka kita menggunakan uang asli agar siswa tergambarkan jual beli barang tersebut.

Muhammad Fahrudin, Pemerhati pendidikan
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya