» » Cerdas Mengelola Sampah

Cerdas Mengelola Sampah

Penulis By on Sunday, December 1, 2019 | No comments


        Oleh : Nur Muthmainnah 

Mengelola sampah dengan baik adalah kemampuan dan kebiasaan yang penting dimiliki semua orang. Seperti juga hal lainnya, membiasakan seseorang melakukan sesuatu akan lebih mudah jika dimulai sejak usia dini. Karenanya, belajar mengelola sampah dengan baik pun perlu diajarkan sedini mungkin, dimulai dengan membiasakan si anak membuang sampah pada tempatnya.

Ada baiknya orangtua terlebih dahulu berdiskusi dengan anak, mengapa perlu dan apa akibatnya jika membuang sampah sembarangan, akan memberi pemahaman yang lebih dalam pada si kecil mengenai pentingnya melakukan kebiasaan baik ini. Diskusi bisa Ibu lakukan dengan bantuan buku atau video yang mudah dipahami anak. Ibu juga bisa melakukan praktik langsung dengan membandingkan daun kering yang didiamkan di halaman dan sampah botol plastik, apa yang terjadi setelah beberapa hari kemudian.

Untuk memudahkan si Kecil yang tepat, ajarkan pula mengenai jenis sampah basah dan sampah kering (organik dan anorganik) dan bahwa membuang sampah harus dipisah sesuai jenisnya. Sediakan pula tempat sampah di rumah. Dengan begitu, kita dapat mulai mengajak anak untuk langsung praktik membuang sampah di tempat sampah yang berbeda sesuai jenisnya. Jika sudah terbiasa di rumah, tentu anak juga akan melakukannya ketika berada di tempat umum. 

Ajarkan pula anak membuang kemasan bekas dengan cara yang tepat. Misalnya, dengan mencuci kemasan susu kotak, kaleng minuman, botol minuman plastik sebelum kemudian diratakan atau diremas dan dibuang. 

Bagaimana jika ketika di tempat umum, anak tidak menemukan tempat sampah? Kita bisa biasakan anak untuk menyimpan sampah tersebut sementara waktu dan tidak membuangnya sembarangan. Ia dapat membuang sampah saat menemukan tempat sampah atau setibanya di rumah.

Hal lainyang tidak boleh luput sari perhatian kita adalah sampah plastik. Selama ini kita banyak sekali menggunakan plastik sekali pakai dalam aktivitas sehari-hari, termasuk aktivitas anak agar praktis dan mudah. Padahal, penggunaan plastik sekali pakai berdampak pada masalah lingkungan di seluruh dunia. Tidak ada salahnya kita mulai bergerak mengubah kebiasaan hidup kita dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai sehingga kita bisa turut mengurangi sampah plastik dalam upaya mencintai dan menjaga bumi kita.
Tips mengurangi sampah: 
Ø  Menggunakan sedotan yang dapat dipakai ulang
Sekarang ini sudah banyak dijual sedotan yang bisa dipakai ulang. Bahannya pun ada beberapa macam yang dapat dipilih sesuai kebutuhan keluarga, seperti stainless steel, kaca, dan bambu.
Ø  Membawa botol air minum (tumbler) sendiri.
Dengan membawa botol air sendiri, anak dapat dengan mudah mengisi botol dengan air putih dan minuman lainnya dan bisa mengurangi membeli minuman dalam kemasan sebagai upaya pelestarian lingkungan.
Ø  Membawa sendok dan garpu sendiri.
Begitu juga dengan membawa sendok dan garpu sendiri saat bepergian.. Agar lebih praktis, satukan penyimpanan sendok, garpu dan sedotan untuk dibawa si Kecil. Selain menunjukan kecintaan kita terhadap bumi, upaya ini juga menjadi salah satu cara mengontrol kebersihan alat makan, karena Ibu sendiri yang menyiapkan dan mencucinya, sehingga lebih terjamin kebersihannya.
Ø  Menggunakan wadah dan bungkus re-usable.
Daripada membawa makanan dalam kemasan plastic atau membungkus makanan dengan plastik, sebagai gantinya, kita dapat menggunakan kotak makan, menggunakan kantung kertas sebagai tempat menyimpan, atau membungkus makanan dengan kain berlapis lilin lebah yang kini banyak dijual di pasaran sehingga kita turut .
Ø  Menggunakan tas atau kantung kain untuk membawa perlengkapan anak
Jika anak butuh membawa sepatu olahraga, buku, atau perlengkapan lainnya Yuk Ibu, mulai beralih dengan menggunakan tas kain atau totebag dengan model berupa tas serut atau tas jinjing kain. Selain lebih aman bagi lingkungan, Ibu pun bisa membuat tas buatan sendiri dengan nama anak kitaa sebagai bentuk kasih sayang. Menarik, bukan?

Penulis : Nur Muthmainnah, Pemerhati Dunia Anak 
Foto     : Google 
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya