» » Memilih Pasta Gigi yang Tepat untuk Anak

Memilih Pasta Gigi yang Tepat untuk Anak

Penulis By on Tuesday, November 26, 2019 | No comments



Usia 3-5 tahun merupakan saat yang tepat untuk mengajarkan anak menyikat gigi. Patokannya, jika anak sudah mampu membuang ludahnya sendiri, berarti ia sudah boleh diberikan pasta gigi. Pertimbangannya, agar pasta gigi tersebut tidak tertelan. 

Pasta gigi anak-anak beraneka pilihan rasa buah, antara lain jeruk, apel, stroberi. Sebaiknya biarkan anak memilih pasta gigi sesuai seleranya. Bila anak sudah menyukai rasa tertentu, otomatis waktu menggosok giginya lebih lama. Sebab durasi anak-anak untuk membuka mulut dan menyikat gigi, tentu tidak selama orang dewasa.

Di Indonesia, pasta gigi anak umumnya berisi bahan aktif (fluoride dan calcium), bahan abrasif (silica) serta bahan tambahan lainnya, seperti pemanis dan aroma. Fluoride termasuk komponen yang dapat memperkuat gigi, mencegah terjadinya karies (lubang gigi) serta menghambat pembentukan karang gigi. Pasta gigi balita dianjurkan mengandung fluoride sebanyak 500 ppm atau 0,5 mg/g pasta. Pasta gigi anak usia 6-11 tahun dianjurkan mengandung fluoride sebanyak 1000 ppm atau 1 mg F/g pasta.  

Kalsium dalam pasta gigi umumnya ditemukan dalam bentuk calcium phosphate atau calcium gluconate. Kalsium berperan dalam proses pemulihan gigi berlubang. Bahan abrasif yang umum ditemukan dalam pasta gigi adalah silica. Bahan abrasif ditambahkan ke dalam pasta gigi untuk menghilangkan plak. Sedangkan bahan tambahan, misalnya xylitol atau sorbitol yang merupakan pemanis tetapi dapat mengurangi resiko terjadinya gigi berlubang. Serta ditambahkan aroma buah-buahan yang disukai anak-anak.


     Pemakaian pasta gigi pada anak-anak sebaiknya dilakukan dengan pengawasan orangtua, terutama pada anak yang belum dapat meludah dengan baik. Dari hasil penelitian selama ini, ditemukan bahwa anak usia 2-4 tahun menelan pasta gigi yang diberikan sebanyak 35 persen, sedangkan pada usia 5-7 tahun menelan sebanyak 14 persen. 

  Walaupun hal ini tidak menyebabkan masalah kesehatan yang serius tetapi dapat menyebabkan terjadinya fluorosis (keropos) email yang ringan.||
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya