» » Liburan Bernuansa Rekreatif & Edukatif (Bagian 3)

Liburan Bernuansa Rekreatif & Edukatif (Bagian 3)

Penulis By on Wednesday, December 25, 2019 | No comments


Oleh : Sholih Hasyim, S.Sos.

Sambungan :
>> Bagian 1

Bentuk Kegiatan Liburan

Di awal disebutkan bahwa liburan bisa menjadi momentum untuk mengembalikan kehangatan keluarga bagi yang sudah berkeluarga atau juga mempererat pertemanan, setelah disibukkan dengan aktivitas rutin. Merefress otak, fisk juga ruhani. Dalam mengisi liburan, hendaknya ditentukan topiknya atau targetnya. Misalnya liburan ini anak saya bisa lancar membaca Al-Qur’an, maka anak saya, saya ikutkan pesantren kilat Tahsin Al-Qur’an. Liburan ini target saya sendiri bisa hafal juz dua puluh sembilan.

Contoh lain terkait topik pengetahuan agama misalkan; orang tua mengadakan lomba mendongeng kisah-kisah para nabi. Untuk masalah sosial, anak bisa diajak untuk melakukan “cuci lemari pakaian”, memilih baju-baju yang sudah tidak digunakan lagi. Setelah selesai, anak bisa diajak bersilaturahmi ke panti asuhan dan memberikan baju-baju layak pakai yang telah dipilih. Untuk topik emosional bisa dilakukan dengan cara lomba melukis dan menempel gambar wajah. Anak diminta menggambarkan wajah dengan emosi baik dan emosi tidak baik. Anak juga bisa diminta untuk membuat daftar perbuatan baik atau buruk yang diketahuinya. Yang lebih menarik, anak juga bisa diajak untuk bermain peran. Misalnya anak dibawa dalam sebuah situasi tertentu lalu anak diminta untuk mengekspresikan perasaannya terhadap situasi tersebut.

Liburan juga bisa dipakai untuk mengajarkan anak mencintai binatang dan melakukan kegiatan sosial. Kegiatan outbound juga bisa dilakukan di rumah, tidak harus di tempat yang jauh dan membutuhkan biaya. Semua benda yang ada di rumah bisa dimanfaatkan sebagai sarana outbound. Misalnya panci, sendok, kardus bekas, tali jemuran, kursi makan, seprai, papan, dan sebagainya. Yang penting alat-alat itu harus aman, tidak mudah pecah sehingga tidak berbahaya bagi anak. Caranya, sebelum memulai bentuklah panitia kecil keluarga lalu rancanglah permainan secara bersama-sama, dari cara bermain hingga peraturan. Buatlah juga yel-yel untuk menyemangati setiap peserta.

Contoh lain dari bentuk kegiatan liburan atau sarana refressing yang menyenangkan adalah menjalankan hoby olah raga, berenang, rihlah, berkemah, kumpul bareng di malam hari di pantai atau taman dan lain-lain. Tentu akan lebih bermakna jika acara itu didesain menyenangkan dan mendidik. Bahkan akan lebih berkesan jika dibarengi dengan adanya pembagian door price atau hadiah. “Saling berbagi hadiahlah kalian, maka kalian akan saling mencintai.” HR. Imam Bukhari.

Memilih Liburan yang Bernilai Lebih
Di atas telah disebutkan bentuk atau sarana refessing yang beragam jenisnya, namun ada sarana yang bernilai lebih yang bisa mengcafer semua tujuan dari berlibur; yaitu melaksanakn ibadah Umrah, atau ziarah ke Haram. Bahkan nilai ruhani dan pahala dalam pelaksanaan kegiatan ini berlipat ganda.

Rasulullah saw. bersabda: ”Tidak dianjurkan untuk melakukan rihlah atau kunjungan (dalam rangka ibadah) ke suatu tempat, kecuali ke tiga masjid (saja), yaitu Masjidil Haram, Masjidku (Masjid Nabawi) dan Masjid Al-Aqsha” HR. Imam Muslim.

Rasulullah saw. bersabda: “Mekah tempat beribadah yang digandakan semua bentuk ibadah menjadi seratus ribu kali dari yang dilakukan di luar kota Mekah.” HR. Imam Bukhari.

Rasulullah saw. bersabda: “Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) ini lebih baik daripada seribu kali shalat di tempat lain kecuali masjidil Haram.” HR. Bukhari dan Muslim

Rasulullah saw. bersabda: “Dari satu Umroh ke Umroh yang lain menjadi penebus dosa antara waktu keduanya, selagi tidak berbuat dosa besar.” HR. Imam Bukhari dan Muslim.

Persiapan Liburan

Agar liburan kita berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan, menyenangkan dan bernilai lebih ada beberapa hal yang hendaknya kita persiapkan jauh-jauh hari, di antaranya:

Pertama, Merencanakan budget untuk liburan. Kita bisa memasukkan persiapan dana liburan sebagai salah satu tujuan keuangan kita. Persiapan ini setidaknya kita lakukan jauh-jauh hari; enam bulan sampai satu tahun sebelumnya.
Kedua, Buatlah tujuan berlibur dan susun acara yang menarik dan jelas. Dan usahakan tujuan dan acara itu tercapai dengan baik.

Ketiga, Tentukan objek liburan, lama liburan, dan tempat kita sekeluarga menginap selama liburan. Sebaiknya kita melibatkan anak-anak dalam menentukan tujuan liburan kita, sehingga kita dapat mengetahui tempat dan liburan seperti apa yang anak-anak kita inginkan.

Keempat, Selesaikan pekerjaan kantor kita sebelum kita dan keluarga berlibur, agar selama liburan, pikiran kita tidak terganggu dengan urusan pekerjaan kantor.
Kelima, Jaga kesehatan kita dan keluarga sebelum liburan tiba. Nah, Selamat Berlibur! Allahu A’lam. Washallahu ‘ala Muhammad wa’ala aalih washahbihi wasallam.

Ahammul Maraji' :
[1] Ushulud Dakwah, Dr. Abdul Muhaimin Abdus Salam Ath-Thahhan, Hal. 117.
[2] Sahih Muslim, No 785.
[3] Al-Jami’ Ash-Shagir, karya Imam As-Suyuthi.
[4] Sahih Muslim, No 2750.
[5] Syarah An-Nawai terhadap Sahih Muslim, 17.67.
[6] Faidhul Qadir, Syarh Al-Jami’ Ash-Shagir, Jil. 4, Hal. 40 dengan diringkas.
[7] Sahih Bukhari, No. 39.
[8] Risyadhus Shalihin, Hal. 76.
[9] Sahih Bukhari, No 3529.
[10] Jami’ut Tirmidzi, No. 1990.
[11] Wisconsin Medical Journal.

Sholih Hasyim, S.Sos., Penulis Buku dan Dewan Syuro DPP Hidayatullah
Foto : IG @atinprihatiningsih15
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya