@majalahfahma (@) https://4.bp.blogspot.com/-ie52Oh_wT-s/WHHi75UACjI/AAAAAAAAEYE/PnOATooq-Y4v_HVhR_AakM0G2d699uWIwCLcB/s1600/ignielcom.png https://cards-dev.twitter.com/validator 144 x 144 px4096 x 4096 px5MB
» » Ruh Guru

Ruh Guru

Penulis By on Tuesday, December 24, 2019 | No comments


Oleh : Ahmad Basori

Musim rekruitmen murid telah tiba. Berbagai macam cara dan strategi mulai diterapkan. Tujuannya satu, dapat murid sesuai target dan kriteria. Kadang untuk mendapatkan nya, tak jarang cara yang sebenarnya tidak pantas dan fair pun dilakukan.

Untuk mendapatkan sejumlah murid ada lembaga yang seakan royal menebar bonus dan segala macam fasilitas nya. Mulai dari gratis SPP (bagi Sekolah Negeri memang tidak wajib), gratis seragam, dapat buku, dapat uang saku, bahkan sampai ada orangtuanya dijanjikan fasilitas segala meski yang sekolah adalah anaknya.


Apa yang tersaji kemudian adalah sebuah kenyataan bahwa lembaga pendidikan pun kehilangan wibawa dan fungsinya. Seharusnya mendidikkan ilmu dan nilai, kemudian mendidikkan sebuah budaya buruk yang tentu punya andil terhadap kegagalan pendidikan anak bangsa.

Lalu sepenting itukah rekruitmen murid sehingga mengorbankan hal esensi yang syarat makna? Bagi sebagian lembaga barangkali iya. Namun masih ada yang tetap konsekuen dengan tujuan kenapa lembaga pendidikan didirikannya.

Rekruitmen murid penting, namun jangan lupa ada hal sangat penting dalam menyelenggarakan pendidikan. Yaitu keberadaan guru. Guru juga perlu di rekrut. Dan inilah sosok yang paling menentukan dalam pendidikan.

Dalam khazanah pendidikan Islam, ada ajaran, "Al Thoriqotu ahammu minal maddah, al Mudarrisu ahammu minat thoriiqoh, Ar Ruuhul mudarrisu ahammu min Kullu syai'in."

Artinya Metodologi mengajar lebih penting daripada materi ajar, guru lebih penting dari pada metodologi mengajar, dan Ruh guru lebih penting dari semuanya.

Maka bijaklah menentukan kebijakan dan sebuah pilihan. Bagi pengelola sekolah, jangan abaikan keberadaan guru. Jangan hanya focus cari murid. Apalagi guru dilibatkan dalam upaya yang tidak semestinya dalam mencari murid.

Bagi masyarakat agar juga bisa jeli melihat sebuah lembaga pendidikan. Jangan hanya lihat bonus - bonusnya, lihat tawaran gratisnya, lihat fasilitasnya, dan sejenisnya. Tapi lihatlah bagaimana guru-guru di lembaga tersebut. Karena merekalah yang kelakk akan mendidik anak anda. Jangan sampai anda salah menyerahkan pendidikan kepada guru dan lembaga yang tidak memiliki muruah dan kebaikan yang tulus didalamnya.

Ahmad Basori, Guru Sekolah Menengah Hidayatullah, Tulungagung Jawa Timur
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya