» » Semua adalah "Pemenang"

Semua adalah "Pemenang"

Penulis By on Wednesday, November 27, 2019 | No comments

Oleh : Syaiful Anshor

Sekitar 55 guru terbaik utusan dari sekolah se-Kota Balikpapan berkumpul di Hotel Grand Tiga Mustika, Balikpapan 25 November lalu. Mereka berasal dari berbagai sekolah: SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA. Swasta dan negeri. Campur.

Tujuan mereka berkumpul di hotel yang cukup megah ini satu: lomba presentasi tokoh bahasa dan sastra yang diadakan Kantor Bahasa Kaltim. Saya sendiri utusan dari SD Al-Imam Islamic School, Balikpapan.

Mungkin saya satu dari sedikit peserta yang bukan memiliki latar belakang sastra bahasa Indonesia. Saya sendiri guru agama. Sedangkan mayoritas peserta lain adalah guru sastra/bahasa Indonesia yang selama ini berkecimpung dalam dunia bahasa.

Meski begitu saya tetap tertarik dan tertantang untuk ikut event ini. Sebenarnya selama ini saya relatif sangat jarang ikut lomba. Entah itu presentasi, pidato, atau public speaking. Seingat saya hanya dua kali.

Dulu saat mondok di Depok. Pernah ikut lomba syarhil Qur'an dua bahasa se-Kota Bogor. Bertiga. Saya dengan tiga teman yang lain. Alhamdulillah, juara satu. Dapat piala. Kedua, ketiga kuliah di surabaya. Saya sempat ikut lomba pidato bahasa Arab.

Bertempat di IAIN Sunan Ampel Surabaya. Lawannya para mahasiswa top dari berbagai Perguruan tinggi Islam di Jawa Timur. Saya tidak juara. Tapi dapat banyak pengalaman berharga dan juga melatih mental.

Awalnya sebenarnya saya tidak tertarik lomba. Sudah nggak muda lagi. Tapi karena ada peluang dan untuk memberikan contoh dan motivasi kepada para siswa, jadi saya ambil. Ikut lomba. Alhamdulillah, juara. Meski hanya juara enam.

Meski begitu, saya dapat menunjukkan kepada para siswa bahwa gurunya juga bisa berlomba, bersaing, dan meraih prestasi. Dan saya yakin, para siswa saya bisa jauh lebih hebat dan berprestasi lagi.

Dan, berlomba juga bukan soal hadiah. Tapi juga melatih mental. Karena sebenarnya berani ikut dan tampil sudah termasuk para juara. Juara karena telah menaklukkan rasa takut, minder, dan berani bersaing dengan orang lain yang hebat-hebat.

Syaiful Anshor, Penulis Buku, Wartawan, dan Pendidik
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya