» » » Mengantar Anak Sekolah, Bukan Sekedar Rutinitas

Mengantar Anak Sekolah, Bukan Sekedar Rutinitas

Penulis By on Sunday, September 8, 2019 | No comments



Oleh : Muhammad Abdurrahman

Aktivitas yang lazim dilakukan oleh orangtua tiap pagi adalah mengantar anak ke sekolah. Di satu sisi, ada juga segolongan orangtua yang super sibuk sehingga idak sempat mengantar anak sekolah. Atau ada juga yang menganggap aktivitas mengantar sekolah ini hanyalah rutinitas biasa yang tanpa makna.

Padahal sekolah merupakan dunia masyarakat kecil yang bisa anak jadikan sebagai tempat untuk bersosialisasi. Sekolah juga merupakan tempat pendidikan resmi yang diamanatkan oleh pemerintah untuk mendidik dan melatih anak sehingga bisa berkembang sesuai dengan postensinya. Ketika anak sudah mulai bersekolah maka kewajiban orang tua sangat dibutuhkan untuk menyukseskan belajar anak. Salah satu kewajiban orang tua ketika masih memiliki anak yang masih duduk di sekolah dasar adalah mengantar anak ke sekolah setiap hari. Buat Anda yang setiap harinya sibuk dengan segala pekerjaan sampai tidak ada waktu untuk mengantarkan anak ke sekolah akan lebih berpikir setelah mengetahui apa saja manfaat yang diperoleh ketika mengantar anak ke sekolah.

Mungkin Anda sudah sering berkomunikasi dengan anak saat di rumah. Namun, alangkah baiknya ketika hal tersebut berlanjut hingga anak sampai di sekolah. Alamn perjalanan ke sekolah, kita bisa berdialog dengan anak seputar aktivitas yang akan dilakoni hari ini. Anak akan merasa lebih dekat dengan Anda dan Anda pun akan mendapat kesempatan untuk memberikan motivasi kepada anak agar lebih bersemangat lagi dalam menuntut ilmu di sekolah.

Selain itu, dengan mengantar anak ke sekolah, kita dapat mengetahui kondisi sekolah. Kondisi sekolah yang dimaksudkan disini tidak hanya kondisi fisik tetapi bagaimana suasana sosial anak di sekolah. Pagi hari saat kita mengantar anak ke sekolah, kita akan dapat melihat apa saja aktivitas yang anak lakukan bersama guru dan siswa lainnya. Mengetahui kondisi sekolah seperti ini penting bagi orangtua. Karena orangtua bisa memberikan masukan apabila ada pelayanan dari sekolah yang dirasa kurang.

Aktivitas mengantar sekolah adalah saat yang tepat untuk berkomunikasi dengan guru. Walaupun singkat, namun tentunya akan sangat berarti. Kemajuan dan kelemahan anak akan segera Anda ketahui. Anda juga bisa bekerja sama dengan guru apabila memang ada kesulitan yang dialami anak di dalam belajar. Dengan adanya kerjasama antara keluarga dan sekolah maka perkembangan dan potensi yang anak miliki akan mampu dikembangkan secara optimal.

Aktivitas mengantar anak sekolah akan memberi rasa aman dan nyaman bagi anak. Bila sudah ada yang mengantar anak ke sekolah, apalagi yang mengantar adalah orangtua anak sendiri, tentu rasa aman akan sangat terasa bagi anak. Kita pun tidak akan merasa khawatir. Banyak sekarang ini muncul tindak kejahatan yang terjadi pada anak. Jadi dengan mengantar anak ke sekolah tentu akan lebih melindungi anak.

Kerjasama antara keluarga dan sekolah akan memberikan hasil yang baik dan lebih menguntungkan anak. Kerjasama ini sangat dibutuhkan oleh sekolah, mengingat waktu belajar anak lebih banyak berada di lingkungan keluarga. Jadi sekolah akan dapat merencanakan pembinaan yang sesuai terhadap anak. Dengan menjalin komunikasi langsung dengan orangtua murid, guru akan mendapatkan lebih banyak informasi mengenai cara yang tepat dalam menghadapi tiap-tiap anak. Misalnya, anak yang pendiam di sekolah ternyata memiliki karakter yang aktif di rumah. Komunikasi antara guru dan orangtua dari anak tersebut dapat memberikan inspirasi bagi guru untuk memberikan pendampingan yang tepat bagi anak tersebut selama di sekolah.

Perkenalan dan komunikasi langsung antara guru dan orangtua dapat memberikan kesempatan bagi guru untuk memahami potensi anak. Orangtua dapat bercerita mengenai hobi yang ditekuni oleh sang anak. Dengan begitu, guru dapat memberikan kesempatan bagi anak untuk mengasah hobi mereka dengan lebih baik selama di sekolah.

Sebagai contoh, orangtua bercerita kepada guru bahwa sang anak gemar bermain drum. Meski misalnya di sekolah tersebut tidak ada kegiatan ekstra kulikuler terkait drum, guru dapat mengajukan anak untuk menjadi salah satu peserta perlombaan atau festival terkait musik dan drum. Dengan komunikasi orangtua dan guru ini, kesempatan bagi anak untuk mengembangkan potensinya akan menjadi lebih luas.

Muhammad Abdurrahman, Pemerhati dunia anak
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya