» » Jangan Berhenti Mengajak Kebaikan

Jangan Berhenti Mengajak Kebaikan

Penulis By on Monday, November 11, 2019 | No comments


Oleh : Romi Padli, SEI, ME

Pernahkah kita merasakan sedih ketika kita melihat ada sebagian teman atau tetangga kita yang belum melaksanakan sholat.

Atau ada saudara dan tetangga kita yang belum melaksakan kewajiban untuk berhijab dengan sempurna!

Kadang mereka dengan santainya memperhatikan kita dengan seksama. Dan merasakan keanehan kita karena pakaian atau kebiasaan kita yang sering ke masjid. Bahkan mereka ketika mendengarkan adzan-pun biasa saja.

Perasaan sedih melihat peristiwa ini adalah bentuk keimanan kita kepada Allah. Karena mereka yang yakin akan hari pembalasan adalah mereka yang mendapatkan petunjuk dari Allah.

Namun, hidayah dan petunjuk tidak akan bermanfaat ketika kita menjadi orang yang tidak melaksankan apa yang di perintahkan Allah melalui kitab suci yang mulia.

Oleh sebab itulah penting untuk kita ketahui bahwa, menjadi kebaikan untuk orang lain adalah hal yang sangat di sukai oleh Allah.

Bukankah Rasulullah pernah berpesan. Sampaikanlah dariku walau satu ayat. Hadis ini menunjukan kepada kita bahwasanya. Apapun profesi kita. Apapun posisi kita dalam sebuah organisasi atau perusahaan. Maka wajib bagi kita untuk selalu menyampaikan kebaikan.

Entah itu dengan lisan, tulisan maupun dengan perbuatan. Walaupun dirimu belum baik atau di dalam keluargamu ada yang belum baik. Maka mengajak kebaikan itu tetap menjadi prioritas utama kita.

Dalam sejarah islam. Pada masa khalifah umar bin khatab ada peristiwa yang menarik untuk kita ambil hikmahnya.

Di kisahkan pada waktu itu. Ada seorang laki-laki yang membawa minuman keras di dalam kantong air yang ia bawa. Namun dalam perjalanan ia bertemu dengan khalifah Umar. Maka tak heran hati dan perasaannya menjadi gelisah.

Namun dengan izin Allah. Ketika khalifah Umar bertanya. Wahai fulan apa yang engkau bawa. Tanya Umar! Dengan tegar orang itu berkata. Ini madu wahai Umar. Maka sang khalifahpun melihat isinya. Dan benar ternyata ia memang madu.

Sahabatku, orang yang berniat akan melakukan kebaikan dengan melaksankan apa yang Allah perintahkan. Maka Allah akan memberikan petunjuk dan jalan keluar.

Oleh sebab itulah marilah kita renungkan, apa yang bisa kita lakukan untuk kebaikan.

Romi Padli, SEI, ME, Pendidik di Ponpes Ar Riyadh Palembang
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya